Cakrawala

Menjadi Orangtua dan Anak Didik yang Sukses

Peran orangtua dalam mendidik anak, kapan dan di mana pun, sangat penting. Terlebih dalam menghadapi berbagai pengaruh kehidupan dan pergaulan yang merusak mental anak-anak yang saat ini amat memprihatinkan.

Pertama, adanya peredaran obat-obat terlarang seperti narkoba telah membawa korban ribuan para pemuda secara sia-sia, baik yang meninggal maupun yang harus dirawat untuk direhabilitasi. Para remaja yang mengalami ketergantungan pada narkoba selain tidak punya masa depan lagi dalam hidupnya, juga cenderung berbuat yang tidak terpuji untuk mendapatkan pil penenang ini. Bahkan, tidak jarang mereka diperalat oleh sindikat untuk kepentingan barang haram ini.

Kedua, kita juga perlu hati-hati dengan pengaruh internet yang saat ini semakin digemari kalangan muda. Internet ini sebenarnya bermanfaat dan positif sekali jika dimanfaatkan untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan, tapi jika anak-anak dan para remaja tidak dibimbing untuk memanfaatkan pada hal-hal yang positif maka hanya digunakan untuk mengakses gambar-gambar atau tayangan bersifat pornografi, permainan atau game, dan hal yang hanya membuang-buang waktu yang sanat berharga.Untuk itu hendaklah anak-anak dibimbing menggunakan internet untuk hal-hal yang positif.

Ketiga, supaya orang tua memperhatikan pergaulan anak-anak yang masih sekolah di tingkat lanjutan. Jangan sampai mereka terlibat dalam tawuran yang sekarang makin brutal sehingga menyebabkan kematian dan nyawanya melayang secara percuma.

Situasi kehidupan remaja yang merawankan hati sekarang ini haruslah dicermati para orang tua. Para ayah- ibu sebaiknya lebih ekstra waspada dalam memperhatikan pergaulan dan kehidupan anak masing-masing sehingga anak tidak terjerumus pada pergaulan yang merusak diri dan hari depannya.

Orangtua harus mulai memikirkan cara yang bijaksana dan simpatik dalam mendidik anak. Dengan demikian anak-anak merasa nyaman tinggal dalam keluarga. Anak-anak juga mulai diarahkan untuk melakukan hal-hal yang positif sehingga perhatiannya bisa dialihkan dari pergaulan yang tidak sehat yang didapat dalam lingkungan masyarakat.

Kewajiban Orangtua terhadap Anak Menurut Islam

Dalam Islam anak merupakan amanah dari Allah yang harus dididik oleh orangtuanya untuk menjadi manusia yang baik, yaitu manusia yang beriman kepada Allah dan menjalankan syariat yang diwajibkan-Nya. Islam juga menganggap penting peran orang tua yang membentuk jiwa dan perilaku anak. Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad mengatakan, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, suci dan bersih tanpa dosa, hanya kedua orangtuanyalah yang menyebabkan apakah ia akan menjadi Yahudi, Nasrani dan Majusi.”

Hadis ini menjelaskan besarnya pengaruh orangtua kepada anaknya sehingga bisa mewarnai perilaku anak, bahkan untuk membentuk keyakinan sang anak.

Dengan pengaruh orangtua yang begitu besar terhadap anak tersebut maka orang tua harus mengarahkan anaknya untuk menjadi manusia yang baik. Pendidikan bisa diberikan melalui pengarahan, kata-kata, perbuatan dan contoh teladan.

Dengan kata-kata anak dijelaskan apa saja perbuatan yang baik dan buruk, akibat-akibat dari sebuah perbuatan atau tindakan serta resiko yang mungkin timbul. Namun, yang lebih penting anak diberikan pendidikan dengan keteladanan,yaitu orang tua melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan mulia sehingga menjadi contoh dan teladan bagi anak-anaknya. Jangan sampai orang tua menyuruh anak berbuat sesuatu hal tapi orang tua sendiri tidak melakukannya. Contohnya, orangtua menyuruh anak shalat dan puasa, sementara orang tua sendiri tidak shalat dan tidak puasa. Dengan begitu anak tidak akan percaya pada perintah atau nasehat orangtuanya.

Pendidikan dalam keluarga ini merupakan dasar pembentukan akhlak, karakter dan perilaku anak. Jika dalam lingkungan keluarga orangtua gagal memberikan dasar- dasar pendidikan yang baik pada anak maka si anak akan mencari pedoman hidup dalam masyarakat, yang tentu sudah terdiri dari bermacam-macam sifat manusia, dan si anak tidak memiliki pedoman atau patokan memilih mana yang baik dan pantas ditiru, dan mana yang buruk yang harus ditinggalkan. Bisa saja sifat-sifat negatif dan perilaku tidak terpuji yang diambil atau ditirunya.

Melihat pentingnya peran orattua dalam mendidik anak maka Islam menggariskan beberapa pedoman bagi orangtua dalam mendidik anak. Pedoman ini merupakan kewajiban orangtua yang harus diberikan kepada anak. Beberapa kewajiban tersebut bisa diringkaskan dalam sub judul berikut.

Mengajarkan Akhlak yang Baik

Orangtua wajib mengajar dan mendidik anaknya agar berbudi pekerti yang baik, memiliki sopan santun atau tata karma dalam bersikap dan bertingkah laku, baik dalam berbuat atau berkata-kata.

Agar pendidikan ini berhasil maka orang btua harus mencontohkan perbuatan tesebut. Miusalnya, jika kita ingin anak sopan santun dalam bertutur kata maka orangtua baaik ayah dan ibu harus selalu berkata-kata yang baik dengan semua keluarga, baik itu pada suami, isteri maupun anak-anak. Jangan berkata-kata yang kasar, mengejek atau menggunakan bahasa yang tidak sopan di hadapan anak. Sebab, kalau kedua orangtua menggunakan bahasa yang tidak pantas dalam percakapan sehari-hari dalam keluarga, maka hal itu akan ditiru oleh anak-anak. Tidak mungkin anak-anak akan menggunakan kata-kata yang halus, lemah lembut dan santun kalau kedua orangtuanya menggunakan bahasa atau kata-kata yang kasar atau kurang beradab. Apa yang diperbuat oleh orangtuanya maka hal itu akan dicontoh oleh anak, menjadi tauladan yang ditiru. Kalau contoh tauladan itu yang baik maka akan ditiru oleh anak, sebaliknya jika yang tidak terpuji yang ditunjukkan itupun juga akan ditiru oleh anak-anak.

Kedua, harus pula diajarkan kepada anak untuk membiasakan menghormati orang yang lebih tua. Ini bisa dimulai dengan berperilaku hormat kepada kakak-kakaknya. Misalnya, kepada yang lebih tua usianya untuk memanggil Abang, Uda, Mas, Kakang, Aa, Mbak atau Uni kepada kakaknya. Jangan dibiasakan memanggil nama kepada kakaknya yang lebih tua. Dengan kebiasaan seperti ini maka secara tidak langsung orangtua telah mendidik anaknya bagaimana berperilaku hormat kepada orang yang lebih tinggi usianya.

Dengan dilatih menghormati orang yang lebih tua dalam lingkungan keluarga, maka di luar rumah anak-anak menjadi terbiasa menghormati orang dewasa. Begitu juga si anak harus diajarkan bagaimana berkata-kata yang sopan kepada orangtua, tidak boleh dengan suara tinggi, menghardik atau membentak. Kalau lewat di depan orangtua membungkuk sedikit, permisi, minta izin dan lain sebagainya sesuai adat kebiasaan yang berlaku dalam sebuah masyarakat. Anak-anak juga dibiasakan mengucapkan terima kasih jika mendapat pemberian atau hadiah. Menggunakan tangan kanan dalam berhubungan dengan setiap orang. Kemudian mengucapkan salam dan menjawab salam. Dan dibiasakan pula bertegur sapa dengan para tetangga, kerabat, guru dan pemuka masyarakat. Hindari anak bersikap acuh dan tidak peduli dengan lingkungan.

Apabila orangyua berhasil menanamkan akhlak yang baik kepada anak-anaknya, maka itu artinya ayah dan ibu juga telah melaksanakan risalah Rasul. Sebab, salah satu tujuan utama missi Kerasulan Nabi Muhammad Saw adalah memperbaiki akhlak manusia. Hadis Nabi mengatakan, ”Sesungguhnya aku diutus ke dunia ini untuk memperbaiki akhlak manusia.”

Mendidik Jadi Anak Saleh

Salah satu dari rukun Iman adalah kita yakin adanya kehidupan sesudah mati, adanya surga dan neraka, hari pembalasan dan ganjaran untuk setiap perbuatan yang kita lakukan ketika hidup di dunia ini. Dengan keyakinan ini maka kita wajib mendidik anak-anak kita untuk menyadari pentingnya beribadah secara baik dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.

Untuk itu sejak usia dini anak-anak sudah ditanamkan kecintaan untuk beribadah. Kedua orangtua harus membiasakan agar anak mencintai shalat, menyukai membaca Al-Qur’an, anak-anak suka berdoa, dan sering datang ke masjid. Intinya adalah bahwa orangtua sudah harus menyadari betapa pentingnya menumbuhkan rasa cinta kepada anak-anak sejak usia dini pada ibadah yang diajarkan agama Islam.

Dengan menanamkan pendidikan ibadah yang telaten sejak usia dini maka diharapkan anak yang telah memasuki usia remaja dan dewasa nantinya telah memiliki keyakinan Islam yang mantap. Berdasarkan bimbingan Islam sebagai Rahmatan Lilalamin maka anak-anak menjalani kehidupan ini dengan tenang dan selalu berusaha mencari ridha Allah Swt.

Dalam usaha melahirkan anak yang saleh tersebut maka orangtua harus mulai menciptakan suasana kehidupan yang agamis di lingkungan rumah tangga. Misalnya, membiasakan shalat secara berjamaah dalam keluarga di mana ayah bertindak sebagai Imam dan ibu serta anak-anak menjadi makmum. Kemudian setelah shalat dibiasakan berzikir membaca Subhanallah, Walhamdulillah, Allahu Akbar dan Lailaha Illa Allah, dan berdoa.

Selanjutnya, anak-anak juga dibiasakan datang ke masjid untuk shalat berjamaah atau mendengarkan dakwah Islam. Dan, yang lebih penting lagi sudah tentu anak-anak diajarkan membaca Al-Qur’an dan bacaan shalat baik di madrasah atau mendatangkan guru ke rumah seandainya orangtua tidak memiliki waktu karena sibuk bekerja.
Bila orangtua berhasil mendidik anaknya dengan baik sehingga menjadi anak yang saleh, maka inilah keberuntungan yang paling besar didapatkan oleh orangtua tuanya. Jika orangtuanya masih ada di dunia dan tidak mampu lagi bekerja untuk hidup, maka anak yang saleh akan memelihara dan merawatnya dengan baik. Sebab, bagi seorang anak yang saleh mencintai dan berbakti kepada orang tua adalah amalan yang sangat besar pahalanya dan sangat dianjurkan oleh Nabi maupun difirmankan oleh Allah dalam Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 14 Allah berfirman,” Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baiklah) kepada kedua orang ibu-bapak; ibunya telah mdengandung dalam keadaan lemah yang bertambah lemah, dan menyusuinya selama dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Ku kamu kembali.”

Selanjutnya dalam surat Al-Isra ayat 23-24 Allah berfirman, ”Hendaklah kamu berbuat kepada ibu-bapak kamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah satu dari keduanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaan kamu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan”ah” dan janganlah membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

Sementara itu hadis Nabi mengatakan, “Seorang muslim yang mempunyai ayah dan ibu, ketika dia mengharap kebaikan kedua orangtuanya, maka dibukakan baginya dua pintu syurga. Tetapi kalau hanya ada satu orangtuanya maka dibukakan satu pintu surga..Kalau salah seorang kedua ibu bapaknya marah kepada anaknya, Allah tidak akan ridha kepada si anak tersebut, sampai orangtuanya meridhainya.

Dari ayat Al-Qur’an dan Hadisyang kita kutip di atas ditarik sebuah kesimpulan bahwa berbakti kepada kedua orang tua bagi seorang anak yang saleh merupakan amal perbuatan yang sangat besar nilainya. Karena itu bagi seorang anak yang saleh tidak mungkin menyia-nyiakan nilai amal yang sangat tinggi ini. Dan dia akan mencintai kedua orangtuanya sebagai bagian dari kepatuhannya kepada Allah.

Keberuntungan juga akan diraih oleh orang tua yang berhasil mendidik anaknya menjadi anak yang saleh. Dia akan mendapat pahala yang tidak akan putus-putusnya walaupun kedua orangtuanya telah meninggal dunia. Sebuah hadis Nabi dengan tegas menyatakan,” Apabila meninggal anak Adam maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga hal, yaitu anak yang saleh yang selalu mendo’akannya, ilmu yang bermanfaat, dan sedekah jariah”.
Dalam hadis yang lain Rasulullah Saw berkata, ”Ada tujuh perkara yang akan mengalir pahalanya untuk seorang hamba walaupun dia sudah di alam kubur. Yaitu barang siapa yang mengajarkan suatu ilmu, memperluas sungai, menggali sumur, menanam korma, membangun masjid, mewariskan sebuah Al-Qur’an dan meninggalkan seorang anak yang saleh yang selalu mendoakannya.”

Mempersiapkan Anak Hidup di Masyarakat

Orangtua mempunyai kewajiban untuk mempersiapkan anaknya hidup dalam masyarakat. Setiap zaman memiliki tantangan dan kesulitan hidup yang berbeda. Pada zaman sekarang ini agar anak bisa hidup dalam masyarakat dan tidak menemukan kesulitan setelah ia dewasa, maka sejak usia mudanya sudah diberikan bekal yang cukup berguna.

Bekal tersebut di antaranya adalah agar anak dididik dengan baik sehingga ia memiliki ilmu pengetahuan atau ketrampilan yang dibutuhkan masyarakat. Dan hal ini hanya bisa diperoleh melalui jenjang pendidikan mulai dari tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Pada saat ini seseorang untuk masuk ke dalam lapangan kerja maka syarat pendidikan menjadi kebutuhan mutlak, karena yang pertama yang dituntut adalah ia harus memiliki ijazah sebagai tanda ia pernah mengenyam pendidikan formal.

Kemudian untuk masuk ke dalam lapangan kerja yang dapat menghasilkan imbalan yang cukup baik, seorang anak harus sarjana atau tamat dari perguruan tinggi. Bahkan, saat ini persaingan semakin ketat, sarjana saja sudah sulit mendapatkan pekerjaan. Dan, setiap orang sekarang berusaha meningkatkan pendidikannya minimal S2 atau magister. Para lulusan Sekolah Menengah Atas ( SMA) saat ini paling banter hanya bisa bekerja hanya sebagai pegawai toko. Sudah tentu ini tidak menjamin kehidupan masa depan.

Dari sini tampak dengan jelas bahwa orang tua harus berusaha keras membiayai pendidikan anaknya jika puteranya tidak ingin hidup mengalami kesulitan di kemudian hari. Menyadari hal ini maka para orang tua harus mempersiapkan diri dan pandai mengatur anggaran atau penghasilan untuk mendidik anak. Sebab, bagaimanapun juga anak sebagai amanat Allah harus dididik dengan baik sehingga ia bisa aman dalam kehidupan dunia yang dijalaninya.

Demikianlah tiga hal yang dipaparkan di atas sebagai kewajiban orang tua terhadap anak, yaitu bagaimana membentuk anak menjadi pribadi yang memiliki akhlak yang baik, menjadi anak beriman yang saleh dan juga anak yang bisa hidup nyaman dan aman dalam kehidupan di dunia dan di akhirat kelak. Allahu a’lam bissawab.

Arfendi Arif

Arfendi Arif, Redaktur Panji Masyarakat, pengasuh Majalah Inhouse Magazine, dan penulis buku dan biografi. Tinggal di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button