Sungguh miris perilaku lima pelajar ini. Masih SMP dan perempuan lagi, membuat olok-olok yang menyakiti anak-anak Palestina yang sedang menderita korban perang. Mereka makan di sebuah resto cepat saji,yang sedang diboikot karena perang Palestina-Israel di Gaza, lalu mengumpamakan tulang dan daging yang dimakan sebagai tulang, daging dan darah anak Palestina. Video mereka viral dan mendapat hujatan nitizen.
“Tulang anak Palestina,” ujar seorang remaja puteri, sambil memegang tulang ayam yang mau disantap.
Temannya yang duduk di depannya menimpali, “Ini darah anak Palestina,” ujarnya, sambil tertawa cekikikan.
Kemudian temannya yang satu lagi ikut nimbrung, ”Ini darah anak Palestina,” ujarnya, juga tertawa.
Yang satu lagi tidak mau kalah, ”Ini daging anak Palestina.” Masih diiringi riuh tertawa.
Tidak dijelaskan di mana lokasi restonya, hanya tampak sekitarnya juga ada pengunjung yang juga duduk di meja resto.
Kelima ABG (anak baru gede) tersebut berasal dari empat sekolah yang berbeda. Kejadian tersebut berada di luar jam sekolah, pada Minggu, 9 Juni 2024. Sepulang acara ibadah, mereka makan siang di resto cepat saji. Salah seorang di antara pelajar tersebut memvideokan dan memposting perilaku tidak terpuji tersebut yang berujung hujatan dan kritikan, yang dinilai tidak punya empati.
Pihak Dinas Pendidikan DKI telah mengklarifikasi peristiwa ini dan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dinas Pendidikan meminta maaf atas peristiwa olok-olok yang tidak pantas dan disebar di medsos itu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI, Budi Awaluddin menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dan rapat bersama dengan kepolisian, Mabes Polri, dan Polda Metro, Kementerian Agama, KPAI, Kasbangpol, Dinas PPAPP, dan Kepala Sekolah. Tetapi, gagal menghadirkan para orang tua murid bersangkutan. Sementara anak-anak tidak bisa dihadirkan karena statusnya di bawah umur.
“Kami atas nama orang tua siswa yang terkait video yang viral kemarin, dan atas nama siswa-siswa memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian video yang viral dan menyinggung masyarakat Indonesia,” ujarnya pada pers (12/6/2024).
Menurut Budi, ia mendapatkan permintaan dari orang tua murid dan para murid untuk mewakili permohonan maaf kepada publik.
“Kami atas nama orang tua dan siswa menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Budi Awaluddin.
Budi juga menyampaikan, kelima siswa yang terlibat video olok-olok anak korban Palestian tersebut telah diberikan sanksi skorsing selama satu minggu dan wajib lapor pada guru Bimbingan Konseling (BK). Dan dilakukan pembinaan. Kelima siswa berasal dari empat sekolah yang berbeda. Mereka juga telah menyesali perbuatannya.
“Mereka sangat menyesal. Kami juga memanggil mereka dan mereka sangat menyesali apa yang telah terjadi. Mereka semua sempat nangis, dalam kondisi ketakutan dan memohon bisa dibantu terkait hal ini,” ungkap Budi.
Sementara itu kelima siswi SMP yang telah mengejek anak korban Palestina tersebut telah menyampaikan permohonan maaf secara lansung melalui video yang diunggah dan beredar di medsos. “Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas segala tindakan tidak terpuji yang saya lakukan. Saya benar-benar tidak berniat untuk menghina atau melecehkan satu pihak tertentu. Saya selaku pemosting video tersebut benar-benar meminta maaf , dan saya akan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak akan melakukan kesalahan yang sama,” janjinya. Permintaan maaf disampaikan secara bergiliran satu persatu.
Rupanya, begitu cepat video ini beredar. Bahkan, sampai ke seorang jurnalis asal Gaza, Palestina, yang berbasis di London, bernama Yousef Alhelou dan mengunggah ulang video tersebut. Ia mengecamnya dan menyatakan, ”Dari mana asal video ini. Orang tua macam apa yang membesarkan mereka,” kecamnya.
Kasus ini harus dipetik pelajaran yang berharga bagi para pelajar dan orang tua. Membangun jiwa dan hati untuk peka dan sensitif dengan penderitaan orang lain. Menjauhkan sikap ego, angkuh dan sombong.
