Aktualita

Mengenang  H.A. Nazri Adlany:  Mengemban Tugas Ulama dan Umara

Pada Senin malam tanggal 6 Mei 2024 telah berpulang ke rahmatullah Brigjen TNI (Purn) Drs. H.A. Nazri Adlany di Jakarta dalam usia 86 tahun. Jenazah almarhum diberangkatkan ke daerah asalnya, dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Minangkabau Padang Pariaman untuk dimakamkan di Kompleks Pondok Pesantren Modern Adlaniyah Ujung Gading Pasaman Barat Sumatera Barat. 

Sosok Nazri Adlany dikenal sebagai tokoh ulama di tingkat nasional setelah mengemban amanah selaku Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI Pusat) periode 1995 – 2000, setelah periode Sekretaris Umum H.S. Prodjokusumo, dan terakhir sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat MUI periode  2015 – 2020.

Dalam pengabdian kenegaraan beliau pernah menjabat Wakil Ketua MPR-RI dari Fraksi Utusan Golongan masa bakti 1999 – 2004.  Nazri Adlany merupakan salah satu Wakil Ketua MPR pada periode Ketua MPR-RI Prof. Dr. M. Amien Rais.

Beberapa tahun sebelumnya, Nazri Adlany dipercaya oleh Menteri Agama Munawir Sjadzali untuk memangku jabatan rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara (kini UIN Sumatera Utara) di Medan pada  1987 hingga 1995. Ia rektor ke-5 dalam sejarah IAIN Sumatera Utara.

Di lingkungan kemasyarakatan dan organisasi Islam, beliau pernah menjadi Ketua DPP Al-Ittihadiyah periode 2000 – 2010. Pengabdian terakhirnya adalah di dunia pesantren sebagai Pembina Pondok Pesantren Modern Adlaniyah di Ujung Gading Pasaman Barat yang didirikan ayahnya.

Tokoh muslim Indonesia kelahiran 1 Mei 1938 itu merupakan alumni pendidikan dinas Imam Tentara tahun 1961. Nazri Adlany mendapat kesempatan mengikuti pendidikan di Universitas Al-Azhar Cairo Republik Arab Mesir. Ia diangkat menjadi Perwira Rohani Islam Rinif Kodim I Pematang Siantar pada tahun 1963 sebagai permulaan kariernya sebagai anggota TNI. Pernah menjabat Sekretaris Pusat Rohani Islam TNI Angkatan Darat, Kepala Biro Mental Personil MBAD, dan Koordinator Staf Ahli Dinas Pembinaan Mental TNI Angkatan Darat.

Salah satu karya monumental yang terkait dengan pengabdian almarhum dan merupakan hasil dari ketekunan dan dedikasi luar biasa demi kepentingan Islam dan umatnya ialah Al-Quran Terjemah Indonesia diterbitkan oleh Disbintal AD, cetakan pertama 1988. Tim Penyusun terdiri dari Drs. H.A. Nazri Adlany, Drs. H. Hanafie Tamam dan Drs. H.A. Faruq Nasution.

Ide awal penerbitan Al-Quran Terjemah Indonesia oleh Disbintal AD diprakarsai oleh Pusat Rawatan Rohani Islam TNI-AD tahun 1970. Salah satu kelebihan terjemahan Al-Quran keluaran Pusroh/Dinas Pembinaan Mental TNI-AD ialah dimuatnya transliterasi huruf Latin dalam penulisan ayat-ayat suci Al-Quran sekadar untuk membantu dan memandu mereka yang belum mengerti tulisan Arab (huruf Hijaiyah). Al-Quran Terjemah Indonesia didistribusikan terutama di lingkungan keluarga TNI yang beragama Islam dan masyarakat luas. Sampai saat ini telah mengalami cetak ulang lebih dari 17 kali.

Dalam menjalankan peran sebagai ulama berpendidikan universitas Nazri Adlany memimpin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara sebagai Rektor dengan jejak kepemimpinan yang baik dan sukses. Ia berkhidmat mengawal tugas dan fungsi Majelis Ulama Indonesia di tingkat pusat sebagai Sekretaris Umum MUI yang disegani. Adapun dalam peran sebagai politisi dan umara Nazri Adlany mengukir pengabdian kepada bangsa dan negara di era Orde Baru hingga awal Reformasi sebagai pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Perubahan atau amandemen konstitusi bernegara Undang-Undang Dasar 1945 yang pertama dalam sejarah sebanyak 4 kali terjadi dalam masa kepemimpinan Nazri Adlany di MPR-RI.

Di hari tuanya dalam usia yang telah cukup lanjut, Nazri Adlany nyaris sepi dari pemberitaan media massa dan perhatian publik. Kendati demikian, sepuluh tahun lalu beliau menerbitkan Otobiografi 75 Tahun.  Melalui buku itu beliau tentu berharap pengalaman hidup dan pengabdiannya dapat dipetik manfaatnya oleh generasi penerus.

Saya pernah berjumpa Pak Nazri Adlany beberapa tahun silam sewaktu menunaikan shalat Jumat di Masjid Jami’ Bintaro Jaya Sektor 1 Jakarta Selatan. Profil sebagai tokoh senior umat Islam yang berwibawa dan memancarkan keteduhan tetap kelihatan di wajahnya.   

Semoga seluruh amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah Swt dan diampuni segala kesalahannya baik disadari maupun tidak disadari. Semasa hidupnya Drs. H.A. Nazri Adlany mengemban tugas yang penting dan menentukan arah perkembangan umat dan bangsa yaitu tugas sebagai Ulama dan Umara yang melekat pada sosok dirinya.

Selamat Jalan Bapak H.A. Nazri Adlany.

M. Fuad Nasar

Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Agama RI, Penggiat Literasi. Ia juga penulis tetap majalah Panji Masyarakat dan panjimasyarakat.com

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button