Al Maturidi Bintang Zaman

Al Maturidi : Teolog Warga NU

ilustrasi tentang Al Maturidi
Ditulis oleh Panji Masyarakat

Al-Maturidi, lengkapnya Abu Manshur Muhammad ibn Muhammad ibn Mahmud Al-Maturidi, lahir di Samarkand, dekat sungai Jihun. Tidak ada catatan memadai mengenai masa kecil dan kelahiran serta rincian keluarganya. Bila dihubungkan dengan kematian salah seorang gurunya yang paling berpengaruh, Muhammad ibn Muqatil Ar-Razi, pada tahun 248 H/862 M, diduga ia lahir sekitar tahun 238 H/852 M. Al-Maturidi wafat di tempat kelahirannya pada tahun 333 H/944 M dalam usia mendekati 100 tahun.

Al-Maturidi lahir pada masa kekuasaan Dinasti Ab- basiyah di bawah kepemimpinan Khalifah Al-Mutawak- kil (232-247 H/847-861 M). Pada masa itu Mu’tazilah yang didukung Al-Makmun (198-218 H/813-833 M) dan Al-Mu’tashim sedang gencar-gencarnya melakukan in- doktrinasi ajarannya kepada umat Islam yang dikenal dengan mihnah, dan terakhir oleh Al-Mutawakkil sekalipun intensitasnya berkurang.

Secara sosial-budaya, masa pertumbuhan Al-Maturidi berada di bawah pengaruh tradisi Persia Samanids, yang secara aktif mengembangkan ilmu pengetahuan dan berbagai literatur. Para ilmuwan terkemuka senantiasa berkumpul di sekitar istana khalifah, kehidupannya dijamin, sehingga perkembangan ilmu pengetahuan memang sangat kondusif kala itu.
Dua kondisi sosial ini, akhir era mihnah Mu’tazilah dan sosio-edukatif tradisi Samanids, sangat besar penga-ruhnya pada pertumbuhan pemikiran Maturidi. Dari sini dia menjadi pemikir independen dengan pengetahuan luas dan kemampuan pemikiran teologi dialektis yang kemudian melahirkan aliran Maturidiyah.

Kegiatan belajar Maturidi awalnya dibimbing langsung ayah dan ibunya. Pada usia 10 tahun, dia mulai belajar pada beberapa ulama terkemuka, di antaranya Abu Nasr Ahmad ibn Al-Abbas Al-Iyadh yang dikenal sebagai ahli fikih Samarkand (w. 261-279 H /874-892 M), Abu Bakar Ahmad ibn Ishaq ibn Shalih Al-Juzjani (seorang ulama fikih murid Abu Sulaiman Al-Juzjani, murid Muhammad yang merupakan murid langsung Abu Hanifah), Nusair ibn Yahya Al-Balkhi (w. 268 H/881 M) dan Muhammad ibn Muqatil Ar-Razi (w. 248 H/862 M). Ketiga ulama ini merupakan tokoh-tokoh terkemuka Mazhab Hanafi (w. 151H/767 M), dan dengan demikian dalam bidang fikih Maturidi merupakan pengikut Abu Hanifah.

Tentang Penulis

Panji Masyarakat

Platform Bersama Umat

Tinggalkan Komentar Anda