Aktualita

Menunggu Optimisme Kepemimpinan Baru BGN

Tidak sampai dua bulan menjabat,  Nanik S. Deyang menyatakan pengunduran dirinya sebagai Kepala Badan Gizi Nasinal atau BGN. Nanik diangkat sebagai Kepala BGN pada 2 Juni 2026. Pernyataan Nanik mundur diungkapkan melalui akun media sosial Facebook ( FB) miliknya.

Alasannya karena ia ingin berobat ke luar negeri. Mantan wartawati ini menyatakan bahwa ia menderita penyakit jantung. “Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di  luar negeri untuk jantung saya, rencananya hari ini (22/7/ 2026) saya berangkat,” kata Nanik. Ia  menambahkan bukan  tidak percaya dengan pengobatan di dalam negeri. “Ini  bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju,” ujarnya.

Pernyataan maaf untuk mundur sebagai Kepala BGN diterima oleh  Presiden Prabowo, dan  memintanya sebagai pengawas kinerja BGN, melalui dewan pengawas yang bakal dibentuk.

“Saya sampaikan  ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya , Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” imbuhnya.

Semula, banyak pihak yang meragukan kemampuan Nanik mengelola institusi raksasa yang terbukti jadi sarang korupsi itu. Dikabarkan, setiap hari rumahnya didatangi para investor dan  pengelola SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang meminta kejelasan mengenai kelanjutan SPPG yang telanjur mereka bangun. Inilah antara lain yang membuat Nanik dalam tekanan berat sehingga kesehatannya merosot. Belum lagi soal  tunggakan BGN yang mencapai Rp1,6 triliun.

Tepat pada hari Nanik menyatakan mundur sebagai Kepala BGN (22/7/2026) pagi, pada hari itu juga pemerintah menunjuk pengganti Nanik yakni Sudaryono yang sekarang menjabat Wakil Menteri Pertanian. Pelantikan digelar di Istana Negara yang dilakukan Presiden Prabowo pada Rabu (22/7/2026) sore hari dan disertai sumpah jabatan. “ Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja sebaik-baiknya , dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucapnya.

Sudaryono dilantik sebagai Kepala BGN berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 788 Tahun 2026.

Melihat jejak rekamnya, Sudaryono bukanlah ahli gizi, namun  lebih dikenal sebagai politisi dan “orang dekat” Presiden Prabowo. Kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 23 Januari I985 ini pernah menjadi asisten pribadi Prabowo Subianto sebagai Ketum Partai Gerindra.

Ia juga tercatat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

Dalam jajaran Partai Gerindra karirnya mencuat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen)   pada tahun 2020. Selanjutnya ditugaskan memimpin DPD Partai Gerindra Jawa Tengah. Ia menjabat Wakil Menteri Pertanian di era Presiden Jokowi dilantik I8 Juli 2024 dan kemudian diangkat kembali oleh Presiden Prabowo pada 2I Oktober 2024.

Tampaknya belum muncul optimisme di masyarakat  dengan pergantian Kepala BGN yang baru ini. Dalam waktu singkat pergantian tiga kepala BGN ini yang semuanya tidak berlatar ahli gizi, melainkan dari kalangan ahli serangga, mantan wartawan dan loyalis Presiden Prabowo, dan sekarang Kepala BGN dipimpin latarbelakang politisi dan rangkap jabatan sebagai Wakil Menteri Pertanian.

Sebuah program besar dengan dana triliunan bagaimanapun perlu konsentrasi  dan fokus mengerjakannya agar bisa berhasil dengan baik. Tapi persoalan program makan gratis ini memang jauh lebih besar daripada mengganti pejabat yang tidak kompeten. Banyak kalangan yang meminta agar program ini ditinjau kembali secara menyeluruh.

Arfendi Arif

Arfendi Arif, Redaktur Panji Masyarakat, pengasuh Majalah Inhouse Magazine, dan penulis buku dan biografi. Tinggal di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button