Cakrawala

Menyambut Hari Konstitusi (5) : Membangun Peradaban Pancasilais Mulai Dari Desa

Written by B.Wiwoho

Indonesia adalah bangsa dan negara yang tergolong baru, namun komponen-komponennya telah memiliki sejarah dan peradaban yang cukup panjang. Secara geografis merupakan negara maritim yang berupa negara kepulauan terbesar di dunia, yang terdiri dari lebih 17.500 pulau dengan wilayah perairan yang kaya dan luas yang dibatasi oleh Zone Ekonomi Eksklusif, serta membentang sepanjang 3.200 mil atau kurang lebih sama dengan jarak New York – Los Angeles atau juga London – Moscow. Dan lebih istimewa lagi berada di bawah garis khatulistiwa dengan hanya dua musim.

Secara etnografis, bangsa Indonesia terdiri lebih dari 300 suku dan sub culture serta empat kelompok agama besar dan sejumlah aliran kepercayaan. Semua itu merupakan kekuatan tapi sekaligus juga kelemahan dan ancaman, tergantung bagaimana kita mengelolanya. Agar terjadi sinergi dan menghasilkan kinerja yang baik, potensi yang serba multidari suatu bangsa dan negara baru (76 tahun) tersebut perlu digalang secara terus menerus dalam suatu akselerasi kebijakan yang terpadu antara Pemerintah dan masyarakat, dalam bentuk membangun mata rantai peningkatan produksi barang dan jasa yang luas serta berkesinambungan, yang dimulai dari desa dan masyarakat, yang berbasis pada Trisakti, nilai-nilai hakiki dan karakter Pancasilais yang dirumuskan sebagai  5 Plus, yakni:

1.Komunitas, gotongroyong dan keharmonisan;
2.Keunggulan dan kearifan lokal;
3.Pelestarian ekosistem serta konservasi alam dan budaya;
4.Berpihak pada rakyat dan pengentasan kemiskinan;
5.Nilai tambah yang berkelanjutan,                                                              

Plus: dengan kemasan dan sentuhan akhir kepariwisataan.
Sentuhan akhir dan kemasan kepariwisataan diperlukan karena pariwisata memiliki peranan strategis yang unik dalam pembangunan, serta pengaruh yang kuat secara multidimensi – ekonomi, sosial dan budaya – dalam skala lokal, nasional bahkan internasional. Karenanya industri pariwisata yang sehat menjadi penting untuk kesejahteraan dan kemajuan suatu negara.

Pengembangan industri pariwisata terutama di tingkat lokal harus melibatkan peranserta masyarakat setempat, sehingga mereka bisa ikut menikmati manfaatnya. Selain itu, industri pariwisata juga harus memperhatikan kelestarian ekosistem serta konservasi alam dan budaya,  dan tidak hanya fokus pada pengembalian investasi dalam jangka pendek yang dapat merusak lingkungan di sekitarnya.

Manfaat dan Langkah Strategis

Secara garis besar manfaat ekonomis gerakan membangun masyarakat Pancasilais yang dimulai dari desa ini adalah :

1. Menggalang kekuatan ekonomi nasional yang bertumpu pada potensi dalam negeri, yang dapat memperluas kesempatan kerja, kesempatan berusaha dan secara bertahap menghapus kesenjangan sosial ekonimi, karena kegiatan produktifnya mengutamakan keunggulan lokal termasuk padat karya dengan dampak ganda yang besar.

2. Menumbuhkan kegiatan sektor riil khususnya usaha kecil, menengah dan koperasi di akar rumput yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan masyarakat daerah.

3. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dengan mendayagunakan sumber-sumber yang sustainable dan renewable, sehingga menjamin keberlangsungan dalam jangka panjang.

4. Memperbesar pendapatan Pemerintah Pusat dari berbagai pajak dan bea cukai akibat berkembangnya perekonomian nasional.

5. Memperbesar penanaman modal di berbagai sektor yang berhubungan

langsung dengan Akselerasi Gerakan maupun sektor-sektor pendukungnya.

6. Meningkatkan produksi dan transaksi barang dan jasa.

7. Membangkitkan jiwa dan semangat kewiraswastaan.

8. Mendorong pembangunan prasarana dan sarana di daerah Gerakan.

9. Memperbesar penerimaan devisa.

Manfaat sosial politik, budaya dan lingkungan :

1.Menggalang kembali budaya dan kearifan Nusantara, karena meningkatnya rasa penghargaan terhadap seni budaya sendiri, yang pada gilirannya akan mendorong pemeliharaan dan pengembangan nilai-nilai budaya bangsa, menghidupkan seni tradisional serta meningkatkan berbagai mutu seni budaya.

2. Menumbuhkan rasa cinta tanah air sebagai akibat dikembangkannya pemahaman terhadap kekayaan budaya bangsa, kekayaan alam dan tanah air.

2. Memelihara dan melestarikan alam dan lingkungan termasuk flora – fauna khas Indonesia, laut, gunung, sungai dan danaunya yang

3. Terbangunnya rasa kesatuan dan persatuan bangsa melalui semangat gotongrotong, musyawarah mufakat dan harmonisasi kehidupan bersama.

4. Mengembangkan tata nilai kehidupan  dalam arti memperluas cakrawala pandangan masyarakat terhadap nilai-nilai kehidupan bersama yang rahmatan lil alamin, yang hamemayu hayuning bawono, yakni tata nilai kehidupan yang serasi dalam hubungan antara sesama manusia, alam dan Tuhan Yang Maka Kuasa.

5.Terhapus serta terbendungnya tata nilai yang individualis, pragmatis, liberalis, materialis dan hedonis.

About the author

B.Wiwoho

Wartawan, praktisi komunikasi dan aktivis LSM. Pemimpin Umum Majalah Panji Masyarakat (1996 – 2001, 2019 - sekarang), penulis 40 judul buku, baik sendiri maupun bersama teman. Beberapa bukunya antara lain; Bertasawuf di Zaman Edan, Mutiara Hikmah Puasa, Rumah Bagi Muslim-Indonesia dan Keturunan Tionghoa, Islam Mencintai Nusantara: Jalan Dakwah Sunan Kalijaga, Operasi Woyla, Jenderal Yoga: Loyalis di Balik Layar, Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945 serta Pancasila Jatidiri Bangsa.

Tinggalkan Komentar Anda