Tidak selamanya acara reuni atau kangenan bersifat nostalgia emosional, adakalanya disetting dengan agenda yang produktif dan pikiran-pikiran yang bermanfaat untuk masa depan. Seperti yang digagas oleh para alumni HMI Cabang Ciputat, Sabtu 26 September 2026. Bertempat di Masjid Baitul Hikmah NMTC (Nurcholish Madjid Training Center) Ciputat, Pisangan Timur, Tangerang Selatan, seputar Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, digelar acara launching buku “ Ciputat Senior Legacy, Menjaga Perkaderan, Merawat Masa Depan”. Acara juga dirangkai dengan upaya menuntaskan pembangunan gedung dan masjid NMTC yang masih butuh pendanaan.
Hadir beberapa tokoh penting HMI Ciputat yang juga alumni IAIN Syarif Hidayatullah (sekarang UIN Syahid Jakarta ) di antaranya pengamat politik dan sosial Dr.Fachry Ali, mantan Rektor UIN Syahid Jakarta dan mantan Rektor UIII Depok yang sekarang menjabat Ketua Dewan Pers RI Prof. Dr.Komaruddin Hidayat, Gubernur Lemhanas Dr. TB Ace Hasan Syadzili, mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Abdurrahman Mohammad Fachir, dan banyak lainnya.
Buku Ciputat Senior Legacy menghimpun sebanyak 24 tulisan para senior HMI Ciputat. Diberikan kata pengantar oleh Komaruddin Hidayat, prolog oleh TB. Ace Hasan Syadzali dan epilog oleh Zezen Zaenal Mutaqin. Buku ini dieditori oleh Kurniawan Zulkarnain dan Eko Arisandi, yang semua mereka ini adalah alumni HMI Cabang Ciputat.
Buku ini memberikan banyak informasi menarik. Pertama, mengungkapkan bagaimana proses perkembangan intelektual para tokoh dan alumni HMI ini yang sekarang berkiprah di banyak bidang dan profesi baik yang menjadi akademisi, peneliti, politisi, pendidik, konsultan, diplomat, ASN, hakim agama, birokrat, industri konstruksi dan lainnya.
Kiprah yang mereka capai dan rasakan mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam menjalani karir sekarang ini tidak bisa mereka lupakan salah satunya berkat perkaderan dan training-training di HMI serta interaksi, pergaulan dan suasana keilmuan yang kondusif di HMI cabang Ciputat.
Tentu, tidak hanya di HMI Cabang Ciputat, namun suasana akademis yang mendukung di Kampus IAIN Syarif Hidayatullah (Syahid) yang sekarang menjadi Universitas Islam Negeri (UIN Syahid ) yang masa itu dipimpin oleh rektor IAIN Jakarta Dr. Harun Nasution, yang dikenal mengembangkan pemikiran kritis dan dinamis di kampus perguruan tinggi Islam negeri terkemuka ini. Sehingga muncullah sebutan bahwa pendidikan dan perkaderan di HMI Cabang Ciputat merupakan “ Kampus Kedua” bagi aktifis HMI Ciputat. Sebutan ini dimaknai sebagai pelengkap pembelajaran di kampus pertama UIN Jakarta (IAIN). Dan, bahkan ada alumni yang merasakan bukan hanya melengkapi, tapi pengalaman pembelajaran di HMI Ciputat dirasakan melampaui pengalaman akademik di perguruan tinggi.
Kedua, dalam buku ini juga digambarkan Cak Nur, sebutan untuk Nurcholish Madjid, yang juga alumni IAIN Ciputat dan bahkan pendiri HMI Cabang Ciputat sebagai figur atau sosok yang memberikan inspirasi bagi anggota HMI Cabang Ciputat dalam mengembangkan dirinya. Cak Nur tokoh penting dalam HMI yang selain pernah memimpin PB HMI selama dua periode, juga yang melahirkan gagasan NDP (Nilai-Nilai Dasar Perjuangan) yang merupakan pedoman pengaderan di HMI untuk semua tingkatan. Namun, yang lebih menjadi sosok role model karena Cak Nur adalah seorang pemikir cemerlang yang ide-idenya banyak menjadi topik perbicangan, bukan hanya di publik tapi juga bahan studi akademis, thesis dan desertasi. Dalam wacana pembaharuan, Cak Nur pernah dijuluki sebagai Gerbong atau Lokomotif Pembaharuan karena gagasan-gagasannya yang progresif mengenai pemikiran Islam dekade I970-an. Karena itulah bagi aktifis HMI Ciputat sosok Cak Nur menjadi tokoh inspiratif.
Ketiga, buku ini menunjukkan bahwa semua penulis yang berjumlah 24 orang merupakan lulusan IAIN (hampir semua penulis adalah lulusan IAIN sebelum berubah menjadi UIN) dan alumni HMI Cabang Ciputat yang berkiprah di banyak bidang, tidak selalu menjadi pegawai Kementerian Agama, menjadi mubaligh dan pendidik. Seperti diketahui sewaktu berstatus IAIN semua fakultas yang ada bercorak agama, terdiri dari Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah, Fakutas Adab dan Fakultas Ushuluddin. Namun, beberapa bidang atau profesi yang dimasuki lulusan IAIN ternyata mampu di luar spesialisasi keilmuan yang digelutinya. Kalau profesi di bidang akademis tentu masih lumrah, namun ada beberapa profesi di luar bidang kesarjanaannya juga bisa dimasuki. Misalnya, AM Fachir yang alumni HMI Ciputat lulusan Fakultas Adab yang berkarir di Departemen Luar Negeri (Kemenlu), memulai karir dari bawah hingga menjadi Duta Besar Indonesia di Kairo dan Riyadh. Dan, puncak karirnya menjadi Wakil Menteri Luar Negeri pada tahun 20I4-20I9 sebagai wakil dari Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.
Selain AM Fachir, juga M. Gufran Mahmud, alumni HMI Ciputat dari Fakultas Adab IAIN Syahid Jakarta yang juga berkarir sebagai diplomat di Kementerian Luar Negeri. Ia berkarir sejak dari tahun I984 sampai pensiun tahun 20I5. Penugasan di luar negeri mulai dari Pakistan, Yaman, Yordania merangkap Palestina, Arab Saudi merangkap Oman, dan Brunai Darussalam. Juga terlibat dalam misi perdamaian di Mindanao, Filipina Selatan. Menunjukkan kiprahnya dalam diplomasi kawasan dan isu-isu dunia Islam.
Yang juga sempat menjabat di pemerintahan adalah TB Ace Hasan Syadzily, yang sekarang sebagai Gubernur Lemhanas RI setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 22 Oktober 2024. Sebelumnya Ace adalah anggota DPR-RI sejak 20I9 mewakili daerah Jawa Barat dan mundur setelah diangkat menjadi Gubernur Lemhanas. Alumni HMI Ciputat ini masuk IAIN tahun I994 dan lulus dari Fakultas Adab tahun 200I.
Kemudian ada Muhammad Jusuf Muhadji, alumni HMI Ciputat lulusan Fakultas Syariah yang berkarya di bidang industri konstruksi dan energi. Karirnya dimulai di PT Bukaka Teknik Utama Tbk hingga menjadi direksi pada periode 2005-20I4. Selanjutnya memimpin PT Cisanggiri Energy sebagai Direktur Utama dalam proyek pengembangan pembangkit listrik minihidro di Garut. Sekarang mengembangkan bisnis minyak dan gas bermitra dengan Malaysia dan Jepang melalui Lestari Energy Corporation yang berbasis di Hawai, Amerika Serikat.

Demikian juga alumni HMI Ciputat yang lulusan Fakultas Tarbiyah atau pendidikan yang sejatinya harus menjadi guru, tidak selalu otomatis. Seperti kiprah yang dijalani Tarjono Rusmana, alumni HMI Ciputat lulusan Fak. Tabiyah IAIN Syahid tahun I985 berkiprah di bidang pemberdayaan masyarakat dan kesehatan. Program nasional dan internasional yang digelutinya selama tiga dekade di bidang air bersih, irigasi dan pemberdayaan masyarakat. Ia bekerja bermitra dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, World Bank, Asian Development Bank. Beberapa posisi dipegangnya sebagai Tenaga ahli, Team Leader dan Community Development Specialist. Keahliannya meliputi pengembangan masyarakat, kesehatan lingkungan, komunikasi program, pelatihan, dan pemberdayaan berbasis komunitas.
Sebagai Tenaga Pembina Lapangan (TPL) Tarjono juga terlibat dalam program pembinaan koperasi dan industri kecil di Jakarta dan di banyak daerah antara lain di Lombok dan Nusa Tenggara Barat. Demikian juga untuk program sanitasi dan air bersih di berbagai daerah. Program ini bekerja sama dengan lembaga dari luar negeri di antaranya dari Kanada dan Australia.
“ Saya tidak membayangkan serang lulusan Tarbiyah akan bekerja dalam proyek irigasi, sanitasi, kesehatan masyarakat, atau pengembangan wilayah pesisir. Ternyata hidup tidak selalu mengikuti peta yang kita susun dari awal,” ujar Tarjono, seraya menambahkan, pendidikan tidak boleh dipersempit menjadi profesi tunggal. Tetapi, perangkat untuk membaca dunia.
Sebelum Tarjono Rusmana, alumni HMI Ciputat yang juga berkiprah di bidang pemberdayaan masyarakat adalah Kurniawan Zulkarnain. Alumni Tarbiyah Jurusan Bahasa Inggris ini pernah menjadi Ketua Umum HMI Cabang Ciputat I978-I979, Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI I979- I98I, dan Wakil Ketua PB HMI I98I-I983. Di Kampus IAIN Syahid, Kurniawan Zulkarnain juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah periode I976-I978.
Kiprahnya di bidang konsultan dan pemberdayaan masyarakat terutama dalam program pembangunan nasional antara lain P4K Kementerian Pertanian, P2KP Kementerian PUPR, penanggulangan bencana bersama Bappenas dan PNPB, dan program percepatan penanganan stunting di bawah Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan.
Kurniawan Zulkarnain disebut “ Rektor Ibnu Sina 368”. Nama ini diambil dari alamat Kantor Sekretariat HMI Cabang Ciputat yang beralamat di Komplek Dosen IAIN Syahid Jalan Ibnu Sina III No.68. Kak Kur—panggilan akrabnya di kalangan yunior HMI Ciputat—juga adalah editor buku “Ciputat Senior Legacy” ini. Dan juga ketua acara launching buku “ Ciputat Senior Legacy” pada Sabtu, 26 September 2026, namun Allah berkehendak lain. Beliau dipanggil Allah berpulang ke rahmatullah pada I6 September 2026, sepuluh hari sebelum acara launching buku digelar. Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun. Semoga Allah melapangkan kehidupannya di alam barzakh dan diterima semua amal shalehnya dan diampuni dosa dan kekhilapannya. Aamiin yaa Rabbal alamin.
Masih di bidang konsultan, pemberdayaan masyarakat dan penelitian ini, nama Irchamni Soelaiman termasuk alumni HMI Ciputat dan IAIN Syahid Jakarta yang memiliki pengalaman panjang. Lulusan Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam tahun I980 ini mulai berkecimpung di dibidang sosial dan pembangunan di LP3ES Jakarta (I978-I999). Seterusnya menjadi konsultan di berbagai lembaga internasional antara lain PLAN International (I995-2005), Save the Children (2006-2008), dan MacDonald (20I2-20I5) dengan fokus pada pengembangan masyarakat, pendidikan, kebijakan publik serta irigasi dan mikro finansial di berbagai daerah di Indonesia, serta pengalaman kerja internasional di sejumlah negara Asia dan Amerika.
Alumni HMI Ciputat lainnya yang berkiprah di luar bidang spesialisasinya adalah Herman Hidayat. Alumni Fakultas Ushuluddin tamatan tahun I982 ini pernah menjadi Ketua Bidang HMI Ciputat I980-I98I di masa Kepemimpinan Ketua Cabang Pipip A. Rifai Hasan.
Herman Hidayat berkarya sebagai Peneliti Ahli Utama (2007),dan Profesor Riset (20I4) di Badan Riset dan Inovasi Nasional, BRIN) serta Anggota Majelis Guru Besar Universitas Nasional sejak 20I5. Herman Hidayat mengajar mata kuliah Political Ecology pada Program Pascasarjana FISIP Universitas Nasional.
Herman Hidayat setelah menyelesaikan pendidikan di IAIN Jakarta tahun I982,melanjutkan magister di Kyushu University, Jepang dan doktor di The University of Tokyo dalam bidang Environmental Sociology. Selain itu ia juga mengikuti berbagai program postdoctoral dan menjadi visiting professor di sejumah universitas terkemuka, seperti Kyoto University, Cornell University, Macquarie Uniersitry, dan FMSH Paris.
Bidang kajian Herman Hidayat meliputi politik ekologi, tata kelola hutan, masyarakat adat, taman nasional, konflik lahan serta industri kehutanan di kawasan ASEAN dan Asia.
Bidang yang digeluti Herman Hidayat adalah persoalan aktual dan sering menjadi perbincangan dan permasalahan yang menyita perhatian negara dan masyarakat kita sekarang ini. Dampaknya sangat besar menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan perusakan lingkungan yang menimbulkan bencana alam dan bencana korban nyawa manusia.
Buku” Ciputat Senior Legacy” memang terlihat belum lengkap. Karena masih ada beberapa alumni HMI Ciputat yang kiprahnya menonjol belum ikut menulis. Dari penulis yang jumlahnya 24 orang ditambah pemberi kata pengantar dan epilog yang jumlahnya tiga orang, semuanya merupakan lulusan IAIN Syahid sebelum berubah jadi UIN. Kecuali satu orang yakni Zezen Zaenal Mutaaqin yang menulis epilog adalah lulusan UIN Syahid Fakultas Syariah tahun 2006 setelah IAIN berubah jadi UIN.
Juga disayangkan dalam buku ini tidak ada tulisan Fachry Ali. Beliau yang sering disapa oleh para yuniornya Kak Fachry adalah juga seorang pemikir politik dan sosial terkemuka, penulis yang produktif di banyak media besar terdepan di Jakarta, peneliti dan pengamat yang handal.
Dan yang tidak bisa dilupakan, Kak Fachry Ali sangat besar kontribusinya di kalangan anggota HMI Ciputat dalam mengkader dan membimbing lahirnya penulis-penulis muda di kalangan HMI Ciputat. Kediamannya di Situkuru, disamping Kampus IAIN Ciputat, menjadi tempat persinggahan dan tempat membimbing para anggota HMI yang bercita—cita jadi penulis. Atas bimbingan Fachry Ali lahir para penulis yang tulisannya lolos dimuat di beberapa harian ibukota di antaranya di koran Pelita Harian Merdeka, Harian Kompas, koran Jurnal Ekuin, dan Majalah Panji Masyarakat. Juga Fachry Ali menyalurkan para anggota HMI yang memiliki bakat jurnalis memasuki penerbitan media untuk menjadi wartawan, di antaranya menjadi wartawan di Majalah Panji Masyarakat. Fachry Ali juga melatih anggota HMI menjadi peneliti melalui HP2M (Himpunan Penelitian dan Pengembangan Masyarakat) yang didirikan bersama para senior HMI Ciputat lainnya, di antaranya yaitu Drs. Hadimulyo (alm). Pembimbing penelitian antara lain Jayanasti, seorang peneliti LP3ES yang ikut memberikan pelatihan.
Fachry Ali juga menyalurkan anggota HMI menjadi tenaga peneliti pada proyek penelitian keagamaan yang diadakan Litbang Depag di masa pimpinan Djohan Effendi. Yaitu penelitian tentang Pendidikan Agama di lingkungan Sekolah Dasar Negeri dan dalam kegiatan Kepramukaan.
Buku “Ciputat Senior Legacy “ ini diharapkan menjadi warisan yang bukan hanya catatan organisasi, tapi juga jejak pemikiran para senior HMI Ciputat yang tumbuh dalam dinamika zamannya masing-masing. Ini yang diingatkan oleh Kurniawan Zulkarnain dan Eko Arisandi dalam pengantarnya.
Pada acara peluncuran buku “ Ciputat Senior Legacy” juga dilaunching 8 judul buku karya alumni HMI Ciputat. Empat buku di antaranya adalah Renungan & Keprihatinan, Memahami ke Indonesiaan Kita karya Drs. Kurniawan Zulkarnain,M.Si, Filsafat Jalan Lurus Taat Kitab Suci Hormat Konstitusi karya Prof.Dr. Amin Summa,MA,MH. Selanjutnya Bedah M. Amin Summa dari Berbagai Aspeknya karya Prof. Dr. Amin Summa, Anak Sholeh Generai Alpha karya Prof. Dr. Eti Nurhayati, M.Si.


