Aktualita

Muhammadiyah Membidik Sektor Ekonomi untuk Kemajuan Umat

Muhammadiyah tampaknya mulai serius menggarap sektor bisnis. Sebelumnya, cukup banyak wacana supaya ormas modern terbesar ini memang sudah selayaknya menggarap perekonomian untuk mengangkat kemajuan ekonomi umat.

Keinginan ini makin jelas ketika Juli 2024 lalu Muhammadiyah menerima Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ditawarkan pemerintah Presiden Jokowi. Muhammadiyah berharap bisa masuk sektor bisnis pertambangan dengan penggarapan yang lebih manusiawi untuk kesejahteraan rakyat dan melaksanakan amar makruf nahi munkar.

Geliat Muhammadiyah untuk berkiprah di bisnis mulai terkuak dengan menggarap sektor-sektor yang dibutuhkan rakyat banyak, dan juga untuk kalangan yang menengah atas di sektor yang padat modal. Misalnya, pada 23 Juni 2023 lalu Muhammadiyah secara resmi membuka untuk umum hotel SM Tower and Convention yang berlokasi di Yogyakarta. Inilah hotel pertama yang dibangun dan dimiliki Muhammadiyah yang langsung diresmikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Haedar Nashir mengungkapkan, bisnis hotel merupakan sejarah besar bagi Muhammadiyah. Sudah lama pihaknya merencanakan menggarap bisnis ini dengan professional dan dimanajemen langsung oleh persyarikatan Muhammadiyah.

Pembangunan hotel Muhammadiyah ini dibangun secara mandiri. Menelan biaya Rp50 juta untuk perizinan dan Rp50 miliar untuk pembangunan. Semua anggaran berasal dari kocek sendiri atau uang organisasi, tanpa pinjaman atau utang dari bank.

“Nanti kalau ke Jogja nginap di SM Tower and Convention ini saja, kalau penuh baru ke Gedung Muhammadiyah,” harap Haedar Nashir.

Aktifitas bisnis juga muncul dari pengurus Muhammadiyah di daerah. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik pada 18 Oktober 2024 lalu, melalui Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata, menginisiasi berdirinya perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Lokasinya terlerak di Jln. Raya Bungah Km 17 Gresik. Pabrik ini diperkirakan mulai beroperasi akhir Desember 2024 ini. Pembangunan pabrik air minum ini menelan dana awal Rp 2 miliar. Tingkat produksi per-tahun sekitar 2,4 juta liter, dan akan ditingkatjan sesuai permintaan pasar dan pengembangan bisnis.

Menurut Pimpinan Muhammadiyah Gresik (PDM Gresik), Muhammad Thoha, pembangunan perusahaan air minum ini merupakan wujud jihad ekonomi yang menjadi program prioritas PDM Gresik. “Fungsinya sebagai ikhtiar ekonomi yang dikembangkan dari,oleh, dan untuk Muhammadiyah serta masyarakat umum,” jelasnya.

Yang tergolong cukup lama membangun usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) ini adalah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar (Jateng).Dengan merek dagang “AirMu”, telah beroperasi sejak tahun 2017. Usaha ini dibangun dalam rangka meningkatkan kekuatan ekonomi umat, yang ke depan bahwa ekonomi akan sangat menentukan kesejahteraan dan kemajuan umat.

Sementara itu Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada 19 Septemebr 2024 lalu meluncurkan Program Air Minum Muhammadiyah (PAMMU). Lokasi program air bersih ini terletak di Desa Kadipiro, Kecamatan Sragen, Jawa Tengah. Program ini didanai Lazizmu Sragen dan didukung penuh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sambirejo.

Program yang bermula dari penemuan sumur air di lahan milik Sumanto Al-Faris ini, diduga memiliki kualitas air yang baik. Kemudian dilakukan penelitian oleh tim Fakultas Geografi UMS, dan ditemukan ternyata memenuhi baku mutu air minum.

“Kehadiran PAMMU menjadi solusi yang sangat dinantikan oleh masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Jumadi, pimpinan penelitian, yang juga Dekan Fakultas Geografi UMS.

Muhammadiyah juga memproduksi mi instan. Dengan merek “MieMu”. Diproduksi oleh Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surakarta sejak dua tahun lalu. Mi ini menggunakan bahan baku mocaf atau tepung singkong. MieMu diklaim lebih sehat karena rendah gula dan tidak mengandung MSG.

Mie Muhammadiyah ini terdiri dari tiga rasa, yaitu mi goreng, mi kuah rasa soto dan rasa ayam bawang.

Muhammadiyah juga merambah ke bisnis mue roti yang sudah dirintis sejak tahun 2016 oleh Muhammadiyah Daerah Surabaya (PDM Surabaya). Roti yang dinamakan Maida Cake Bakery ini menggunakan taqline “halal,lezat dan ekonomis”.

Setahun yang lalu, pada HUT RI ke-78, Pimpinan Muhammadiyah Wilayah (PMW) Kalimantan Selatan meluncurkan produk beras dengan merek “Berasmu”. Tujuan mengelola bisnis ini dengan harapan untuk meningkatkan perekonomian warga persyarikatan , khususnya petani padi atau beras.

Namun, yang tidak ketinggalan sebuah bisnis historis yang juga digarap Muhammadiyah adalah bisnis batik. Hal ini mengingatkan pada pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang merupakan seorang saudagar batik di Yogyakarta pada masa hidupnya.

Batik Muhammadiyah yang disebut Batik Nasional Muhammadiyah memadukan corak batik tradisional dengan logo Muhammadiyah.

Di tengah kemajuan dunia digital sekarang ini, Muhammadiyah juga merintis bidang informasi seperti TvMu, AdiTV dan RadioMu.

Apa yang dilakukan Muhammadiyah ini menunjukkan, bahwa Muhammadiyah bukan hanya semata organisasi, tetapi juga penggerak perubahan. Jika selama ini banyak berkiprah di bidang pendidikan, kesehatan, dakwah dan sosial, kini mulai bergerak dan menyasar bidang perekonomian. Inilah sektor yang paling strategis dan kunci mendongkrak kemajauan umat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button