Muzakarah

Jin, Iblis dan Syaithan (Setan)

fashion people woman art
Written by Panji Masyarakat

Pertanyaan:  Apa sebenarnya jin, iblis dan syaithan itu? Amal-amal apakah yang dimurkai Allah, dan pekerjaan-pekerjaan apa pulakah yang dibenci iblis? (Saiful Bahri, Pondok Pabelan, Magelang, Jawa Tengah).

Jawaban Majelis Muzakarah Al-Azhar:

Perkataan “jin” berasal dari kata “janna – yajunnu – jannan” yang artinya menutup, menjadi gelap, tersembunyi. “Janna’llail , artinya gelapnya malam. “Junna, junanan”, artinya gila, hilang akal. Sedangkan “majnun” berarti orang gila. (Dalam bahasa sehari-hari kita menyebutnya majenun, red).

Menurut kamus Al-Munjid (susunan Louis Ma’luf; red), jin adalah makhluk yang diduga antara manusia dan ruh. Disebut demikian, lantara tertutup dan tersembunyinya dia dari pandangan atau penglihatan manusia.

Jin diciptakan Allah dari api yang sangat panas. Ia diciptakan sebelum Adam diciptakan (Lihat Q. Surah Al-Hijr ayat 27). Di dalam surah Ar-Rahman ayat 15 disebutkan bahwa jin diciptakan dari maarij, api. Maarij artinya nyala api yang sangat panas bercampur dengan warna kehitam-hitaman.

Jin, sebagaimana manusia, diciptakan Allah untuk beribadat kepada-Nya (lihat Q. Surah Ad-Dzariyat ayat 56). Rasulullah SAW mendakwahkan Islam tidak hanya kepada manusia, melainkan juga kepada para jin (Lihat Q. Surah Al-An’am ayat 130). Jadi di antara meereka itu, sebagaimana juga manusia, ada yang Islam dan ada pula yang kafir.

Golongan jin yang kafir inilah yang disebut “iblis”. Namun ada sebagian kalangan yang berpendapat, bahwa iblis adalah dari golongan malaikat yang ingkar (kafir), berpedomankan surah Thaha ayat 116. Majelis tidak sependapat dengan kalangan ini, berdasarkan ayat 50 surah Al-Kahfi, yang menegaskan bahwa yang tidak mau sujud kepada Allah SWT ialah  iblis, dan dia ini dari golongan jin. Tidak ada satu pun di antara malaikat yang kufur. Malah tidak pernah menentang perintah Allah SWT (lihat ayat 6 surah At-Tahrim).

Karena iblis ini dikutuk Allah SWT disebabkan kufurnya itu, maka dia dikeluarkan dari surga. Dengan demikian, dia bersama-sama dengan kita, manusia, di bumi ini. Ia mohon diberi kesempatan untuk tidak mati (dipanjangkan umur) sampai hari kebangkitan, dan bertekad untuk mengufurkan manusia terhadap Allah SWT. Allah memperkenankan permohonannya dengan satu pengecualian, bahwa hamba-hamba (manusia)  yang mukhlis, yakni mereka yang telah diberi taufik untuk menaati segala petunjuk dan perintah Allah SWT, tidak akan terjangkau oleh tekad iblis itu.

Berpijak pada pengertian, bahwa baik manusia maupun jin ada yang kafir dan ada yang Islam, sedangkan makna “syaithan” adalah menjauhi, membelakangi, jahat, pokoknya segala yang bersangkut paut dengan pengertian tidak baik, maka syaithan atau setan itu terdiri dari dua golongan. Yakni golongan jin dan golongan manusia.

Baca surah Al-An’am ayat 112: “Dan demikianlah telah Kami jadikan bagi setiap nabi itu musuh, yakni setan-setan (dari jenis) manusia dan jin. Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu manusia.”

Adapun pertanyaan Saudara, pekerjaan apakah yang dimurkai Allah dan dibenci iblis (syaithan), tentu saja setiap amal yang diridhai Allah SWT dibenci oleh iblis, dan sebaliknya amal-amal yang dimurkai Allah tentu disenangi iblis.

Sumber: Panji Masyarakat, 11-20 November 1987.

About the author

Panji Masyarakat

Platform Bersama Umat

Tinggalkan Komentar Anda