Cakrawala

Kecemasan Manusia Jika Kiamat Datang

Masih adakah orang yang memikirkan hari kiamat? Di tengah manusia  terlena dengan kehidupan dunia, ternyata masih ada orang yang memikirkan datangnya hari kiamat. Ada yang berfikir dengan sejumlah teori bakal datangnya hari yang menakutkan tersebut. Dan ada juga yang telah mempersiapkan diri untuk berlindung dari kedahsyatan hancurnya kehidupan ini.

Heinz von Foerster, fisijawan  dari Unieversitas Illionis, pernah  meramalkan kiamat bakal terjadi tahun 2026. Ia bahkan menyebut persis tanggal dan bulannya, yaitu 13 November 2026 tahun depan.

Profesor Foerster mengemukakan teori pertumbuhan populasi manusia yang tidak terkendali bakal menghancurkan kehidupan ini.  “Bahkan jika manusia  berhasil mengatasi masalah besar, populasi manusia akan terus bertambah sangat cepat hingga menghancurkan diri sendiri,” ujarnya.

Ia menegaskan, pada 2026 populasi manusia akan mencapai jumlah yang maksimum yang dapat ditanggung planet bumi.

Teori ini mirip dengan teori ekonom Thomas Malthus pada abad ke-18 yang menyatakan, populasi manusia yang terlalu cepat berkembang menyebabkan ketimpangan jumlah pangan. Produksi makanan tidak bisa memenuhi kelaparan manusia sehingga menimbulkan konflik.

Banyak teori lain yang dikemukakan para ilmuan yang menjelaskan datangnya kiamat, di antaranya yang mengatakan sinar matahari terlalu terang dan kuat sehingga menyebabkan terganggunya siklus oksigen di bumi. Manusia dan hewan kehabisan udara menyebabkan sulit bernafas yang akhirnya menemukan kematian.

Teori lain yang mengemukakan jatuhnya komet besar ke bumi yang menimbulkan ledakan, kepunahan dan perubahan cuaca ekstrem. Banyak lagi teori lainnya yang dikemukakan para ilmuan yang pada dasarnya diyakini bahwa kiamat itu memang akan tiba masanya.

Kecemasan manusia menghadapi datangnya kiamat telah menggerakkan kaum milyader berjaga-jaga dari peristiwa yang maha dahsyat tersebut.   Mereka  yang memiliki kekayaan berlimpah-ruah rupanya ingin hidup abadi di dunia. Mereka ingin hidup kekal dan tak ingin meninggalkan dunia yang fana ini. Dan, salah satu yang menakutkan mereka adalah datangnya masa kiamat yang akan menghancurkan jagat raya dan alam semesta yang kita diami. Ketakutan dengan masa yang mencekam tersebut kini mereka berusaha mengantisipasinya.

Diberitakan sejumlah orang terkaya  sejagat seperti Elon Musk, Mark Zuckenberg, Bill Gates, Jeff Bezos, Peter Thiel, dan Reid Hofdman berusaha  menghindari masa yang mencekam tersebut dengan skenario yang mereka anggap mampu menyelamatkan dirinya dan keluarganya, di antaranya dengan  membuat kediaman ‘anti kiamat’, dan bahkan ada yang merencanakan kabur mendirikan kediaman di planet Mars.

Elon Musk seorang pengusaha kaya dan bos Space X berencana membangun kota mandiri di Mars lengkap dengan hewan peliharaan. Sementara  Mark Zuckerberg. CEO Meta Flatforms, telah membangun ruang bawah tanah untuk keamanan yang telah dikerjakan sejak tahun 2017. Ruang bawah  tanah tersebut mempunyai bunker yang dindingnya dilengkapi bata putih dan pintu baja sehingga merasa kuat.

Rumah mewah yang didirikan Mark terletak di Pulau Kauai, Hawai. Dalam rumah itu ada belasan bangunan, bunker anti kiamat, rumah utama dan pepohonan untuk menyegarkan udara. Mark memiliki lahan seluas 1.400 hektar dan dibeli secara bertahap sejak 2014. Di lahan tersebut dibangun bunker dengan dalam 5.000 kaki atau sekitar 464,5 meter persegi.   

Kemudian Bill Gates, pendiri Microsoft,  membangun sebuah bunker untuk keselamatan diri dan keluarganya. Kabarnya terletak di sebuah kawasan propertinya.

Peter Thiel ,  pendiri PayPal,  membangun rumah di Selandia Baru sengaja untuk menghindari hari kiamat. Rumah ini berdiri di tepi danau Wanaka dengan luas 193 hektar. Sedangkan Reid Hoffman milyarder pendiri Linkedin juga sama dengan Peter Thiel memilih Selandia Baru untuk mendirikan rumah anti kiamat. Dalam pandangannya negara ini cukup aman berlindung dari peristiwa dahsyat yang akan menghancurkan kehidupan di dunia ini.

Kecemasan para milyader yang dikutip dari berita detikfinance (30/11/2023) ini menunjukkan betapa mereka para milyarder ini sudah terpengaruh dengan kehidupan dunia, dan tidak meyakini lagi adanya  kehidupan akhirat yang kekal dan abadi serta menjanjikan kehidupan yang lebih bahagia jika mereka di dunia melakukan perbuatan amal kebajikan bagi kemanusiaan, dan meyakini adanya Allah Yang Maha Kuasa pemilik kehidupan dunia dan akhirat.

Kiamat dalam Al-Qur’an

Percaya dan yakin pada Hari Kiamat merupakan salah satu rukun Iman yang wajib diyakini seorang muslim. Tidak sah keislaman seseorang Muslim jika tidak meyakini Hari Kiamat atau yang disebut juga Hari Berbangkit dan Hari Pembalasan. Yaitu pembalasan amal yang baik dan amal yang buruk yang dikerjakan ketika manusia hidup di dunia.

Bagi Islam sendiri kehidupan tersebut ada tiga fase. Pertama kehidupan di alam Rahim ketika hendak dilahirkan oleh seorang ibu. Kedua, kehidupan di dunia ketika manusia telah lahir dan menjalani kehidupan mulai dari masa kanak-kanak, dewasa, dan mengalami masa tua hingga berpulang ke rahmatullah. Ketiga, kehidupan di alam kubur yang disebut juga alam barzach menunggu hari berbangkit. Terakhir kehidupan di alam akhirat yang merupakan kehidupan abadi dan kekal.

Dalam kehidupan akhirat hanya dua bentuk kehidupan, yaitu kehidupan dalam surga (jannah) yang dipenuhi kebahagiaan dan kesenangan sebagai balasan perbuatan yang baik ketika hidup di dunia, baik dalam ibadah kepada Allah maupun amal shaleh atau perbuatan kebajikan pada sesama manusia.

Kedua, kehidupan yang menyengsarakan, yaitu dimasukkan ke dalam siksa api neraka  sebagai balasan karena perbuatan jahat yang dilakukan ketika hidup di dunia.  Baik kejahatan terhadap sesama manusia maupun keingkaran dan ketidakpatuhan pada perintah Allah.

Tentang Hari Kiamat dalam Al Qur’an cukup banyak ayat-ayat yang menceritakan peristiwa akhir dunia ini  yang ditandai kehancuran alam semesta . Bahkan terdapat dalam Al-Qur’an 2 surat yang mengungkapkan tentang hari kiamat, yaitu   Surat Kiamat (Al- Qiyaamah, surat ke 75 dengan jumlah 40 ayat diturunkan  di Makkah). Kedua, surat Al-Qari’ah (surat ke-101), yang juga artinya Hari Kiamat.

Dalam surat Al-Qiyaamah dipastikan Allah akan mendatangkan peristiwa kiamat tersebut. Allah menunjukkan kekuasaannya menghancurkan kehidupan dunia ini, dan menunjukkan kekusaannya pula menghidupkan kembali kehidupan pasca kehancurannya agar manusia di sidang dalam pengadilan Illahi untuk menentukan apakah masuk surga (jannah) simbol kebahagiaan, atau masuk neraka sebagai simbol penderitaan . Juga diceritakan tentang kebingungan manusia menghadapi malapetaka tersebut, namun bagi orang-orang berIman, yang berbuat baik dan beramal shaleh kekacauan kehidupan tersebut tidak ada pengaruhnya, sebab mereka mendapatkan perlindungan dari Allah. Karena itu di hari yang mencekam tersebut orang yang beriman dan beramal saleh tetap berwajah gembira dan ceria, sebaliknya orang kafir dan ingkar kepada Allah diselimuti ketakutan, kecemasan dan wajah yang suram.

Kemudian dalam surat Al–Qari’ah dilukiskan tentang terjadinya kiamat, yaitu manusia itu bertebaran dan berserakan layaknya anai-anai atau sejenis serangga atau rayap, karena terkejut peristiwa guncangan alam yang dahsyat.

Dalam surat Az–Zumar ayat 68 dijelaskan tanda Hari Kiamat yaitu terompet ditiup sebanyak dua kali oleh Malaikat Izrafil. Tiupan pertama mematikan seluruh manusia baik yang ada di langit maupun di bumi . Kemudian tiupan kedua menghidupkan atau membangunkan  seluruh manusia yang di alam kubur untuk menghadap Allah mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Dan ditiuplah sangkala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu putusannya masing-masing” (Az-Zumar ayat 68).

Sementara itu surat Al-Qari’ah yang terdiri dari 11 ayat melukiskan tentang Hari Kiamat dan hukum yang ditetapkan bagi manusia. Allah berfirman:

Hari KIamat

Apakah Hari Kiamat itu?

Tahukah kamu apakah Hari Kiamat itu?

Pada hari itu manusia adalah seperti anai anai yang bertebaran

Dan gunug-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan

Dan adapun orang-orang yang berat timbangan kebaikannya

Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan

Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan kebaikannya

Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah

Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?

Yaitu api yang sangat panas

Orang-orang terkaya dunia itu rupanya tidak menyadari kalau usia manusia terbatas. Dan setiap yang bernyawa pasti akan mati, termasuk manusia. Soal kematian saja yang merupakan misteri dan rahasia Tuhan yang belum terpecahkan oleh manusia. Jangan-jangan sebelum kiamat datang mereka telah lebih dahulu menemui ajalnya. Bagaimana manusia dan mereka bisa berlindung dengan bunker kiamat.   

Tanda-tanda Hari Kiamat

Dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 187 ada yang bertanya tentang kapan terjadinya Hari Kiamat. Al-Qur’an menjelaskan bahwa hanya Allah yang mengetahui kapan datangnya Hari Kiamat. “Mereka menanyakan kepadamu tentang hari kiamat. Bilakah terjadinya? Katakanlah, sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku, tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat huru haranya bagi makhluk yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat  itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Meski manusia sudah ditegaskan oleh Allah tidak bakal mengetahui bakal datangnya hari kiamat, namun dalam Al-Qur’an dan Hadist diungkapkan tanda-tanda bakal datangnya hari kiamat, semacam kisi-kisi dalam soal ujian sekolah.

Di antaranya Al-Qur’an menjelaskan tanda-tanda hari kiamat. Dalam surat Al-Qamar ayat 1 disebutkan, ”Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.”  Saat itu yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah tanda kiamat bakal tiba.

Kemudian dalam surat An-Naml ayat 82 pertanda kiamat munculnya binatang yang bisa berbicara dengan manusia, 0”Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.”

Yang dimaksud dalam ayat ini kata  “perkataan” yaitu ketentuan datangnya masa kehancuran alam atau kiamat. Salah satu tandanya keluar atau munculnya dari bumi sejenis binatang melata yang bisa berbicara.

Selanjutnya tanda kiamat adalah matahari terbit dari Barat, bukan dari Timur sebagaimana biasanya. Hal ini diungkapkan dalam hadis  Nabi, ”Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari sebelah Barat. Jika ia telah terbit lalu manusia menyaksikannya, maka semua orang akan beriman. Ketika itu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.”

Yang paling sering disebutkan juga tanda hari kiamat adalah akan datang dan  munculnya Dajjal. Ini bersumber dari hadis Nabi yang mengatakan, ”Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya lebih besar dari Dajjal.”

Kemunculan Ja’juj dan Ma’juj diyakini pula pertanda datangnya kiamat. Disebutkan bahwa ia datang dalam jumah besar turun dari gunung seperti air bah yang meluncur dengan deras dan membuat kekacauan.         

Terakhir hadis Nabi menyebutkan bahwa kiamat datang ketika kejahatan makin merajalela. Bunuh membunuh mudah terjadi. Kata Nabi, ”Kiamat tidak akan terjadi, kecuali banyak hari. Sahabat bertanya, apakah hari itu, wahai  Rasulullah?  Nabi menjawab, bunuh membunuh.”

Kalau bunuh membunuh dan kejahatan kriminal lainnya, bahkan peperangan yang mengorbankan jiwa manusia, sekarang ini fenomena dan gejalanya sudah tampak. Mungkin ini sebuah isyarat dan pertanda kiamat untuk mengingatkan manusia segera bertobat dan berbuat kebajikan atau amal shaleh sebelum terlambat dan datangnya penyesalan yang tidak berguna. Allahu a’lam bissawab.

Arfendi Arif

Arfendi Arif, Redaktur Panji Masyarakat, pengasuh Majalah Inhouse Magazine, dan penulis buku dan biografi. Tinggal di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button