Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau penggantian beberapa menteri. Formalnya, mungkin inilah pertama kali diadakan perombakan kabinet. Sebelumnya juga ada pergantian menteri, namun didahului peristiwa atau kasus tertentu.
Pertama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Tekonologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro yang digantikan guru besar ITB Brian Yuliarto pada 19 Februari 2025. Satryo diberhentikan setelah didahului sejumlah kontroversi di antaranya didemo para ASN Kemendiktisaintik, sorotan soal tunjangan kinerja yang tertunda, dan masalah KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan efisiensi.
Sementara itu Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer dipecat pada 22 Agustus 2025 karena tertangkap tangan oleh KPK dan menjadi tersangka dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Lima menteri yang diberhentikan dan diangkat penggantinya yang baru yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan (BG), namun penggantinya belum ditetapkan. Kedua, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, penggantinya sudah ada namun tidak hadir karena seddang di luar kota. Ketiga, Menteri Keuangan Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Keempat, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding digantikan oleh Mukhtarudin. Kelima, Menteri Koperasi Budia Arie Setiadi digantikan oleh Fery Juliantono.
Sementara itu kementerian baru yang dibentuk pecahan dari Kementerian Agama yaitu Kementerian Haji dan Umrah didaulat sebagai menterinya Muhammad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahniel Azhar.
Pengumuman reshuffle kabinet dilakukan pada Senin (8/9/2025) di Komplek Istana Presiden dan sorenya di hari yang sama dilakukan pelantikan menteri baru berikut pembacaan surat keputusan Presiden mengenai pemberhentian dan pengangkatan menteri . Kemudian Presiden memandu pengucapan sumpah jabatan bagi menteri yang baru diangkat.
Kontroversi Penggantian Sebagian Figur Menteri
Perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo saat ini terjadi pasca kerusuhan anarkis yang terjadi pada akhir Agustus 2025 lalu. Selain anggota DPR terdapat juga rumah menteri kabinet Prabowo yang dijarah massa terkait protes terhadap tunjangan dan gaji anggota DPR, yaitu rumah Menkeu Sri Mulyani.
Namun, masalah kocok ulang dalam kabinet ini tidak disinggung dengan terjadinya gejolak masyarakat di atas. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, reshuffle dilakukan atas berbagai pertimbangan dan masukan evaluasi.
“Maka pada sore hari ini sekaligus Pak Presiden memutusakan melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih pada beberapa jabatan, yakni Kemenko Polkam, Kementerian Keuangan, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran, Kementerian Koperasi dan Kementerian Pemuda dan Olahraga,” terang Mensesneg di Istana, Senin (8/9/2025).
Namun, melihat perombakan kabinet pertama kali ini tiga nama merupakan pejabat yang sering mendapat perhatian serius publik, yaitu Budi Gunawan, Sri Mulyani dan Budi Arie Setiadi.
Budi Gunawan tokoh yang dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati. Budi Gunawan masuk ke kabinet tidak mewakili PDIP. Ia juga bukan orang partai, namun pernah menjadi ajudan Wakil Presiden Megawati 1999-2001 dan ajudan Prsiden Megawati 2004. Kemudian berlanjut Kepala BIN (Badan Intelejen Negara ) era Presiden Joko Widodo (2016-2024). Jabatan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan era Presiden Joko Widodo dan berlanjut era Presiden Prabowo sebagai Menko Polkam sejak 21 Oktober 2024. Dengan demikian Budi Gunawan menjabat kurang dari satu tahun. Untuk penggantinya nanti presiden akan menunjuk Menko Polkam ad interim.
Dicopotnya Budi Gunawan belum bisa diperkirakan pertimbangannya. Baru bisa dilihat kemungkinan siapa yang menggantinya. Namun, pengamat Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro mengatakan, ada kaitan pencopotan Budi Gunawan dengan peristiwa anarkis akhir Agustus 2025 lalu yang menelan korban, yang menurut Komnas HAM 10 orang meninggal dunia. “ Alasan utamanya, alasan teknokratis dalam konteks kerja, karena kita tahu para menteri yang diganti, khususnya misalkan Menko Polkam kemarin gagal mengkonsilidasikan situasi yang kondusif,” paparnya, seperti dikutip CNN Indonesua (9/9/2025).
Sementara itu dipecatnya Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Koperasi terkait program andalan Presiden Prabowo yaitu Koperasi Merah Putih yang merupakan program andalan. “Sangat riskan bila kemudian Presiden Prabowo sebagai politisi memberikan 80.000 titik program Koperasi Merah Putih pemerintahannya ini tidak dalam lingjkaran dia,” ujar Henri Satrio dari Lembaga Survei Kedai Kopi seperti dikutip Tribunnews.com ( 9/9/2025).
Sementara itu Budi Arie, yang namanya sering dikaitkan dengan judol alias judi online, dikenal sebagai loyalis Jokowi. Ia adalah pendiri Pro Joko Widodo (Projo) dan pembela dua putra mantan Presiden Joko Widodo dalam kasus Gibran Rakabuming Raka, yaitu Kaskus Fufufafa yang menyerang Prabowo dan keluarganya, serta kasus Kaesang Pangarep ketika menggunakan jet pribadi pada waktu plesiran ke Amerika Serikat. Dalam konteks loyalitas kepada mantan Presiden Jokowi ini para pendukungnya sering disebut sebagai “Geng Solo” yang menunjukkan kubu pendukung Jokowi, meski Joko Widodo sudah tidak lagi menjadi orang nomor satu di Republik Indonesia. Dan dengan naiknya Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi yang merupakan orang Prabowo dari Partai Gerindra jabatan strategis ini dipegang orang dalam Presiden Prabowo sendiri.
Mengenai Sri Mulyani rupanya di era Presiden Prabowo ini ia turun tahta sebagai Menteri Keuangan. Ia tercatat sebagai menteri keuangan paling lama menjabat, yatu sejak 2005 hingga 2025 sepanjang 20 tahun dan berkiprah di tiga presiden yang berbeda, yaitu era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ((SBY), Joko Widodo dan Presiden Prabowo. Kini ia digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa yang menjadi Menkeu ke-31. Sama dengan Sri Mulyani, Purbaya juga dari kalangan profesional yang sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Banyak kalangan yang skeptis atas kapabiltas Menkeu baru ini, yang di hsri pertamanya sudah buat buat blumder dengan petnyataannya soal aksi demo yang hanya mewakili kepentingan sedikit orang, yang kenyamanannya terganggu. Ia juga disebut sebagai “orangnya LBP”. (inisial Luhut Binsar Pandjaitan)
Dalam pada itu, patut disayangkan Sri Mulyani turun dari jabatan menteri keuangan yang cukup lama ini bearakhir tidak dengan happy ending karena di tengah kerusuhan unjuk rasa rumahnya sempat dijarah dalam aksi kerusuhan yang dipicu kenaikan tunjangan anggota DPR dan tewasnya pengemudi ojol Affan Kurniawan terlindas mobil rantis Brimob. Namun beberapa hari sebelum terjadinya demo, dikabarkan Sri Mulyani sudah mengajukan surat permohonan pengunduran diri.
Menurut Mensesneg Prasetyo Hadi pergantian menteri atau reshuffle kabinet bukan disebabkan karena mengundurkan diri atau pencopotan, termasuk Sri Mulyani. “Bukan mundur atau dicopot, Presiden selaku kepala negara dan pemerintahan memiliki hak prerogatif , atas evaluasi beliau memutuskan untuk melakukan perubahan formasi,” ungkapnya.
Pengamat politik Ibrahim Assuaib seperti dikutip Antara (9/9/2025) mengatakan, pencopotan Sri Mulyani termasuk luar biasa. Ada satu menteri yang merupakan menteri andalan sejak pemerintahan SBY, dilanjutkan pemerintahan Joko Widodo dua kali, dan delapan bulan mengikuti Presiden Prabowo terkena reshuffle.
“Reshuffle ini bisa saja akibat demontrasi yang berujung kerusuhan, makar, hingga terorisme, termasuk penjarahan terhadap pejabat-pejabat negara. Kondisi itu membuat Sri Mulyani masuk dalam radar pergantian kabinet,” paparnya.
Dengan perombakan kabinet yang pertama ini tentu harapannya kinerja pemerintahan Presiden Prabowo menjadi lebih baik.. Kalau masih kurang positif tidak tertutup kemungkinan ada reshuffle kembali menyusul. .


