Profil/Tokoh Kita

Muchlis Patahna, Perjuangan Panjang Meraih Amal Saleh

Muchlis Patahna di Hagia Sophia

Sosok Muchlis Patahna,SH, MKn, bisa disebut profesional yang senang berinteraksi dengan masyarakat. Biasanya kaum profesional lebih fokus bekerja untuk hal yang memajukan profesinya atau usahanya. Namun berbeda dengan Muchlis Patahna, dia suka berkecimpung dalam organisasi-organisasi yang sifatnya sosial.

Sebagai notaris dan PPAT papan atas di Jakarta, Muchlis Patahna berkantor di kawasan eliteSegi Tiga Emas, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Gedung Bakrie Tower Lantai 5, Rasuna Epiicentrum. Dia berkantor di kawasan strategis yang banyak gedung pencakar langit ini sejak 11 Februari 2011. 

Muchlis Patahna merintis karier notaris mulai dari bawah. Awalnya berkantor di Bekasi,  sebelum berkiprah di Jakarta. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar,  l985 in adalah pekerja tekun, pekerja keras dan tidak melupakan menjalankan ibadah dan iringan doa kepada Allah.

Bersama istri Diana M.Patahna di depan Masjid Hagia Sophia

Sebelum menjadi notaris, lulusan Program Spesialis Notariat UI (1994) dan Magister Kenotariatan UI 2003 ini berprofesi sebagai konsultan hukum, Legal Bakrie Group, dan dosen di perguruan tinggi.

Sosok Muchlis Patahna yang akrab dan ramah pada setiap orang mencatat sukses sebagai notaris di Jakarta. Klien dan mitra kerjasamanya terdiri perusahaan atau corporate besar, baik perusahaan milik pemerintah atau BUMN maupun perusahaan swasta besar, di antaranya mencakup bidang perbankan, perkebunan, infrastruktur, transportasi, angkasa pura, grup usaha besar, perdagangan, permodalan, finansial dan lainnya.

Kepiawain Muchlis Patahna mengembangkan profesi notarisnya serta kesuksesannya  bermitra dengan tokoh bisnis dan korporasi  besar tidak lepas dari kesenangan dan aktifitasnya dalam berorganisasi, baik ketika masih menjadi mahasiswa maupun setelah berkarir dan hingga sekarang ini. Habitat berorganisasi ini ternyata banyak membantu memperlancar kelancaran karier dan pengembangan profesinya.

Ketika menjadi mahasiswa ia telah menjadi aktifis intra kampus dengan menjadi ketua umum komisariat Fakultas Hukum Unhas Makassar. Sementara untuk organisasi ekstra kampus, Muchlis Patahna merupakan aktifis HMI yang malang melintang sebagai pengurus mulai dari tingkat komisariat, cabang hingga menjadi Pengurus Besar HMI di Jakarta. Bahkan, saat ini setelah menjadi alumni HMI, Muchlis Patahna masih aktif dalam organisasi KAHMI, yaitu organisasi alumni HMI tingkat nasional.

Dalam kepengurusan KAHMI, Muchlis Patahna tercatat pernah menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Nasional KAHMI (2000-2004), Anggota Majelis Pakar Nasional KAHMI (2004-2008), Sekretaris Majelis Nasional KAHMI (2006-2009), Anggota Majelis Etik KAHMI Nasional (2017-2021),Sekretaris Dewan Etik Majelis Nasional KAHMI (2024-2029).

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) ini juga aktif dalam organisasi profesi notaris. Antara lain menjabat Humas Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (1998-2092), Humas Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (2000-2004), Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Notaris Indonesia (INI) DKI Jakarta (2013-2016), Dewan Kajian Publik Ikatan Notaris Indonesia (2017- 2019), Penasehat PP IPPAT (2019-2022), Penasehat Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PP INI 2024-2029).

Berkiprah dalam beberapa organisasi, Muchlis Patahna tidak lupa berkontribusi untuk kampung halamannya. Ia aktif dalam organisasi KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan), sebuah organisasi kedaerahan yang berdiri diseluruh provinsi di Indonesia, seluruh kabupaten dan kota serta tingkat kecamatan. Bahkan organisasi ini juga berdiri di mancanegara di Amerika, Eropa dan Asia. Pernah dua kali menjabat sebagai Sekjen BPP KKSS, dan pada 15-17 November 2019 saat Mubes (Musyawarah Besar ) KKSS di Solo,Jawa Tengah, Muchlis Patahna terpilih sebagai Ketua Umum KKSS  untuk periode 2019-2024. Jabatannya berakhir pada 2025 saat Mubes KKSS diadakaan pada April 2025 di Makassar.

Mendirikan Pesantren

Mensyukuri reseki yang diberikan Allah, Muchlis Patahna berfikir berbuat amal shaleh. Ia ingin berkarya  sesuatu yang bermanfaat untuk umat dan bangsa. Pilihannya adalah mendirikan pesantren dan membangun pendidikan untuk kemajuan dan peningkatan kualitas dan keimanan umat.

Muchlis Patahna dengan busana adat daerah.

Di atas tanah seluas 10 hektar di desa Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat, Muchlis Patahna mendirikan Pesantren Moderen Darul Mukhlisin(DMU),dipetik dari namanya.  Resmi berdiri pada 5 Juli 2015 diresmikan oleh Mantan Wapres M.Jusuf Kalla.

Pondok yang menerapkan sistem pendidikan Gontor ini sekarang memiliki fasilitas pendidikan yang lengkap. Ada  gedung dan fasilitas pendidikan 3 lantai, klinik, lapangan olah raga, guest house, Masjid At-Taqwa dengan kapasitas 1000 jamaah, pengelolan air bersih, koperasi serta asrama putra dan putri yang memiliki daya tampung ratusan santri. Tingkat pendidikan dari tsanawiyah dan aliyah (SMP dan SMA).

Pondok Pesantren Moderen Darul Mukhlisin juga memberikan pendidikan gratis bagi anak yatim dan kalangan tidak mampu. 

Itulah sosok Muchlis Patahna yang profil perjalanan hidupnya bukan hanya berorientasi materi keduniawiaan, tapi juga mewujudkan diri menjadi pribadi manusia beriman, bertakwa kepada Allah dengan juga berbuat kebajikan dan kebaikan, mencari ridho dan kesukaan Allah serta berbuat baik bagi sesama manusia.

Sementara untuk interen keluarga, pasangan Muchlis Patahna-Diana M Patahna ini  sukses mendidik putra-putrinya sebanyak empat orang hingga menempuh pendidikan di perguruan tinggi luar negeri. Sebelumnya, keempat buah hatinya acdalah lulusan Pesantren Moderen Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

Membagikan buku karya UAS (Ustaz Abdul Somad) di Pesantren Darul Mukhlisin.
Berkontribusi deposito wakaf untuk Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) yang didirikan KAHMI

Muhammad Iqbal Patahna, putra yang sulung adalah lulusan salah satu sekolah di Rostov, Rusia, dan London School di Inggris. Dan, kini menjadi wirausaha. Anak kedua, Mulyani Ichwani Putri Patahna, mengikuti jejak ayahnya sebagai notaris, dan peraih Magister di Universitas Indonesia. Anak ketiga,Maulana Ibrahim Patahna, adalah alumnus International Islamic University Islamabad (IIUI) Pakistan. Anak keempat, Mutiara Izdihar Patahna, alumnus Universitas Curtin, Perth, Australia.

Muchlis Patahna bisa dibilang sukses dalam karier, sukses dalam rumah tangga, dan sekarang berjuang untuk sukses sebagai hamba yang beribadah kepada Allah  dan beramal saleh untuk  kemanusian.Sebuah perjuangan sepanjang hayat, selama nyawa masih dikandung badan untuk meraih amal saleh. Amal yang ganjaranya dari Allah tiada putusnya.

Berkontribusi deposito wakaf untuk Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) yang didirikan KAHMI

Arfendi Arif

Arfendi Arif, Redaktur Panji Masyarakat, pengasuh Majalah Inhouse Magazine, dan penulis buku dan biografi. Tinggal di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button