Muktamar X Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (GUPPI) yang dilaksanakan di HotelMillenium Jakarta telah memilih Fasli Jalal dan Bahrul Hayat sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum GUPPI periode 2024 – 2029..
Fasli Jalal dipilih melalui musyawarah yang dilakukan oleh tim formatur. Tim ini beranggorakan lima orang, yaitu dua orang pengurus lama, dan tiga orang usulan peserta, yaitu Fasli Jalal, Bahrul Hayat, Amich Alhumami, Syamsuddin dan Rusydi Zakaria.
“Saya tidak menyangka akan mengemban amanat ini. Saya bersyukur GUPPI punya semangat kekeluargaan yang baik. Semoga kami mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ungkap Fasli Jalal dihadapan peserta Muktamar dari 16 provinsi setelah terpilih sebagai ketua baru itu, Ahad (19/5/2024).
Dalam sambutannya ia mengungkapkan keinginannya agar GUPPI bersama ormas Islam lainnya dapat menyusun Blueprint Peta Jalan Pembaruan Pendidikan Islam yang nantinya akan diserahkan kepada Presiden terpilih hasil Pemilu 2024.
“Bisakah GUPPI memberi masukan kepada Presiden terpilih 2024 dengan Blue print peta jalam pembaruan pendidikan Islam dengan melihat model-model best practice yang selama ini sudah dikembangkan sehingga terlihat jelas peran dan partisipasi dunia pendidikan Islam di Indonesia,” katanya.
Menurut Fasli Jalal, GUPPI mempunyai posisi yang strategis dimata umat Islam karena merupakan pionir gerakan pembaruan pendidikan Islam sejak tahun 1950.GUPPI juga merupakan salah satu dari 10 ormas Islam yang ikut mendirikan Majlis Ulama Indonesia (MUI) pada tahun 1975.
“GUPPI ke depan harus membangun “Relasi Strategis” dengan lembaga dan organisasi kemasyarakatan lainnya untuk gerakan pembaruan Pendidikan Islam. Melalui strategi kemitraan ini GUPPI akan dapat kembali mengambil peran dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya swasta, baik itu di sekolah, madrasah dan pondok pesantren agar dapat bermain di tingkat nasional, maupun global,” kata Fasli Jalal.
Menurutnya, GUPPI harus menjadi tempat yang ramah untuk membangun sinergi dalam pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia.
“GUPPI harus menjadi tempat yang ramah untuk bersinergi dengan ormas-ormas Islam lainnya agar mutu pendidikan Islam di Indonesia dapat lebih kompetitif sejalan dengan perkembangan zaman,” jelas Fasli Jalal.
Ia juga mengatakan bahwa GUPPI siap mendampingi lembaga-lembaga pendidikan yang ingin maju, baik negeri maupun swasta. “Sebagian besar madrasah kita ini adalah swasta. Karena itu kita siap mendampingi madrasah, pondok pesantren dan sekolah Islam untuk maju bersama. Kita punya beberapa madrasah, pondok pesantren dan sekolah Islam yang sangat bagus yang bisa dijadikan role model atau benchmark,” tambah Fasli Jalal, sambil meneyebut sejumlah madrasah dan pondok pesantren yang menjadi binaan GUPPI.
Menurut Fasli Jalal, saat ini perlu dilakukan berbagai upaya untuk menyegarkan kembali spirit GUPPI sebagai penggerak pembaruan pendidikan Islam di Indonesia.
“Dengan usia GUPPI yang hampir seusia Republik ini, maka perlu ada upaya yang sungguh-sungguh agar spirit GUPPI sebagai penggerak pembaruan pendidikan Islam bisa lebih optimal,” kata Fasli Jalal yang saat ini menjabat Rektor Universitas YARSI Jakarta, yang dikenal sebagai salah satu universitas Islam swasta papan atas di Indonesia, terutama dalam bidang kedokteran.
Menurutnya, upaya untuk peningkatan mutu pendidikan saat ini memerlukan strategi dan pendekatan yang baru, karena tantangan yang dihadapi juga lebih kompleks.
“Kita perlu melanjutkan spirit GUPPI dengan cara-cara yang lebih segar, lebih aktual. Karena kita menghadapi tantangan pendidikan yang baru dan lebih kompleks,” tambah Fasli Jalal.
Sebagaimana diketahui, GUPPI mengadakan Muktamar yang ke 10 pada tanggal 18-19 Mei 2024 di Jakarta setelah beberapa kali tertunda akibat pandemi Covid-19 dan Pemilu 2024. Muktamar diikuti peserta aktif dari 16 provinsi dan peserta lainnya mengikuti secara daring.
GUPPI merupakan organisasi masyarakat Islam yang lahir tanggal 3 Maret 1950 di Sukabumi Jawa Barat dengan nama “Gabungan Usaha Perbaikan Pendidikan Islam” disingkat GUPPI. Dalam Muktamarnya pada penghujung tahun 90-an, namanya kemudian dirubah menjadi “Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam” dengan singkatan tetap GUPPI.