Adab Rasul

Hanya Satu Syarat untuk Meneladani Rasulullah

Written by A.Suryana Sudrajat

Kiai  A.R. Fachruddin menghimpun 15 sifat dan tindakan Rasulullah yang mesti diteladani seorang da’i atau pendakwah. Dan itulah yang akan membuat seseorang patut dalam mempropagandakan Islam. Seorang propagandis Islam yang istimewa.

Semasa hidupnya (1916-1995) KH Abdur Rozak Fachruddin atau yang akrab disapa Pak A.R. dikenal pemimpin umat yang istimewa, khasnya di lingkungan Muhammadiyah. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah terlama ini (1969-1990) hidupnya amat sederhana. Kendaraannya hanya sepeda motor bebek. Tempat tinggalnya bersama keluarga adalah milik persyarikatan. Untuk istrinya hanya meninggalkan warisan uang pensiun sebagai pegawai negeri. Tapi untuk anak-anaknya serta umat ia meninggalkan banyak warisan, berupa ketauladanan serta sejumlah buku dan tulisan yang berserak di media masaa atau brosur-brosur. Di antaranya yang terhimpun dalam  sebuah buku tipis bertajuk Pesan dan Warisan Pak A.R. yang terbit untuk menyambut muktamar Muhammadiyah di Aceh pada 1995. Ya, lima tahun setelah kepergian Pak A.R.

Buku yang juga memuat surat terbuka Pak A.R. kepada Paus Yohannes Paulus II itu, antara lain memuat 15 sifat dan perilaku Nabi s.a.w. yang harus diteladani terutama oleh mereka yang bergiat dalam dakwah. Syaratnya, kata Pak A.R., mudah. Dan hanya satu satu saja. “Apakah itu? Apakah Saudara harus pandai? Apakah Saudara harus kaya?”

Pak A.R. langsung menjawab pertanyaan yang diajukannya itu. “Tidak! Kalau itu sukar. Dan kalau itu syaratnya, belum tentu Saudara dapat.” Nah. Apa syaratnya, kalau begitu?

“Syaratnya, yaitu asal Saudara MAU. Asal Saudara mau, tentu dapat. Insya Allah Saudara akan mendapat pertolongan dari Allah. Yakin saja. Dan yakinlah Saudara!”

Dan inilah 15 sifat dan tindakan Rasulullah, yang mesti diteladani itu. Kita sarikan:

  1. Mendekatkan diri. Rasulullah s.a.w. selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak amal dan perilaku yang diridhai Allah.
  2. Luas dadanya. Yakni sabar dan selalu kuat memberi maaf kepada para pengikut dan sahabatnya.
  3. Dapat membimbing. Tidak mudah kecewa kepada para sahabatnya yang salah dalam bertindak.
  4. Jujur dan boleh dipercaya. Mulai dari kata-katanya, tindakan-tindakannya, bahkan sampai hatinya.
  5. Berani tetapi sopan. Tidak punya rasa takut kepada musuh. Tidak segan kepada orang yang terhormat. Tidak silau kepada orang yang berpangkat dan kaya. Namun beliau selalu berlaku sopan. Memberi hormat kepada orang yang patut dihormati. Kepada sesama tidak menganggap sepi atau acuh. Yang tua dihormati, yang sama dihargai, yang kecil disayangi.
  6. Sabar, tidak pernah putus asa. Tidak bingung karena halangan, tidak terpesona karena berhasil.
  7. Selalu menjadi contoh.
  8. Suka memberi keringanan. Tidak mau memberat-beratkan.
  9. Keterangannya tegas. Juga jelas. Tidak jarang memberikan keterangan secara berulang-ulang, sampai tiga kali.
  10. Senantiasa bertindak sungguh-sungguh. Emtig. Tidak bercampur gurau atau main-main.
  11. Penting, ringkas. Rasulullah s.a.w. bersabda, Wama qalla wakafa khairun min mimma katsura wa alha (Apa yang sedikit dan telah mencukupi lebih baik daripada yang banyak tetapi melupakan). Karena itu kalau beliau berkhutbah singkat tetapi berisi dan menjiwa.
  12. Tawadhu, rendah hati.
  13. Berhati asih. Lebih-lebih kepada yang fakir dan menderita. Kepada orang-orang yang oleh umum disebut wong cilik, Nabi sangat memperhatikan kehidupan mereka, baik lahir maupun batin.
  14. Tidak suka memberikan hukuman jahat. Kalau ada hal-hal yang mungkin menimbulkan fitnah, beliau sangat hati-hati. Penyelidikannya teliti benar. Tidak pernah melemparkan tuduhan-tuduhan yang kurang baik. Apalagi tuduhan yang memang tidak baik. Pendek kata, tidak berlaku gegabah.
  15. Memberikan kepuasan. Dalam hal agama, hubungan muamalah, Rasulullah selalu nampak daya upayanya untuk memberikan kepada setiap orang yang bersangkutan.       

Kata Pak A.R., kita tidak mungkin menerima wahyu, tidak pula punya mukjizat. Tetapi mungkin kita dapat mencontoh laku-laku Rasulullah tersebut. Syaratnya, ya itu tadi, “Asal, sekali lagi,  Saudara MAU.” Ia menambahkan, faedah yang bakal kita terima kalau mengikuti jejak Rasulullah adalah kita akan dicintai Allah, akan diberi ampunan oleh Allah.

Adapun sukses atau tidak dalam berdakwah, baiknya kita ikuti ini: Wama ‘alaina illal balagh – Tidaklah kewajiban kami kecuali sekadar menyampaikan saja. Demikian Pak A.R. 

About the author

A.Suryana Sudrajat

Pemimpin Redaksi Panji Masyarakat, pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihsan Anyer, Serang, Banten. Ia juga penulis dan editor buku.

Tinggalkan Komentar Anda