UNESCO atau United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization adalah lembaga Internasional di bawah naungan PBB. Lembaga ini bergerak di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Pada Maret 2024 lalu UNESCO telah mengakui Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari besar keagamaan.
Keputusan itu diambil berkat usulan Indonesia dan mendapat dukungan 30 negara. “Usulan ini bertujuan unruk mencatatkan secara resmi hari raya tersebut dalam agenda UNUSCO,” ujar Mohamad Oemar, Duta Besar Indonesia untuk Prancis, Andorra, dan Monaco.
Usulan Indonesia tersebut dibahas dan diputuskan dalam Pertemuan Dewan Eksekutif UNESCO ke-219 di Markas Besar UNESCO di Paris, Prancis pada 13-27 Maret 2023, melalui Draft Decision 219/EX 37.
Dilansir dari kemlu.co.id menyatakan, proposal usulan Indonesia bagian dari upaya diplomasi untuk mempromosikan toleransi antaragama serta keragaman budaya dan agama di UNESCO.
“Pengakuan resmi dari organisasi internasional seperti UNESCO akan mendorong pemahaman global tentang nilai-nilai budaya dan agama serta meningkatkan status dan citra perayaan keagamaan tersebut di mata dunia,” ujar sumber Kemlu.
Keputusan ini memilikisignifikansi penting bagi Indonesia, terutama sebagai salah satu negara dengan jumlah populasi Muslim terbesar di dunia.
Penetapan ini akan memperkuat profil Indonesia di panggung internasional, menegaskan nilai-nilai penting yang dijunjung tinggi oleh Indonesia seperti keberagaman, solidaritas, persatuan, dan kebersamaan.
“Melalui proposal ini, Indonesia meminta UNESCO untuk mengambil langkah positif dalam mendorong nilai inklusivitas terhadap keragaman budaya dan keagamaan, terutama dalam penghormatan terhadap hari raya penting bagi seluruh umat Muslim di dunia,” jelas Kementerian Luar Negeri.
Pengakuan ini juga memiliki potensi multiplier effect, yaitu mempromosikan pariwisata religi di Indonesia dengan menarik wisatawan untuk mengalami perayaan Idul Fitri dan Idul Adha secara langsung di tempat asalnya.
Selanjutnya, dalam konteks meningkatnya Islamofobia, pengakuan terhadap Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha juga berperan penting dalam mempromosikan toleransi dan dialog antar agama serta berkontribusi positif terhadap upaya menciptakan perdamaian.
Keputusan ini juga akan mengubah jadwl dan agenda UNESCO, dengan menjamin bahwa tidak akan ada pertemuan resmi yang dijadwalkan pada tanggal yang bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.
“Sebelumnya, tidak ada resolusi atau keputusan resmi UNESCO yang mengakui pentingnya kedua Hari Raya tersbut, sehingga masih terjadi pertemuan UNESCO yang diselenggarakan pada hari raya yang sama dengan Idul Fitri dan Idul Adha, seperti yang terjadi pada tahun 2023, di mana pertemuan the Fifth Extraordinary Session of the General Conference diselenggarakan bertepatan dengan Idul Adha.
Ini mungkin awal menarik bahwa Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha menjadi hari raya Islam yang diharapkan mendunia dan mengglobal.
