Adab Rasul

Silaturrahim Pemanjang Umur

Written by Ahmad Lukman A.

Ada yang menarik di era media sosial. Bagaimana kita saat ini dengan mudah berkomunikasi dengan teman tanpa batas. Borderless, dunia seolah tanpa batas. Jarak geografis antarnegara,antarpulau, maupun antarprovinsi tidak menjadi persoalan lagi. Semuanya dapat dilakukan dengan mudah dari genggaman, seolah jarak LA (Los Angeles Amerika Serikat) seperti LA (Lenteng Agung Jakarta) saja.

Tetapi yang mudah itu terkadang menghilangkan yang lain. Keriangan bertemu tatap muka, terkadang terkendala karena alat komunikasi, sinyal atau bahkan penjarakan (social distancing) di era pandemi Covid menyulitkan tali persaudaraan secara langsung dapat berjalan dengan baik. Padahala manfaat silaturrahim itu begitu banyak. Rasulullah saw pernah menyatakan seperti diriwayatkan oleh Aisyah r.a bahwa rahiim berasal dari nama Allah (yaitu dari nama Ar-Rahman). Barangsiapa yang menyambungnya maka Allah akan menyambungnya dan barangsiapa yang memutuskannya maka Allah akan memutuskannya.

Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung tali rahimnya. menyambung tali rahimnya (menyambung tali persaudaraan)”. Ketika terjadi silaturrahim maka akan banyak informasi, pengetahuan, dan pengalaman yang terbagi atau dalam konteks bisnis dapat menciptakan peluang besar dalam berkolaborasi, investasi, ataupun sekadar mendapat informasi ringan. Dapat memperpanjang umur karena kita dapat saling mengingatkan dalam kebaikan seperti beribadah maupun menjaga kesehatan sehingga tak musykil berbagai informasi dapat diperoleh saat silaturrahim.  Tidak hanya itu dari Abu Hurairah ia berkata. “Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda,’ Barangsiapa yang senang diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menyambung tali rahimnya”

Ternyata obat awet muda dan diluaskan rejekinya tidak terlalu susah yaitu silaturrahim. Sesuatu yang gampang diucapkan namun cukup berat dilakukan, sehingga saat pegang ponsel dan berkomunikasi dengan yang lain harus diniatkan sebagai salah satu bentuk silaturrahim di era modern, bukan alasan lainnya.

About the author

Ahmad Lukman A.

Berpengalaman menjadi wartawan sejak tahun 2000 dimulai dengan bergabung di Majalah Panji Masyarakat. Lalu, melanjutkan karir di media berbasis teknologi mobile. Lulus dari S2 Ilmu Komunikasi UI dan memiliki antusiasme pada bidang teknologi dan komunikasi.

Tinggalkan Komentar Anda