Ads
Aktualita

Berharap Kisruh Al Zaytun Segera Selesai

Avatar photo
Ditulis oleh Arfendi Arif

Persoalan yang sedang dihadapi Pimpinan Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang mulai memasuki tahap baru. Pada Senin 3 Juli 2023 lalu status hukumnya meningkat dari penyelidikan menjadi penyidikan. Dalam arti ada dugaan unsur pidana.

Hal ini terungkap setelah Panji Gumilang memenuhi panggilan Polri. Ia datang ke Bareskrim Polri pada Senin itu sekitar jam 13.50 . Pemeriksaan dimulai jam 14.00 wib dan berlangsung hingga pukul 23.00 malam hari, atau selama 9 jam.

Dalam pemeriksaan yang bersifat klarifikasi tersebut ada 26 pertanyaan yang diajukan. Materi yang didalami antara lain struktur organisasi, sejarah pendirian Al-Zaytun, masalah video yang beredar, isu adanya beking dan lainnya.

“Selesai peneriksaan penyidik telah melaksanakan gelar perkara. Kesimpulan gelar perkara bahwa dari penyelidikan dinaikkan menjadi penyidikan,” jelas Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandani.

Panji Gumilang sendiri mengatakan, ia menjawab semua pertanyaan dengan sempurna. “Pertanyaan kepada saya lebih dari 30 pertanyaan, bisa dijawab dengan baik. Semoga semua berjalan dengan lancar,” harapnya.

Kisruh yang menimpa Pesantren Al-Zaytun telah menyita perhatian publik. Kontroversi pemahaman agama yang dinilai sesat telah menimbulkan reaksi masyarakat antara lain munculnya unjuk rasa, polemik perbedaan pendapat dan lainnya.

Adanya kesulitan untuk melakukan kajian lapangan terhadap pesantren ini juga menjadikan persoalan ini berlarut-larut. Terakhir, unjuk rasa kembali terjadi Kamis, (6/7/2023) yang berlangsung ricuh. Unjuk rasa yang berlangsung di Pesantren Al-Zaytun Indramayu ini dilakukan oleh Aliansi Santri dan Rakyat Indonesia (ASRI).

Belum lagi yang menyangkut kelangsungan pesantren ini dengan jumlah santri sekitar 5000 orang yang berdiri di lahan seluas 1200 hektar, tentu harus dipikirkan nasibnya.

Karena itu muncul keinginan untuk menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin. MUI misalnya, mengapresiasi langkah Kepolisian Republik Indonesia yang responsif menangani kisruh ini.

Ketua MUI Bidang Pengkajian dan Penelitian, Prof. Utang Ranuwijaya mengharapkan status Panji Gumilang yang sudah diperiksa dalam kasus penistaan agama segera diputuskan.

“Dengan demikian pihak-pihak terkait dapat mengambil keputusan soal masa depan pondok pesantren tersebut”, ujarnya.

Utang Ranuwijaya menambahkan, dengan begitu pesantrennya segera dilakukan pembenahan, sebagaimana mestinya.

Memang, selayaknya masalah Pesantren Al-Zaytun diselesaikan secara cepat. Kisruh ini merugikan banyak pihak. Pendidikan santri menjadi terlantar. Orang tua dan wali santri bingung melihat pendidikan anaknya. Dan, yang lebih mengkhawatirkan lagi, tentunya citra pendidiksn pondok pesantren menjadi negatif dalam.masyarakat.

Karena itu selayaknya masalah ini cepat selesai, dan pendidikan bisa berjalan dengan baik dan aman. Semoga.

Tentang Penulis

Avatar photo

Arfendi Arif

Penulis lepas, pernah bekerja sebagai redaktur Panji Masyarakat, tinggal di Tangerang Selatan, Banten

Tinggalkan Komentar Anda