Aktualita

Dunia Menunggu Aksi Nyata Menghentikan Kebiadaban Israel

Kekejaman Israel makin menggila terhadap rakyat sipil yang tidak berdosa. Rafah yang seharusnya aman bagi para pengungsi Palestina justeru menjadi neraka yang mengerikan. Dua kali serangan negara Zionis ini menewaskan puluhan warga Gaza.

Serangan pertama pada Minggu ( 26/5/2024) menewaskan 50 orang warga Palestina dan 249 orang mengalami luka-luka. Serangan kedua Selasa (28/5/2024) kembali korban meninggal sebanyak 21 orang. Negara Yahudi mengencarkan serangan justeru setelah Mahkamah Internasional atau ICJ (International Court of Justice) memerintahkan Tel Aviv menghentikan serangan ke Rafah.

Dengan dalih bahwa serangannya hanya menargetkan Hamas, justeru negara pendudukan Israel  ini membantai para pengungsi yang tinggal di tenda-tenda, mengakibatkan tenda pengungsi hangus terbakar.

Kehidupan di Rafah pasca Israel membombardir Rafah, wilayah selatan Gaza, sungguh memilukan. Laporan UNRWA (United Nation Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East), lembaga PBB yang mengurusi pengungsi Palestina  menggambarkan kondisi Rafah bagaikan “neraka di dunia”.

“Informasi yang datang dari Rafah ketika serangan Israel pada warga yang mencari perlindungan sangat memilukan. Korban tewas termasuk anak-anak dan kaum perempuan,” demikian laporan UNRWA.

Sementara itu laporan Menteri Kesehatan Gaza menyatakan, serangan bom IDF (Israel Defence Forces) menyulut api yang kemudian membakar tenda-tenda penampungan para pengungsi, yang sebagian ditempati anak-anak dan kaum perempuan.

Kebrutalan Israel dengan menyerang Rafah secara membabi buta yang mengakibatkan tewasnya warga yang tidak berdosa telah mencemaskan dan mengkawatirkan dunia internasional. Kecemasan tersebut kini berbah menjadi kemarahan atas pemboman yang tidak beradab tersebut.

Saat ini di dunia melalui media sosial muncul ungkapan “All Eyes on Rafah”, yaitu kalimat himbauan kepada dunia untuk menarik perhatian internasional terhadap kekejaman Israel di Rafah.

Dengan kalimat ini dimaksudkan agar para pengamat dan  dunia tidak berpaling dengan kekejaman yang terjadi di Rafah. Ada 1,4 juta orang yang berlindung di kota ini untuk menyelamatkan diri dari pertempuran  sengit di Gaza, tapi kini rezim Zionis tersebut justeru menyerang dan menewaskan penduduk sipil .

Kekejaman Israel di dunia seperti tidak ada yang mampu menghalangi, termasuk PBB.  Sejauh ini dunia hanya bisa memberikan kecaman, namun belum ada yang melakukan action atau aksi nyata dengan menyerang atau menghukum Israel secara militer. Hanya aksi militer yang tampaknya bisa menghentikan kebiadaban Israel.            

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button