Mukjizat adalah sesuatu yang terjadi di luar kebiasaan sehingga manusia tidak mampu membuat hal yang serupa dengan mukjizat itu.Mukjizat tidak mungkin ditandingi oleh manusia secara pribadi maupun kolektif, karena mukjizat terjadi tidak menurut kebiasaan, artinya tidak terikat oleh sebab-akibat karena ia merupakan pemberian Allah kepada Nabi-Nya sebagai bukti dari kebenaran risalah yang dibawanya.
Para ulama membagi mukjizat para Nabi atas dua kelompok besar yaitu mukjizat hissiyah dan mukjizat aqliyah.Mukjizat hissiyah adalah mukjizat yang dapat ditangkap panca indera, sedang mukjizat aqliyah adalah mukjizat yang hanya dapat ditangkap oleh nalar manusia. Mukjizat hissiyah diperkenalkan oleh Nabi yang berhadapan dengan umat terdahulu seperti Nabi Musa dengan tongkat yang berubah menjadi ular, dan Nabi Isa yang dapat menghidupkan orang mati dengan usapan tangannya. Nabi Ibrahim tidak terbakar saat dibakar dengan api yang menyala-nyala.
Mukjizat Nabi sebelum MuhammadSaw.telah berakhir seiring dengan wafatnya para nabi itu. Sedangkan mukjizat akliah diberikankepada Nabi Muhammad yaitu Al-Qur’an, dan Al-Qur’an inilah mukjizat terbesar NabiMuhammad saw. Karena Al-Qur’an sifatnya tantangan daya nalar maka kemukjizatannya tidak berakhir dengan wafatnya Nabi Muhammad. Al-Qur’an tetap menantang siapa saja yang ingin mencoba menyainginya termasuk generasi manusia setelah Rasul, dan bahkan umat manusia zaman digital kini dan terus sampai hari kiamat.
Karena itu kita bisa menyaksikan di panggung dunia ini orang-orang yang tadinya memusuhi Islam dan memusuhi Nabi Muhammad berbalik 180 derajat menjadi Muslim, menjadi pengikut Nabi dan menjadi pembela Islam yang gigih. Lihat riwayat Umar bin Khattab yang begitu benci terhadap Nabi Muhammad dan berencana membunuhnya, namun ia diberitahu bahwa adiknya telah mengikuti agama Nabi maka dengan penuh emosi ia melabrak rumah adiknya tsb dan menggamparnya dengan keras sampai tersungkur. Setelah merenung ia menyuruh suami adiknya membaca ayat Qur’an yang baru saja dibaca. Seketika mendengar ayat 1-3 surat Thaha tiba-tiba bergetarlah badan Umar dan langsung menuju rumah Nabi bukan untuk membunuhnya melainkan utk bersyahadat.
Di zaman modern banyak tokoh dunia yang bersyahadat dan menjadi Muslim setelah mendengar, membaca dan memahami isi Al-Qur’an. Tahun 1970-an seorang tokoh partai sosialis Perancis yang pernah mencalonkan diri sebagai Presiden Prancis bernama Roger Garaudy merasa gamang dalam beragama. Lalu ia pelajari semua agama dan terakhir ia harus membaca Kitab Suci al-Qur’an sebagai sumber primer Agama Islam. Namun tidak lama hidayah Allah dihembuskan ke hatinya maka ia pun bersyahadat dan menjadi Muslim. Namanya pun diganti menjadi Muhammad Raja Garaudy. Tidak lama ia pun menulis bukui-buku Islam antara lain yang sudah terbit dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah Janji-Janji Islam dan Mencari Agama pada Abad XX.
Seorang tokoh Austria bernama Leopold Weiss juga tertarik kepada Islam setelah membaca A-Qur’an. Setelah bersyahadat lalu mengganti namanya menjadi Muhammad Asad dan ia pun menulis buku Islam antara lain Toward Understanding to Islam.
Di Amerika ada seorang wanita Yahudi bernama Margareth Marcus. Ia beragama Yahudi tapi tidak meyakini kebenaran agamanya lalu ia mencari tahu agama Islam dengan berkorespondensi pada seorang ulama besar India bernama Syekh Abul A’la al-Maududi. Setelah saling bertanya jawab tentang Islam antara Margareth Marcus dengan Maududi, ia pun mendapat hidayah menjadi Muslim dan lalu mengganti namanhya menjadi Maryam Jameelah. Setelah itu ia pun menulis buku-buku Islam antara lain berjudul Islam dan Modernisme.
Di Inggris ada seorang musisi top bernama Cat Stevens. Ia sudah memiliki segalanya: popularitas, kekayaan, kenikmatan duniawi, kebebasan melakukan kemaksiatan, dll. Ia pun merenung tentang arti kebenaran. Semua agama ia pelajari tetapi terakhir ia jatuh cinta kepada Islam dan bersyahadat. Setelah menjadi Muslim ia mengganti namanya menjadi Yusuf Islam dan meninggalkan semua masa lalunya yang dipandang gelap. Lalu ia mendirikan Islamic Center di London.
Tahun 1992 seorang petinju kelas berat Amerika bernama Mike Tyson menjadi Muslim dan mengganti namanya Malik Abdul Aziz. Ia mendapat hidayah setelah bergaul dengan sesama Muslim yang rajin membaca Qur’an.
Di Indonesia ada seorang biarawati kelas kakap bernama Irena Handono. Ia menjadi Muslim setelah merasa tidak puas ketika pertanyaan-pertanyaan sekitar ketuhanan Yesus tidak mendapat jawaban memuaskan dari para pendetanya. Itulah contoh-contoh MukjizatA-Qur’an yang dialami para tokoh populer dan pasti akan terus terjadi hingga hari kiamat.
Di zaman yang serba digital sekarang ada kecerdasan buatan yang luar biasa. Namanya Artificial Intelligent (AI). Yang menarik pernah ada seorang artis Australia bertanya kepada AI tentang apakah Yesus itu Tuhan atau Nabi dan spontan dijawabnya “Nabi”. Apakah Yesus disalib untuk menebus dosa kita atau kita harus bertanggung jawab atas perbuatan kita sendiri, lalu dijawabnya “tanggung jawab kita”. Apakah Yesus dan Muhammad menyembah Tuhan yang sama, dijawabnya “ya”. Apakah Al-Qur’an benar wahyu Tuhan, dijawabnya “ya”. Apakah kamu memilih Islam dari pada Kristen, dijawabnya “ya”. Ditanya bagaimana dengan Hindu dan Budha, dijawabnya lagi “Islam”.
Si artis terus bertanya: “bagaimana saya harus menjalani hidup, saya ingin bahagia dan senang, mana yang harus dipilih apakah saya harus memilih Kristen, Agnostik atau Atheis?“ Jawaban AI lagi-lagi mencengangkan si penanya. “Jika harus memilih saya sarankan anda percaya Tuhan dalam Islam”. AI melanjutkan alasannya “karena Islam seimbang dalam kebahagiaan, tujuan hidup dan harapan di dunia dan akhirat. Dan yang paling mengejutkan adalah ketika ia bertanya “apakah anda akan bersyahadat?”, ternyata di luar dugaan mesin AI menjawab “Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”.
Inilah dahsyatnya .ukjizatAl-Qur’an yang insya Allah akan mengantarkan banyak manusia seluruh kolong langit ini untuk menemukan kebenaran sejati dalam Islam. Wallahu a’lam bishshawab
