Walau sempat tertunda terbang hampir satu jam dari Jakarta akibat hujan, Pesawat Indonesia AirAsia QZ 526 akhirnya selamat mendarat di Terminal Udara Internasional Kota Kinabalu (Kota Kinabalu International Airport/KKIA), Sabah, Malaysia Timur. Tak berapa lama sebelum berhenti, water salute langsung mengguyur badan pesawat itu sebagai tanda seremonial.
Peristiwa itu terjadi di KKIA pada Selasa, 06 Februari 2024, tepat pukul 15.55 waktu setempat. Ini menandai keberhasilan pelaksanaan penerbangan langsung perdana Indonesia AirAsia dari Jakarta ke Kota Kinabalu (KK). Di balai ketibaan suasana tampak lebih ramai dari biasanya. Beberapa orang berkumpul untuk bergambar seraya memperlihatkan beberapa tulisan. Misalnya, “I Love KK”, “Halo Jakarta”, “Bah, Mari ke Kota Kinabalu” dan lain-lain.
Salah seorang dari mereka adalah Lingga Setiawan. Diplomat yang menjabat sebagai Pelaksana Fungsi Ekonomi I di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu itu memang ikut hadir di sana untuk menyaksikan kedatangan Pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang.
Menurut Lingga, sudah lama pihak KJRI KK membangun komunikasi dengan berbagai pihak otoritas terkait di Sabah untuk menjajaki pembukaan jalur ini. Begitu pula dengan pihak perusahaan penerbangan yang ada. Sampai akhirnya AirAsia yang berhasil memenuhinya.
“Kita berharap jalur penerbangan langsung ini bisa lebih mempererat lagi hubungan people to people antara Indonesia dan Malaysia, khususnya Sabah. Juga membuka peluang baru bagi peningkatan pariwisata dan hubungan bisnis antar kedua pihak,” ujarnya.
Ya, setelah sekian lama terhenti, jalur penerbangan langsung dari Jakarta ke KK atau sebaliknya, akhirnya hadir juga melalui terobosan Indonesia AirAsia. Jumlah penerbangan tiga kali dalam seminggu (Selasa, Kamis dan Sabtu).
Sebelumnya AirAsia juga pernah membuka jalur yang sama tapi sudah sepuluh tahun terhenti. Begitu pula Maskapai Batik Air yang terhenti akibat Covid-19. Sejak itu, jika mau ke Jakarta dari KK atau sebaliknya, penumpang harus transit di Kuala Lumpur, Singapura atau Brunei Darussalam.
“Indonesia AirAsia kembali memperluas konektivitas penerbangannya untuk rute internasional. Pembukaan rute ini juga kami lakukan sebagai salah satu bentuk dukungan kepada pemerintah dalam mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia,” kata Direktur Operasi Indonesia AirAsia Wuri Septiawan yang langsung ikut terbang ke KK pada hari itu.
Konsul Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu, Rafail Walangitan, juga menjadi salah satu tamu kehormatan yang menyambut kedatangan para penumpang dari Jakarta dan sekaligus ikut terbang dari KK ke Jakarta.
Menurutnya, penerbangan ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan konektivitas antar kedua destinasi serta memberikan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
“Kita semua bersyukur. AirAsia akhirnya bisa langsung terbang dari Jakarta ke KK atau sebaliknya. Ini peristiwa penting yang sangat ditunggu-tunggu oleh Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di Sabah atau sebaliknya. Dengan begitu, mereka tak perlu lagi transit di tempat lain, bisa lebih menghemat waktu, dan harga tiket pun bisa lebih terjangkau,” kata salah salah seorang penumpangnya.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Negeri Sabah, Datuk Christina Lieuw mengatakan pembukaan kembali rute ini diharapkan membuka peluang baru dalam sektor pariwisata, budaya dan ekonomi.
“Inisiatif ini tidak hanya mempererat hubungan antara dua negara, tetapi juga membuka peluang baru dalam sektor pariwisata, budaya dan ekonomi. Kota Kinabalu memiliki daya tarik unik dan keindahan alam yang memesona. Dengan rute baru ini, kami berharap dapat menyambut lebih banyak wisatawan dari Indonesia,” ujarnya.
Penerbangan ke KK adalah jalur kelima yang dibuka oleh Indonesia AirAsia untuk terbang ke Malaysia langsung dari Jakarta. Sebelum ini ada jalur Jakarta-Kuala Lumpur, Jakarta-Johor Bahru, Jakarta-Pulau Pinang dan Jakarta-Kuching.
Menurut data Biro Pusat Statistik Indonesia, sepanjang 2023 turis dari Malaysia menduduki tempat pertama sebagai turis asing paling banyak mengunjungi Indonesia (16,28% atau 1.901.242 pelancong). Begitu juga dengan Indonesia, berdasarkan data Kantor Imigrasi Sabah, dalam periode Januari-November 2023, pelancong asing dari Indonesia menempati posisi ketiga dari sebanyak 78.693 turis ke Sabah.
Jadi, ayo kita terbang ke Jakarta atau ke KK bersama AirAsia. Dan bagi orang Sabah (atau Malaysia umumnya), jom kita terbang ke Jakarta atau Bandung untuk berbelanja dengan harga runtuh tanpa jimat. Bah!***