Pemimpin Hizbullah di Lebanon, Hassan Nasrallah, syahid dalam membela perjuangan Palestina. Ia tewas oleh serangan udara zionis Israel Jum’at (27/2024) di Beirut Selatan. Selain Hassan Nasrallah, tewas juga Jenderal Abbas Nilforushan, Wakil Komandan Operasi Korp Garda Revolusi Iran (IRGC). Abbas, disebut penasehat militer Lebanon menghadapi serangan udara Israel.
Israel melakukan pemboman besar-besaran menggunakan bom penghancur bunker. Banyak rumah dan gedung-gedung mengalami kehancuran menjadi puing. Pemboman tersebut berlangsung di kawasan Dahiyeh, Beirut Selatan yang padat penduduk.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengungkapkan enam orang tewas dan 91 lainnya luka-luka. Namun, diperkirakan ratusan orang tewas ketika bom menghancurkan sebanyak enam apartemen.
Meski Hassan Nasrallah telah menjadi martir, namun Hizbullah menyatakaan siap terus melanjutkan perjuangan.” Hizbullah akan melanjutkan perjuangan menghadapi musuh dan mendukung Gaza dan Palestina, membela Lebanon dan rakyat,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.
Hassan Nasrallah adalah pemimpin penting Hizbullah. Israel telah berulangkali membidiknya, namun selalu gagal. Pada tahun 2006 ia pernah dikabarkan tewas, namun ternyata berita itu tidak benar. Ia muncul dan masih segar bugar. Sayyed Hassan Nasrallah telah memimpin Hizbullah selama 32 tahun.
Dalam suasana yang berkabung dan di tengah ketegangan dan peperangan dengan penjajah Israel, Hizbullah memang harus segera mencarikan pengganti Nasrallah agar kepemimpinan tidak kosong. Spekulasi muncul siapa yang akan menggantikannya.
Ada dua nama yang disebut-sebut sebagai pengganti Hassan Nasrallah. Pertama, Hashem Safieddine. Tokoh kelahiran desa Deir Qanoun en-Nahr, distrik Tyre, Lebanon, l964 ini adalah sepupu Hasan Nasrallah. Ia mejabat Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah, dan dianggap sebagai pewarisnya.
Safieddine pernah ke Qom, Iran, tahun l980, bergabung dengan Nasrallah mempelari ilmu agama. Ia tampaknya telah dipersiapkan untuk menggantikan Nasrallah sejak tahun l994. Ketika itu ia diminta datang dari Qom ke Beirut untuk memimpin Dewan Eksekutif, yang bertangung jawab urusan politik kelompok Hizbullah.
Safieddine telah tiga dekade lebih menangani urusan penting di Hizbullah. Selain mengelola institusi, juga mengawasi urusan keuangan dan investasi kelompok, baik di dalam maupun di luar negeri.
Safieddine punya hubungan baik dengan Iran. Selain bertahun-tahun menuntut ilmu agama di Qom, juga putranya Reza menikah dengan Zeynep, putri dari almarhum mantan Komandan Pasukan Quds Iran, Qassem Soleimani pada tahun 2000.
Ia juga termasuk tokoh yang bersemangat dan keras menentang Israel. Dalam salah satu pidatonya ia mengatakan,” jika tugas kami sekarang berada di selatan Lebanon melawan musuh dan menawarkan para martir, kami siap mengorbankan segalanya, dan yakin Allah akan memberi kami kemenangan, seperti yang terjadi tahun 2006,” tegasnya.
Selain Hashem Safiedinne, nama lain yang muncul untuk menggantikan Hassan Nasrallah adalah Naim Qassem. Tokoh yang berusia 71 tahun ini adalah salah seorang pendiri Hizbullah. Qassem kelahiran Kfar Killa, Provinsi Nabatieh, Lebanon Selatan. Ia jebolan Lebanon University, sarjana sains bidang kimia. Pelatihan agama dari Hizbullah diterimanya dari Ayatollah Muhammad Hussain Fadlullah, yang juga salah seorang pendiri Hizbullah.
Qassem awalnya aktif di Partai Amal tahun l970. Kemudian berhubungan dengan Abbas al- Musawi dan Hassan Nasrallah yang mempelopori berdirinya Hizbullah tahun l980-an. Ia dijuluki orang “nomor dua” Hizbullah dan menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah sejak tahun 1991 eranya Abbas al-Musawi.
Qassem menjadi anggota Dewan Syura Hizbullah dengan tugas mengawasi jaringan pendidikan. Ia juga tokoh senior dan memiliki peran penting. Dan, seorang ulama terkemuka.
Di tengah berpulangnya ke rahmatullah Hassan Nasrallah, Israel tidak mengendorkan serangan ke Lebanon menggempur Hizbullah. Maka munculnya seorang pemimpin menggantikan Hasan Nasrallah, tentulah sangat mendesak dan mampu mengobarkan kembali perjuangan melawan zionis Israel.


