Adab Rasul

Adab Menuntut Ilmu

Written by Iqbal Setyarso

Menuntut ilmu, salah satu hal yang diajarkan dalam Islam. Tersebutlah, bahwa Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada orang Quraisy, Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu. Hal itu menegaskan untuk mempelajari adab terlebih dahulu sebelum menuntut ilmu. Berikut ini beberapa hal seputar adab menuntut ilmu:

1. Niatkan karena Allah

Sebelum hal-hal lain, penuntut ilmu selayaknya memperbaiki niat. Niatkan semua ilmu yang kita pelajari hanya karena Allah. Firman:

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (Al-Bayyinah: 5)

Rasulallah SAW juga bersabda,

Barangsiapa yang menuntut ilmu syar’i yang semestinya ia lakukan untuk mencari wajah Allah dengan ikhlas, namun ia tidak melakukannya melainkan untuk mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mendapat harumnya aroma surga pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

2. Senantiasa berdoa                                                                                                                                                                                                                           

Penuntut ilmu hendaknya senantiasa berdoa agar diberi kemudahan dalam menyerap ilmu dan mengamalkannya.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

dan katakanlah :”Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”. (Thâhâ:114)

Adapun doa yang biasa dipanjatkan oleh Rasul dalam menuntut ilmu adalah,

Ya Allah, berilah manfaat atas apa yang Engkau ajarkan kepadaku, ajarilah aku hal-hal yang bermanfaat bagiku, dan tambahilah aku ilmu (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Mâjah, dishahihkan al-Albâni).

3. Bersungguh-sungguhlah (dalam menuntut ilmu)

Selalu antusiaslah dalam menuntut ilmu, untuk kebermanfaatan. Seolah-olah tidak pernah kenyang dengan ilmu yang didapatkan, dan hendaknya kita selalu berkeinginan untuk menambah ilmu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam barsabda,

Dua orang yang rakus yang tidak pernah kenyang: yaitu (1) orang yang rakus terhadap ilmu dan tidak pernah kenyang dengannya dan (2) orang yang rakus terhadap dunia dan tidak pernah kenyang dengannya.” (HR. Al-Baihaqi)

4. Jauhi maksiat

Demi mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan berkah, hendaklah jauhkanlah diri dari berbagai macam maksiat. Maksiat, membuat otak sulit untuk berkonsentrasi dan ujung-ujungnya sulit memahami ilmu yang dipelajari.

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.”

5. Rendah hatilah

Tak sedikit orang berilmu yang justru menjadi sombong hanya karena merasa lebih baik dibandingkan orang lain. Rendah hatilah saat memperoleh ilmu yang baik dan bermanfaat.

Imam Mujahid mengatakan,

“Dua orang yang tidak belajar ilmu: orang pemalu dan orang yang sombong” (HR. Bukhari secara muallaq)

6. Berkonsentrasilah pada penjelasan guru/ustadz

Konsentrasi menjadi cara terbaik dalam mendapat ilmu. Guru yang mengajarkan kita, harus diperhatikan penjelasannya jika ingin mendapatkan ilmu dengan mudah. Fokuslah untuk menyerap ilmu yang disampaikan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

… sebab itu sampaikanlah berita gembira itu kepada hamba-hambaKu, (yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan merekalah orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Az-Zumar: 17-18)

7. Diam menyimak

Salah satu adab dalam menuntut ilmu yang banyak ditinggalkan adalah diam ketika guru atau ustadz menjelaskan. Jangan berbicara atau bahkan mengobrol hal yang sama sekali tidak penting bahkan tidak berhubungan dengan pelajaran yang disampaikan. Sebagaimana telah Allah firmankan:  

Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. (Al A’raf ayat 204)

8. Menghafal

Setelah berhasil memahami ilmu yang disampaikan, hafalkanlah ilmu tersebut agar lebih mudah diingat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Semoga Allah memberikan cahaya kepada wajah orang yang mendengar perkataanku, kemudian ia memahaminya, menghafalkannya, dan menyampaikannya. Banyak orang yang membawa fiqih kepada orang yang lebih faham daripadanya…” (HR. At-Tirmidzi).

9. Mengamalkan

Sungguh percuma jika setiap ilmu yang didapatkan, tidak diamalkan. Sudah seharusnya kita mengamalkan ilmu yang kita dapatkan agar mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia, kemudian ia melupakan dirinya (tidak mengamalkan ilmunya) adalah seperti lampu (lilin) yang menerangi manusia, namun membakar dirinya sendiri.” (HR Ath-Thabrani)

10. Mendakwahkan

Ilmu menjadi bermanfaat jika dibagikan kepada orang lain. Maka sebarkanlah ilmu tersebut kepada mereka yang belum mengetahuinya. Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahriim: 6).

Itulah 10 adab menuntut ilmu yang perlu diketahui. Semoga setiap ilmu yang kita dapatkan bermanfaat dan menjadi berkah bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Aamiin.

About the author

Iqbal Setyarso

Wartawan Panji Masyarakat (1997-2001). Ia antara lain pernah bekerja di Aksi Cepat Tanggap (ACT), Jakarta, dan kini aktif di Indonesia Care, yang juga bergerak di bidang kemanusiaan.

Tinggalkan Komentar Anda