Kolom Anis Sholeh Ba’asyin: MERABA AKHIR

Kalau ingin meraba akhir sesuatu, lihatlah bagaimana ia diawali. Yang awalnya baik, akan berakhir baik. Yang awalnya buruk akan berakhir buruk.

Ini terkait dengan niat dan laku yang mengikutinya. Niat, jelas sesuatu yang sulit dibaca. Rangkaian lakulah yang bisa jadi jembatan untuk merabanya.

Masalahnya: bagaimana bila rangkaian laku yang tampak baik di awal justru menghasilkan akhir yang buruk atau sebaliknya?

Hanya ada satu jawaban: kita gagal meraba niat awalnya. Bisa karena kebebalan, bisa karena kecanggihan pelaku menyembunyikannya.

Apakah pola ini berlaku universal? Tentu. Bukan cuma di ranah individual, tapi juga sosial; dari RT hingga Negara, mulai Karang Taruna sampai Ormas atau LSM; dari Kepala Dusun hingga Presiden; dari tatanan nasional hingga global.

Bedanya hanya pada rentang waktu menuju akhirnya. Ada yang tahunan, ada yang puluhan atau bahkan ratusan tahun.

Jadi? Bila punya cukup kejernihan, sebenarnya kita bisa meraba bagaimana sesuatu akan berakhir: baik atau burukkah?

Exit mobile version