Tahun 2017 penulis mendapat tawaran untuk menjadi ketua rombogan (tour leader) Jamaah Umrah ZamZam Travel yang dikelola oleh keluarga Kiai Ali Yafie. Alhamdulillah, tugas alhamdulillah kami jalankan dengan baik.
Kami pun kemudian menjadi akrab dengan keluarga ini. Hingga akhirnya, kami bersama beberapa teman lainnya, berkesempatan nyantri langsung dengan Almarhum. Tahun 2018 kami mendapatkan kesempatan mengaji bersama beliau. Dalam kondisi usia 90-an tahun saat itu, beliau memang perlu beristirahat banyak, namun mendengar permohonan mengaji beberapa anak muda, beliau mau membimbing kami.
Suasana saat kami awal mengaji dan berada di ruang tamu berisi rak-rak penuh kitab, kami melihat beliau dipapah berjalan pelan oleh Puang Tamam (waktu itu masih bisa berjalan dan lain waktu dengan kursi roda) ‘menemui’ kami yang menunggu. Kami pun menyambut hangat dan mencium tangan ulama karismatik ini.

Oleh karena kondisi beliau yang sudah sangat sepuh, pengajian dilangsungkan sederhana saja, yaitu dalam bentuk tanya jawab. Kami pun harus ‘banyak’ mengajukan pertanyaan, guna mendapatkan banyak jawaban yang berarti menjadi ilmu bagi kami. Salah satu pertanyaan yang kami ajukan adalah mengenai haji mabrur.
Belaiu menjawab pertanyaan tersebut dengan mengutip ayat 177 surah Al-Baqarah: “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesunggunya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang yang bertakwa.”
Beliau menyebut ayat di atas sebagai ayat al-birr, yang berart ayat tentang Kebajikan. Menurut beliau, intinya, haji mabrur itu adalah seperti yang dijelaskan pada ayat tersebut. Yaitu orang yang sesudah hajinya, mau menginfakkan hartanya, memerdekakan hamba sahaya, mendirikan salat, menunaikan zakat, menepati janji, dan bersabar dalam kesempitan. Indikator-indikator seorang haji mabrur itu, tampak dalam akhlak sosial seorang haji ketika ada di masyarakat.
Penekanan sikap sosial di atas merupakan komitmen Kai Ali Yafie tentang teologi sosial yang digagasnya. Ketika membahas tentang pesan moral dalam Ibadah Haji, beliau pernah menulis, “Bekal kekuatan fisik dan kondisi kesehatan yang prima, dengan begitu, haruslah tetap terjaga agar segala manasik (tata cara pelaksanaan ibadah haji) dapat dipenuhi dengan sempurna. Di samping beberapa bekal di atas, masih ada satu jenis bekal lagi yang lebih penting dan harus ada dalam diri kita masing-masing yaitu bekal rohani yang bernama takwa..Takwa inilah yang membawa pesan akhlak (budi luhur dan perangai baik). Khusus dalam ibadah haji, dampak takwa akan terefleksi pada sikap moral dan perilaku sosial diri seorang haji….Dus, haji mabrur adalah haji yang berakhlak (Ali Yafie, Teologi Sosial Telaah Kritis Persoalan Agama dan Kemanusiaan, 1997, hlm 189).
Perhatian Kiai Ali Yafie pada ayat al-birr berdasar ayat 177 Al-Baqarah di atas adalah satu contoh saja dari benang merah teologi sosialnya. Selain dimensi sosial ibadah haji, pikiran-pikiran beliau dalam membumikan ajaran Islam dapat dilihat dari topik-topik yang beliau tulis seperti Islam yang damai, memantulkan perilaku ketuhanan, moralitas sebagai wujud keimanan, puasa dan kesalehan sosial, memupuk kesadaran untuk berbagi, dll. Yang terhimpun dalam buku Teologi Sosial.
Semua topik di atas mencerminkan perhatian yang tinggi Kiai Ali Yafie terhadap dimensi akhlak sosial dari ajaran-ajaran Islam. Wallahu a’lam.
Penulis: Hadiyan, Santri Kiai Ali Yafie dan dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Diperbantukan (Dpk) pada Universitas Muhammadiyah Jakarta (2005-sekarang).
Sumber: Hadiyan “Kiai Ali Yafie dan Atensinya pada Ayat Al-Birr “ dalam A. Suryana Sudrajat, et..al (Ed) K.H. Ali Yafie Membumikan Pesan Langit, (Penerbit Panji Masyarakat, 2023)

