Debat capres kedua yang berlangsung di Istora Senayan, Minggu (7/2/2024) tampak lebih mempergadapkan Anies Baswedan dengan Prabowo Subianto. Bagaimana tidak, karena keduanya paling seru adu argumen dan pernyataan, hingga menjurus panas dengan tensi tinggi. Sehingga, capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo sempat berujar,” Rupanya, saya ditaruh di tengah untuk mendinginkan kedua kawan saya ini.”
Usai ketiga calon memaparkan misi dan visi, pada sesi tanya jawab, Anies membuka front dengan pertanyaan yang cukup tajam dan mengungkit persoalan sensitif. Mantan Gubernur DKI ini bertanya pada paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto soal anggaran Kementerian Pertahanan yang jumlahnya Rp700 triliun digunakan untuk membeli alutsista bekas. Namun, tidak menjamin keamanan Indonesia, buktinya Kementerian Pertahanan pernah dibobol hacker November 2023.
“Ironisnya, Kementerian Pertahanan menjadi kementerian yang dibobol oleh hacker 2023. Sebuah ironi, karena itu kita ingin mengembalikan dana Rp 700 triliun, anggaran Kementerian Pertahanan tidak bisa mempertahankan itu. Justeru digunakan untuk membeli alat-alat alusista yang bekas,” ungkap Anies.
Tidak hanya sampai di situ, Anies juga menyasar pertanyaan seputar nasib anggota TNI yang masih jauh dari sejahtera dibandingkan kekayaan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan di era pemerintahan Presiden Jokowi.
“Saat tentara kita lebih dari separuh tidak memiliki rumah dinas, sementara menterinya Pak Jokowi, punya lebih dari 340 hektar tanah di Republik ini,” ungkapnya.
Anies juga menyoroti soal program ketahanan pangan, lewat food estate yang dinilainya gagal dan hanya menguntungkan sejumlah pihak dan merusak lingkungan.
Sentilan Anies ini tentu langsung dijawab oleh Prabowo, bahkan dipertegas saat menyampaikan visi misinya. Menurut Prabowo, Anies berbicara berdasarkan data yang tidak valid.
“Mungkin ada yang asal bicara tanpa data, mungkin didorong oleh ambisi yang menggebu-gebu sehingga tidak objektif,” paparnya.
Prabowo juga menyinggung bahwa Anies terlalu teoritis. ” Sekali lagi saya berpandangan, Pak Anies terlalu teoritis. Semuanya bagus, indah,” ujar Prabowo.
Anies yang punya kesempatan menjawab, menangkis dengan mengatakan, berteori lebih baik ketimbang tidak mengerjakan. “Persoalannya kalau tadi disebut ada yang teoritis, ada kedua yang tidak dilaksanakan. Jadi selama lima tahun ini apa yang dikerjakan dalam mempertahankan sistem siber kita? Justeru di situ problemnya,” ujar Anies.
Debat capres makin panas ketika Anies Baswedan mulai menyinggung soal etik yang harus dimiliki seorang presiden. Menurut Anies, menjadi presiden, panglima tertinggi harus memiliki standar etika yang tinggi. “Itu harus, karena akan mengambil keputusan mengerahkan pasukan, dan ketika harus bertempur ada korban nyawa, itu keputusan-keputusan etika,” ujar Anies.
Anies melanjutkan pertanyaannya pada Prabowo, “Tapi kenyataan Pak, ketika Bapak memimpin di Kementerian Pertahanan, banyak orang dalam pengadaan alutsista, PT Teknologi Militer Indonesia, Indonesia Defence Security. Lalu orang dalam pengadaan food estate, lalu ada kejadian-kejadian di mana kita semua menyaksikan ketika ada pelanggaran etika dan Bapak tetap.jalan terus dengan cawapres yang melanggar etika, artinya ada kompromi atas standar etika Ini fakta. Dan kemudian, dalam pidato Bapak mengolok-olok tentang etika, saya tidak tega mengulanginya. Pertanyaannya, apa penjelasan Pak Prabowo tentang itu semua,” tanya Anis.
Pertanyaan Anies yang menyasar langsung ke instansi yang dipimpin Prabowo dan pencawapresan Gibran yang menghebohkan itu langsung ditanggapi Prabowo dengan nada tinggi.
“Jadi saudara-saudara, semua data yang saudara ungkapkan itu keliru semua. Jadi saya bersedia kita duduk, buka-bukaan. Mau bicara food estate, mau bicara apa, apa PT Teknologi Militer Indonesia, kita buka. Iya kan? Jadi di mana masalahnya?” Prabowo.menimpali.
“Saudara bicara etik-etik. Saya itu keberatan karena saya menilai, maaf ya, Anda desak-desak saya, saya terus terang aja saya menilai Anda tidak pantas bicara soal etik. Itu saja,” tukas Prabowo.
Prabowo melanjutkan,” Saya merasa Anda itu posturing. Anda itu menyesatkan. Itu saja. Saya boleh berpendapat kan? Saya menilai Anda tidak berhak bicara soal etik karena Anda memberi contoh yang tidak baik soal etika,”.
Perdebatan Anies dan Prabowo juga menyasar soal utang luar negeri. Bagi Anies Baswedan soal utang tidak masalah selama digunakan untuk kepentingan negara dan digunakan secara produktif. ” Utang kita gunakan untuk kegiatan produktif. Jangan digunakan untuk kegiatan yang non-produktif,” terangnya, seraya menambahkan, perlunya didorong skema kreatif untuk mencari utang luar negeri di antaranya dengan melibatkan swasta.
Anies Baswedan juga menyoroti soal pembelian senjata bekas. Seperti diketahui, pembelian 12 jet tempur Mirage 2000-5 bekas dari Qatar, yang pembeliannya ditunda. “Utang dipakai untuk membeli alutsista bekas oleh Kementerian Pertahanan itu bukan sesuatu yang tepat,” katanya.
Menurut Anies, beban utang sebuah negara idealnya maksimal mencapai 30 persen dari produk domestik bruto (PDB). “Sehingga aman, caranya menata utang, kedua memperbesar GDP (Gross Domestic Product),” jelasnya.
Merespons pernyataan Anies, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia mampu melunasi utang luar negeri. “Kita tidak pernah gagal bayar utang. Saya keliling negara-negara di dunia, mereka sangat hormat dengan Indonesia,” kata Prabowo.
Prabowo merasa optimis, hanya, tambahnya, kita harus punya pertahanan yang kuat supaya kita tidak diintervensi , tidak didominasi, tidak diintimidasi ekonomi, kekayaan, pembangunan kita untuk menuju Indonesia makmur dan jaya,” sambungnya.
Lebih lanjut dikemukakan, bahwa utang luar negeri Indonesia saat ini merupakan salah satu yang terendah di dunia.
Menurut Prabowo, rasio utang luar negeri Indonesia sekitar 40 persen dari produk domestik bruto (PDB). ” Dengan manajemen yang pruden (bijak) , pengelolaan yang baik, dengan strategi ekonomi yang tepat, terutama dengan hilirisasi. Dimana kita bisa mendapatkan keuntungan, bangsa ini memperkuat posisi tawar,” jelasnya.
Prabowo tidak merasa khawatir terhadap utang luar negeri Indonesia, apalagi terkait dengan intervensi negara lain. “Bahkan, apabila utang menembus 50 persen PDB, tidak masalah,” ujarnya yakin.
Menyinggung pernyataan Anies soal pembelian alutsista bekas, Prabowo menjelaskan, bahwa di mana pun pertahanan itu 50 persen merupakan alat-alat bekas.
Sementara itu capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengatakan, harus hati-hati dalam berutang karena banyak negara kolaps karena utang. Dalam hal ini diperlukan juga sistem yang anti korupsi.
Mantan Gubernur Jawa Tengah ini menambahkan, industri pertahanan dalam negeri juga harus dikuatkan sehingga tidak perlu membeli alutsista bekas dengan cara utang.
Bisa dikatakan debat capres kedua ini terasa hidup dan dinamis karena keberanian Anies Baswedan paslon nomor urut 1 melontarkan pendapat yang kritis dan gagasan alternatif sehingga debat tidak monoton.
Namun, Presiden Jokowi memberikan penilaian lain. Menurutnya, banyak yang kecewa dengan debat capres kedua ini, karena debat menyerang secara personal.
‘Saling menyerang tidak apa-apa, tapi yang diserang kebijakan, policy, visinya yang diserang, bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal, saya kira nggak perlu. Enggak baik, tidak mengedukasi,” tuturnya.
Jokowi melihat, dalam debat substansi dari visinya tidak kelihatan, yang kelihatan justeru saling menyerang yang sebetulnya tidak apa-apa asal kebijakan, asal policy, asal visi, tidak apa-apa. “Tapi kalau sudah menyerang personal, pribadi yang tidak ada hubungan dengan konteks debat mengenai hubungan internasional, mengenai geopolitik, mengenai pertahanan dan lain-lain, saya kira kurang memberikan pendidikan, kurang mengedukasi masyarakat,” terang Jokowi.
Jokowi mengusulkan agar format debat diperbaiki dengan aturan baru, Di antaranya ada ketentuan para capres tidak melakukan serangan secara personal.
Senada dengan Presiden Jokowi, Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto sepakat debat calon presiden tidak melakukan penyerangan secara personal.
Namun, dalam.pengamatan Andi Widjajanto serangan personal justeru banyak dilakukan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto kepada cspres nomor nlmor urut 1 Anies Baswedan.
“Saya setuju dengan Pak Jokowi serangan secara personal harus dihindari, ya contohnya serangan Pak Prabowo Subianto ke Pak Annes yang mengatakan, “Sorry ye, sorry ye Mas Anies,” ucap Andi Widjajanto.
Dalam debat capres ini memang terlihat Prabowo mendapat serangan yang cukup gencar dari paslon nomor urut 1 dan paslon nomor urut 3, terutama yang terkait dengan bidang pertahanan, yang seharusnya bidang yang sangat dikuasai oleh Prabowo. Tapi, dalam debat ini Prabowo lebih banyak “bertahan” dan terkesan jawabannya tidak memuaskan dua paslon pesaingnya.
Ganjar Pranowo misalnya dari capres nomor urut 3 secara terbuka mengkritik soal pembelian pesawat bekas. Menurut Ganjar, awalnya ia percaya bahwa Prabowo benar-benar paham soal ini. “Namun, setelah berbicara ke pilot angkatan udara, ia mengatakan kebijakan yang top down membuat mereka hanya menerima saja,” ucapnya.
Ganjar menambahkan, soal alat alutsista bekas, mantan Menhan Juwono Sudarsono pernah menolak itu, dan apa yang bapak rencanakan itu ditunda. Apa artinya? Perencanaannya terlalu gegabah pada persoalan, dan keseriusan itu tidak dimunculkan sama sekali pada pengelolaan industri pertahanan dalam negeri.
Mantan anggota DPR-RI ini juga mengkritisi indeks pertahanan, militer dan perdamaian Indonesia yang terus menurun.
“Pak saya senang bapak kalau mau bantah data saya. Global Peace kita, menurut global military turun, kapabilitas militer dari Lowy Institute Asia Power Indeks turun, proporsi anggaran militer turun..Saya ingin tanya capaian MEF (Minimum Essential Force) itu cuma sampai 65,49 persen dari target 79 persen. Kenapa terjadi penurunan?,” tanya Ganjar.
Prabowo menjelaskan, pihaknya telah menyusun rencana pertahanan, namun mandek karena yang menentukan pembelanjaan ada unsur dari Menteri Keuangan. ” Masalah yang kita hadapi, dan saya memang sudah menjadi menteri pertahanan 4 tahun, tetapi kita diganggu oleh Covid 2 tahun dimana terjadi refocusing,” ujar Prabowo.
“Jadi sebagai seorang menteri, sebagai seorang team player saya harus loyal. Jadi saya tidak banyak bicara di depan umum,” imbuhnya.
Ganjar mengaku tidak puas atas jawaban Prabowo.Ia menganggap.Prabowo tidak menjawab sama sekali pertanyaannya, seraya menyentil jawaban Menhan tersebut yang kembali menyinggung rencana pembelian pesawat tempur bekas.
“Maaf kali ini Bapak tidak menjawab sama sekali. Saya pengen data yang Bapak katakan salah, itu silahkan Anda bantah. Bapak tidak mampu bantah dan Bapak sebutkan pesawat bekas”.
Prabowo menjelaskan kembali, menurutnya tidak fair bila Ganjar meminta penjelasan yang panjang dan jelas namun ada batasan waktu dari KPU.
“Anda minta saya kasih penjelasan yang begitu rumit, tapi waktu saya terbatas. Oh saya transparan saudara dan yang saya katakan kalau kita bicara MEF, MEF itu mulai dari berapa periode yang lalu,” ujarnya.
Kekurangpuasan jawaban yang diberikan oleh Prabowo kepada paslon debatnya, menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuannya berdebat. Menurut sastrawan Goenawan Mohamad, Prabowo memang tidak dididik di dunia akademis dan tak pernah memimpin organisasi mahasiswa. Di kalangan ilmuan debat itu mesti. Dalam organisasi mahasiswa, debat itu praktis menu sehari-hari.
Menurut pendiri Majalah TEMPO ini, Ganjar dan Anies mengalami proses jadi dewasa di kampus dan dalam organisasi mahasiswa. Mereka biasa menggugat, mempertanyakan pendapat dengan fakta.
“Di kalangan militer, hal itu tak lazim. Di sini perintah dan kepatuhan adalah utama. Maka Prabowo tampak kewalahan dalam debat,” pungkas wartawan senior ini.