Pengalaman Religius

Toto “Tarzan” Muriadi (2): Harus Punya “Ilmu Siap”

Bagi seorang muslim, salat memang kewajiban. Saya pernah mengalami masa longgar, salat  bolong-bolong, justru saat saya sudah dewasa. Ini akibat kesibukan dalam pertunjukan. Saya sadari itu kesalahan, tapi saya biasanya segera mencari imbangannya. Yakni dengan banyak berdoa dan bersedekah. Memberi sesuatu bagi orang yang perlu, kan termasuk ibadah. Jangan diartikan ini penggganti salat saya, bukan. Saya tetap sadar bahwa salat itulah yang wajib. Insya Allah saya akan konsisten menegakkannya.

https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?gdpr=0&us_privacy=1—&gpp_sid=-1&client=ca-pub-6975646565507985&output=html&h=280&adk=2565659992&adf=4100816541&w=600&abgtt=6&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1736810509&num_ads=1&rafmt=1&armr=3&sem=mc&pwprc=6424621173&ad_type=text_image&format=600×280&url=https%3A%2F%2Fpanjimasyarakat.com%2F2024%2F10%2F08%2Ftoto-tarzan-muriadi-2-harus-punya-ilmu-siap%2F&fwr=0&pra=3&rh=150&rw=600&rpe=1&resp_fmts=3&wgl=1&fa=27&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTAuMC4wIiwieDg2IiwiIiwiMTMxLjAuNjc3OC4yMDUiLG51bGwsMCxudWxsLCI2NCIsW1siR29vZ2xlIENocm9tZSIsIjEzMS4wLjY3NzguMjA1Il0sWyJDaHJvbWl1bSIsIjEzMS4wLjY3NzguMjA1Il0sWyJOb3RfQSBCcmFuZCIsIjI0LjAuMC4wIl1dLDBd&dt=1736810508592&bpp=3&bdt=1150&idt=-M&shv=r20250109&mjsv=m202501090101&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID%3D9c3493f4247f26dc%3AT%3D1730608121%3ART%3D1736810504%3AS%3DALNI_MaX8JqtACDibKwh0M9lG65lwWbxQw&gpic=UID%3D00000f5e841bcd04%3AT%3D1730608121%3ART%3D1736810504%3AS%3DALNI_MYHgiV2NGjThtXl2g-kHZBhDQl_Aw&eo_id_str=ID%3Db829a250c1d1ed39%3AT%3D1730608121%3ART%3D1736810504%3AS%3DAA-AfjZDlyLQch3Y-p_fSNO2qbbE&prev_fmts=0x0%2C1200x280&nras=3&correlator=7668910742160&frm=20&pv=1&u_tz=420&u_his=27&u_h=1080&u_w=1920&u_ah=1040&u_aw=1920&u_cd=24&u_sd=1&dmc=8&adx=487&ady=1942&biw=1903&bih=953&scr_x=0&scr_y=0&eid=31088038%2C31088670%2C95350245%2C31088250%2C95347432%2C95348348&oid=2&pvsid=2528442500355580&tmod=1711068816&uas=0&nvt=1&ref=https%3A%2F%2Fpanjimasyarakat.com%2Fpengalaman-religius%2F&fc=1408&brdim=0%2C0%2C0%2C0%2C1920%2C0%2C1920%2C1040%2C1920%2C953&vis=1&rsz=%7C%7Cs%7C&abl=NS&fu=128&bc=31&bz=1&td=1&tdf=2&psd=W251bGwsbnVsbCxudWxsLDNd&nt=1&ifi=4&uci=a!4&btvi=1&fsb=1&dtd=447

Sungguh satu kenikmatan tatkala saya melakukan ibadah salat berjamaah, bersama istri dan anak. Suasana terasa benar, ada perasaan sayang dan saling menghargai. Saya sekelebatan merasakan percik-percik sinar keluarga sakinah. Ketika itu ada perasaan, kira-kira, ya begini ini sebagian kecil pancaran rahmat Allah yang namanya keluarga sakinah itu.

Selama ini saya mengajarkan kepada keluarga untuk memiliki “ilmu siap”. Itu saja intinya. “Ilmu siap” artinya, dalam keadaan apa pun kita harus siap menghadapinya. Apa pun yang terjadi, apa pun yang menimpa kita, yang kita alami, harus disambut dengan rasa syukur sebagai nikmat dari Allah. Ibadah yang pokok, diiringi menanamkan rasa syukur setiap saat, membuat kami sekeluarga selalu siap.

Saya yakin, Tuhan selalu bersama saya. Saya sering bertemu Dia. Saya berupaya menegakkan salat berjamaah di mana pun. Bahkan pernah pula bersama Gus Dur sebelum beliau menjadi presiden, juga dengan ulama lainnya. Pengalaman seperti itu ikut berperan menambah kuat batin saya. Buat saya kebenaran itu meski bagaimanapun akan selalu datang karena Kuncinya kita selalu sadar Tuhan bersama kita.

https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?gdpr=0&us_privacy=1—&gpp_sid=-1&client=ca-pub-6975646565507985&output=html&h=280&adk=2565659992&adf=778882193&w=600&abgtt=6&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1736810509&num_ads=1&rafmt=1&armr=3&sem=mc&pwprc=6424621173&ad_type=text_image&format=600×280&url=https%3A%2F%2Fpanjimasyarakat.com%2F2024%2F10%2F08%2Ftoto-tarzan-muriadi-2-harus-punya-ilmu-siap%2F&fwr=0&pra=3&rh=150&rw=600&rpe=1&resp_fmts=3&wgl=1&fa=27&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTAuMC4wIiwieDg2IiwiIiwiMTMxLjAuNjc3OC4yMDUiLG51bGwsMCxudWxsLCI2NCIsW1siR29vZ2xlIENocm9tZSIsIjEzMS4wLjY3NzguMjA1Il0sWyJDaHJvbWl1bSIsIjEzMS4wLjY3NzguMjA1Il0sWyJOb3RfQSBCcmFuZCIsIjI0LjAuMC4wIl1dLDBd&dt=1736810508592&bpp=2&bdt=1150&idt=-M&shv=r20250109&mjsv=m202501090101&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID%3D9c3493f4247f26dc%3AT%3D1730608121%3ART%3D1736810504%3AS%3DALNI_MaX8JqtACDibKwh0M9lG65lwWbxQw&gpic=UID%3D00000f5e841bcd04%3AT%3D1730608121%3ART%3D1736810504%3AS%3DALNI_MYHgiV2NGjThtXl2g-kHZBhDQl_Aw&eo_id_str=ID%3Db829a250c1d1ed39%3AT%3D1730608121%3ART%3D1736810504%3AS%3DAA-AfjZDlyLQch3Y-p_fSNO2qbbE&prev_fmts=0x0%2C1200x280%2C600x280&nras=4&correlator=7668910742160&frm=20&pv=1&u_tz=420&u_his=27&u_h=1080&u_w=1920&u_ah=1040&u_aw=1920&u_cd=24&u_sd=1&dmc=8&adx=487&ady=2760&biw=1903&bih=953&scr_x=0&scr_y=0&eid=31088038%2C31088670%2C95350245%2C31088250%2C95347432%2C95348348&oid=2&pvsid=2528442500355580&tmod=1711068816&uas=0&nvt=1&ref=https%3A%2F%2Fpanjimasyarakat.com%2Fpengalaman-religius%2F&fc=1408&brdim=0%2C0%2C0%2C0%2C1920%2C0%2C1920%2C1040%2C1920%2C953&vis=1&rsz=%7C%7Cs%7C&abl=NS&fu=128&bc=31&bz=1&td=1&tdf=2&psd=W251bGwsbnVsbCxudWxsLDNd&nt=1&ifi=5&uci=a!5&btvi=2&fsb=1&dtd=514

Bukan takabur kalau saya katakan, keyakinan ini membuat saya menghadapi apa pun, siapa pun, keadaan apa pun, tidak pernah takut, kecuali kepada Allah. – Maka itu, saat saya diundang menghibur prajurit TNI di Timor Timur pada 1980, saya sanggupi. Keadaannya saat itu masih sangat mengerikan kan? Alhamdulillah, saya berani dan bisa pulang dengan selamat. Padahal saat itu tentara banyak yang mati, mayat di mana-mana,seharian terjadi pembunuhan. Kejadiannya sering tak jauh dari lokasi saya menghibur. Pembunuhan dan peperangan terjadi di sekeliling saya.

Meski sudah begitu, rasanya belum cukup. Ada kewajiban muslim selain salat. Kalau mampu, ya harus berhaji. Niatan ini sudah lama muncul di hati saya. Namun kondisi ekonomi saya belum memungkinkan. Rupanya kalau kita sempat punya niat ingin berhaji, Allah membukakan jalan mencapai niatan itu. Meski kemudian niatan itu tak terlalu dipikir-pikir lagi. Nah, saya mengalami kejadian unik dalam soal haji ini. Suatu ketika saya syuting di TVRI di Solo. Waktu itu saya menyelipkan kata-kata, “Perkenalkan nama saya Tarzan, saya ini calhaj, calon haji.”

Pertunjukan itu memang untuk menghibur para calon haji. Selesai tampil saya tak pernah memikirkan kata-kata itu lagi. Setelah acara di Solo itu saya terdorong untuk membeli sarung dan sajadah. Waktu itu belum ada niat saya naik haji saat itu. Cuma di benak saya sempat terpikir, siapa tahu suatu saat ini bisa digunakan untuk menunuikan ibadah haji. Jadi, soal haji ini baru sebatas keinginan. Bisanya baru beli sajadah dan sarung. Eh, sehari setelah “si calhaj main-main” ini membeli sarung dan sajadah, yang entah kapan bakal dibawa berhaji, telepon berdering. Di ujung telepon, ternyata terdengar kabar dari Dirjen Urusan Haji Departemen Agama. Mereka bilang, saya mendapat kesempatan berhaji atas biaya negara. Alhamdulillah. Saya pun berangkat, sendirian waktu itu. Inilah haji perdana saya, meski atas biaya negara saya sangat bersyukur bisa berhaji pada 1983 itu.

https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?gdpr=0&us_privacy=1—&gpp_sid=-1&client=ca-pub-6975646565507985&output=html&h=280&adk=2565659992&adf=1211868878&w=600&abgtt=6&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1736810509&num_ads=1&rafmt=1&armr=3&sem=mc&pwprc=6424621173&ad_type=text_image&format=600×280&url=https%3A%2F%2Fpanjimasyarakat.com%2F2024%2F10%2F08%2Ftoto-tarzan-muriadi-2-harus-punya-ilmu-siap%2F&fwr=0&pra=3&rh=150&rw=600&rpe=1&resp_fmts=3&wgl=1&fa=27&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTAuMC4wIiwieDg2IiwiIiwiMTMxLjAuNjc3OC4yMDUiLG51bGwsMCxudWxsLCI2NCIsW1siR29vZ2xlIENocm9tZSIsIjEzMS4wLjY3NzguMjA1Il0sWyJDaHJvbWl1bSIsIjEzMS4wLjY3NzguMjA1Il0sWyJOb3RfQSBCcmFuZCIsIjI0LjAuMC4wIl1dLDBd&dt=1736810508592&bpp=2&bdt=1149&idt=-M&shv=r20250109&mjsv=m202501090101&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID%3D9c3493f4247f26dc%3AT%3D1730608121%3ART%3D1736810504%3AS%3DALNI_MaX8JqtACDibKwh0M9lG65lwWbxQw&gpic=UID%3D00000f5e841bcd04%3AT%3D1730608121%3ART%3D1736810504%3AS%3DALNI_MYHgiV2NGjThtXl2g-kHZBhDQl_Aw&eo_id_str=ID%3Db829a250c1d1ed39%3AT%3D1730608121%3ART%3D1736810504%3AS%3DAA-AfjZDlyLQch3Y-p_fSNO2qbbE&prev_fmts=0x0%2C1200x280%2C600x280%2C600x280&nras=5&correlator=7668910742160&frm=20&pv=1&u_tz=420&u_his=27&u_h=1080&u_w=1920&u_ah=1040&u_aw=1920&u_cd=24&u_sd=1&dmc=8&adx=487&ady=3811&biw=1903&bih=953&scr_x=0&scr_y=0&eid=31088038%2C31088670%2C95350245%2C31088250%2C95347432%2C95348348&oid=2&pvsid=2528442500355580&tmod=1711068816&uas=0&nvt=1&ref=https%3A%2F%2Fpanjimasyarakat.com%2Fpengalaman-religius%2F&fc=1408&brdim=0%2C0%2C0%2C0%2C1920%2C0%2C1920%2C1040%2C1920%2C953&vis=1&rsz=%7C%7Cs%7C&abl=NS&fu=128&bc=31&bz=1&td=1&tdf=2&psd=W251bGwsbnVsbCxudWxsLDNd&nt=1&ifi=6&uci=a!6&btvi=3&fsb=1&dtd=528

Baru pada 1995 saya sendiri bisa menyisihkan sebagian rezeki untuk biaya umrah. Kali ini pun masih sendirian. Dua tahun kemudian baru pergi haji bersama keluarga. Semua itu atas kemudahan dari Allah, rezeki saya lumayan lancar.

Tidak ada hal istimewa yang saya alami ketika saya berhaji, selain perasaan saya sama sebagaimana kebanyakan orang yang pergi haji. Bahwa ketika menginjak Tanah Suci dan mendengar ayat suci Al-Qur’an, hati saya bergetar, keharuan memenuhi hati, dan makin menyadari bahwa saya ini tidak ada apa-apanya di hadapan Allah.

Hidup Bersandiwara

Saya sadar ilmu dan harta yang telah saya dapatkan bukan sepenuhnya milik saya. Ilmu agama misalnya, sebelum haji pun meski satu dua ayat saya selalu upayakan bisa masuk dalam suatu casting ketika kebetulan saya memerankan orang yang memberi nasihat. Tentu berbeda kalau saya sedang berperan sebagai maling, saya pun akan bersikap seperti maling.

Itu semua memang dalam sandiwara. Sandiwara adalah hidup saya, tetapi saya tidak bisa hidup bersandiwara. Rintangan dan cobaan dalam hidup saya selalu ada. Ini semua insya Allah akan teratasi dengan “ilmu siap”, yang selalu saya pakai dalam menghadapi kehidupan. “Ilmu siap” selalu dipakai pada masa muda, sebelum masa tua datang, memanfaatkan masa sehat sebelum masa sakit datang, memanfaatkan masa hidup saya sebelum kematian datang menjemput.

https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?gdpr=0&us_privacy=1—&gpp_sid=-1&client=ca-pub-6975646565507985&output=html&h=280&adk=2565659992&adf=2386485148&w=600&abgtt=6&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1736810509&num_ads=1&rafmt=1&armr=3&sem=mc&pwprc=6424621173&ad_type=text_image&format=600×280&url=https%3A%2F%2Fpanjimasyarakat.com%2F2024%2F10%2F08%2Ftoto-tarzan-muriadi-2-harus-punya-ilmu-siap%2F&fwr=0&pra=3&rh=150&rw=600&rpe=1&resp_fmts=3&wgl=1&fa=27&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTAuMC4wIiwieDg2IiwiIiwiMTMxLjAuNjc3OC4yMDUiLG51bGwsMCxudWxsLCI2NCIsW1siR29vZ2xlIENocm9tZSIsIjEzMS4wLjY3NzguMjA1Il0sWyJDaHJvbWl1bSIsIjEzMS4wLjY3NzguMjA1Il0sWyJOb3RfQSBCcmFuZCIsIjI0LjAuMC4wIl1dLDBd&dt=1736810508508&bpp=4&bdt=1065&idt=4&shv=r20250109&mjsv=m202501090101&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID%3D9c3493f4247f26dc%3AT%3D1730608121%3ART%3D1736810504%3AS%3DALNI_MaX8JqtACDibKwh0M9lG65lwWbxQw&gpic=UID%3D00000f5e841bcd04%3AT%3D1730608121%3ART%3D1736810504%3AS%3DALNI_MYHgiV2NGjThtXl2g-kHZBhDQl_Aw&eo_id_str=ID%3Db829a250c1d1ed39%3AT%3D1730608121%3ART%3D1736810504%3AS%3DAA-AfjZDlyLQch3Y-p_fSNO2qbbE&prev_fmts=0x0%2C1200x280%2C600x280%2C600x280%2C600x280%2C300x600%2C300x600&nras=8&correlator=7668910742160&frm=20&pv=1&u_tz=420&u_his=27&u_h=1080&u_w=1920&u_ah=1040&u_aw=1920&u_cd=24&u_sd=1&dmc=8&adx=487&ady=3927&biw=1903&bih=953&scr_x=0&scr_y=257&eid=31088038%2C31088670%2C95350245%2C31088250%2C95347432%2C95348348&oid=2&pvsid=2528442500355580&tmod=1711068816&uas=0&nvt=1&ref=https%3A%2F%2Fpanjimasyarakat.com%2Fpengalaman-religius%2F&fc=1408&brdim=0%2C0%2C0%2C0%2C1920%2C0%2C1920%2C1040%2C1920%2C953&vis=1&rsz=%7C%7Cs%7C&abl=NS&fu=128&bc=31&bz=1&td=1&tdf=2&psd=W251bGwsbnVsbCxudWxsLDNd&nt=1&ifi=7&uci=a!7&btvi=6&fsb=1&dtd=1102

Tuhan sering menguji “ilmu siap” ini. Bagaimana ujian itu, saya rasa cukup menjadi rahasia kami sekeluarga. Dari setiap kejadian, saya selalu mensyukurinya. Meskipun hal itu sesuatu yang tidak enak. Misalnya saja ketika saya sudah siap akan show dan besok sudah pasti berangkat, tahu-tahu dibatalkan mendadak. Saya menerimanya dengan pemikiran, oh itu memang belum waktunya. Belum rezeki saya.

Sebagai pelawak, saya pernah mengalami hidup paspasan. Bahkan pada 1970-an (sampai 1979), saat bergabung dengan Srimulat di Surabaya, penghasilan saya cuma sekitar seribu rupiah per hari. Kami hidup serba irit. Saat itu datang tawaran dari salah satu perusahaan bahwa saya  harus rekaman kaset untuk mempromosikan obat. Untuk setiap unit kaset, saya mendapat honor sekitar dua ribu rupiah. Kalau mencapai 60 kaset berarti saya akan menerima Rp160.000. Saya sudah yakin betul, tak lama lagi bakal pegang uang lumayan. Habis mendapat kepastian itu saya ngebon membeli televisi berwarna. Saat itu harganya masih sekitar seratus ribuan. Baru dua hari rekaman, Srimulat menugaskan saya ke daerah Tuungagung sampai satu bulan lamanya. Buyarlah impian saya mendapat honor umayan dari pengerjaan kaset itu. Namanya manusia, cuma bisa berencana, Tuhan jugalah yang menentukan. Ini kan namanya cobaan.

https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?gdpr=0&us_privacy=1—&gpp_sid=-1&client=ca-pub-6975646565507985&output=html&h=280&adk=2565659992&adf=2472377864&w=600&abgtt=6&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1736810521&num_ads=1&rafmt=1&armr=3&sem=mc&pwprc=6424621173&ad_type=text_image&format=600×280&url=https%3A%2F%2Fpanjimasyarakat.com%2F2024%2F10%2F08%2Ftoto-tarzan-muriadi-2-harus-punya-ilmu-siap%2F&fwr=0&pra=3&rh=150&rw=600&rpe=1&resp_fmts=3&wgl=1&fa=27&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTAuMC4wIiwieDg2IiwiIiwiMTMxLjAuNjc3OC4yMDUiLG51bGwsMCxudWxsLCI2NCIsW1siR29vZ2xlIENocm9tZSIsIjEzMS4wLjY3NzguMjA1Il0sWyJDaHJvbWl1bSIsIjEzMS4wLjY3NzguMjA1Il0sWyJOb3RfQSBCcmFuZCIsIjI0LjAuMC4wIl1dLDBd&dt=1736810508523&bpp=3&bdt=1081&idt=3&shv=r20250109&mjsv=m202501090101&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID%3D9c3493f4247f26dc%3AT%3D1730608121%3ART%3D1736810504%3AS%3DALNI_MaX8JqtACDibKwh0M9lG65lwWbxQw&gpic=UID%3D00000f5e841bcd04%3AT%3D1730608121%3ART%3D1736810504%3AS%3DALNI_MYHgiV2NGjThtXl2g-kHZBhDQl_Aw&eo_id_str=ID%3Db829a250c1d1ed39%3AT%3D1730608121%3ART%3D1736810504%3AS%3DAA-AfjZDlyLQch3Y-p_fSNO2qbbE&prev_fmts=0x0%2C1200x280%2C600x280%2C600x280%2C600x280%2C300x600%2C300x600%2C600x280%2C260x894&nras=9&correlator=7668910742160&frm=20&pv=1&u_tz=420&u_his=27&u_h=1080&u_w=1920&u_ah=1040&u_aw=1920&u_cd=24&u_sd=1&dmc=8&adx=487&ady=4460&biw=1903&bih=953&scr_x=0&scr_y=677&eid=31088038%2C31088670%2C95350245%2C31088250%2C95347432%2C95348348&oid=2&pvsid=2528442500355580&tmod=1711068816&uas=1&nvt=1&ref=https%3A%2F%2Fpanjimasyarakat.com%2Fpengalaman-religius%2F&fc=1408&brdim=0%2C0%2C0%2C0%2C1920%2C0%2C1920%2C1040%2C1920%2C953&vis=1&rsz=%7C%7Cs%7C&abl=NS&fu=128&bc=31&bz=1&td=1&tdf=2&psd=W251bGwsbnVsbCxudWxsLDNd&nt=1&ifi=8&uci=a!8&btvi=8&fsb=1&dtd=12572

Selain soal ekonomi, Cobaan lain juga pernah menerpa kehidupan saya “justru saat saya barupulang dari Tanah Suci pada 1984. Khalayak sudah tahu melalui media massa, saya pernah diributkan media massa, dituduh memperkosa. Ini cobaan yang luar biasa buat kami sekeluarga. Pengalaman itu membuat saya betul-betul merasa diuji. Kami sekeluarga sungguh malu. Yah, namanya orang menuduh, bisa ngomong apa saja. Namun karena saya yakin, saya tidak bersalah, akhirnya nggak ada apa-apa. Itulah salah satu ujian berat, bagaimana Allah menguji “ilmu siap” Yang saya genggam kejadian memalukan itu sebetulnya berlatar belakang pemerasan. Mengapa dan bagaimana itu terjadi, saya tak ingin menguraikannya di sini. Biarlah itu cukup menjadi masa lalu yang tak perlu diungkit-ungkit lagi.

Koleksi Minuman Haram

Hidup ini ada dua jalan, yang benar dan yang salah. Kesadaran ini harus ada sesuatu buat mengingatkan saya ke banyak tempat juga mendukung hobi saya untuk mengumpulkan berbagai merek minuman haram Tapi jangan salah sangka, saya membeli, mengumpulkan dan menaruh berbagai macam minuman itu dalam satu lemari, hanya untuk mengingatkan diri saya bahwa barang-barang seperti itu akan dapat merusak diri kita. Benda-benda haram itu saya simpan dalam satu lemari kaca. Dalam lemari kaca yang lain, saya mengumpulkan barang-barang yang identik dengan Isi Misalnya mushaf Al Qur’an dan bermacam benda lainnya dari beru bagai tempat. Beberapa di antaranya berasal dari luar negeri. Ini pun untuk mengingatkan diri saya saja. Hobi mengoleksi benda-benda itu, selain sebagai media pengingat, juga karena dorongan seni, jiwa kesenimanan saya yang menyukai keindahan dan keunikan.

https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?gdpr=0&us_privacy=1—&gpp_sid=-1&client=ca-pub-6975646565507985&output=html&h=280&adk=2565659992&adf=164052978&w=600&abgtt=6&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1736810523&num_ads=1&rafmt=1&armr=3&sem=mc&pwprc=6424621173&ad_type=text_image&format=600×280&url=https%3A%2F%2Fpanjimasyarakat.com%2F2024%2F10%2F08%2Ftoto-tarzan-muriadi-2-harus-punya-ilmu-siap%2F&fwr=0&pra=3&rh=150&rw=600&rpe=1&resp_fmts=3&wgl=1&fa=27&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTAuMC4wIiwieDg2IiwiIiwiMTMxLjAuNjc3OC4yMDUiLG51bGwsMCxudWxsLCI2NCIsW1siR29vZ2xlIENocm9tZSIsIjEzMS4wLjY3NzguMjA1Il0sWyJDaHJvbWl1bSIsIjEzMS4wLjY3NzguMjA1Il0sWyJOb3RfQSBCcmFuZCIsIjI0LjAuMC4wIl1dLDBd&dt=1736810508538&bpp=4&bdt=1095&idt=4&shv=r20250109&mjsv=m202501090101&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID%3D9c3493f4247f26dc%3AT%3D1730608121%3ART%3D1736810504%3AS%3DALNI_MaX8JqtACDibKwh0M9lG65lwWbxQw&gpic=UID%3D00000f5e841bcd04%3AT%3D1730608121%3ART%3D1736810504%3AS%3DALNI_MYHgiV2NGjThtXl2g-kHZBhDQl_Aw&eo_id_str=ID%3Db829a250c1d1ed39%3AT%3D1730608121%3ART%3D1736810504%3AS%3DAA-AfjZDlyLQch3Y-p_fSNO2qbbE&prev_fmts=0x0%2C1200x280%2C600x280%2C600x280%2C600x280%2C300x600%2C300x600%2C600x280%2C260x894%2C600x280&nras=10&correlator=7668910742160&frm=20&pv=1&u_tz=420&u_his=27&u_h=1080&u_w=1920&u_ah=1040&u_aw=1920&u_cd=24&u_sd=1&dmc=8&adx=487&ady=5180&biw=1903&bih=953&scr_x=0&scr_y=1530&eid=31088038%2C31088670%2C95350245%2C31088250%2C95347432%2C95348348&oid=2&pvsid=2528442500355580&tmod=1711068816&uas=3&nvt=1&ref=https%3A%2F%2Fpanjimasyarakat.com%2Fpengalaman-religius%2F&fc=1408&brdim=0%2C0%2C0%2C0%2C1920%2C0%2C1920%2C1040%2C1920%2C953&vis=1&rsz=%7C%7Cs%7C&abl=NS&fu=128&bc=31&bz=1&td=1&tdf=2&psd=W251bGwsbnVsbCxudWxsLDNd&nt=1&ifi=9&uci=a!9&btvi=9&fsb=1&dtd=14487

Keberagamaan, sedapat mungkin menjadi pijakan saya melangkah dan berbuat sesuatu. Termasuk dalam urusan mengelola penghasilan. Islam mengajarkan kepada kita untuk mengeluarkan zakat penghasilan sebesar dua setengah persen. Untuk menjaga pelaksanaannya, gampang saja. Supaya tidak lupa, saya sediakan kotak amal pribadi di tempat saya. Setiap saya memperoleh penghasilan apa pun entah itu uang dari melawak atau lainnya, selalu saya masukkan dua setengah persennya ke dalam kotak ini. Dengan kotak ini saya tidak akan lupa bersedekah danberzakat. Sayaakanselaluingat itu bukan hak saya. Isi kotak itu saya salurkan kepada mereka yang membutuhkannya.

Dalam usia yang makin menua, terpikir dalam benak saya, mulai sekarang sampai masa datang saya hanya ingin berbuat sesuatu untuk saudara saya yang tidak mampu. Kalau saya punya air, saya hanya ingin memberi pada orang yang sedang haus, kalau saya punya makanan, saya hanya ingin memberi mereka yang sedang lapar, Insya Allah, semua ini memudahkan perjalanan saya menghadap-Nya.

Sumber: Panji Masyarakat, 8 Desember 1999

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button