Adab Rasul

Adab Membaca Alquran

Ulama salaf berpesan, dahulukan adab sebelum ilmu.  Yang  lainnya mengatakan, dengan adab kamu akan mampu memahami ilmu, dan dengan ilmu amalmu akan menjadi benar. Maka, kedepankan adab sebelum menyelami sesuatu, termasuk dalam membaca dan atau mendalami Alquran. Ada bulan yang afdhal untuk menyelami Alquran, yang masyhur, bulan Ramadan. Itulah momentum terbaik untuk bergaul dengan Alquran. Allah Ta’ala berfirman: “Maka bacalah Alquran dengan tartil (yang sebaik-baiknya).” (QS. Al-Muzammil: 4)

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bacalah olehmu Alquran, maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberi syafa’at/pertolongan ahli-ahli Alquran (yang membaca dan mengamalkannya).” (HR. Muslim). Penegas lainnya tentang belajar Alquran, sabda Rasul,”Orang yang paling baik di antara kamu ialah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya kepada orang lain. (HR. Al-Bukhari)

Ilmu Tajwid

Sebelum mulai mempelajari ilmu Tajwid sebaiknya kita mengetahui lebih dahulu pengertian Ilmu Tajwid. Secara bahasa Tajwid yaitu memperelok, memperindah sesuatu. Menurut istilah, ilmu Tajwid adalah melafazkan setiap huruf dari makhraj-nya yang betul serta memenuhi hak-hak setiap huruf.

Hukum mempelajari ilmu Tajwid adalah Fardhu Kifayah dan membaca Alquran  dengan tajwid adalah Fardhu ‘Ain bagi setiap muslimin dan muslimat yang mukallaf.

Faedah mempelajari ilmu Tajwid adalah mencapai kebahagiaan dan mendapat rahmat dan keridhaan Allah di dunia dan akhirat. Karena itu, setiap muslim hendaknya memelihara lidah daripada kesalahan membaca ayat-ayat suci Alquran.

Adab-adab Membaca Quran

Menyelami Alquran  ada rambu-rambunya, yang lebih dikenal sebagai adab. Berikut ini adab-adab membaca Alquran:
1. Bersuci dari hadas besar dan kecil, karena mushaf Quran tidak boleh disentuh kecuali bagi orang-orang yang suci.
2. Mencuci mulut (menggosok gigi) atau bersiwak.
3. Menghadap kiblat sebab ia merupakan arah paling mulia.
4. Membaca ta’awwudz (doa berlindung kepada Allah dari gangguan setan). “Maka apabila kamu membaca Alquran, berlindunglah kepada Allah dari syaithan yang terkutuk.” (QS.An-Nahl: 98)
5. Ikhlas atau meluruskan niat karena Allah semata. Ini merupakan adab paling penting karena suatu amal selalu terkait dengan niat. Siapa saja yg membaca atau menghafal Alquran karena riya maka ia tak mendapat pahala.
6. Menghadirkan hati (konsentrasi penuh). Menghalau bisikan syetan dan kata hati, tidak sibuk dengan memain-mainkan tangan atau menoleh ke kanan dan ke kiri.
7. Mentadabburi (merenungi) dan memahami apa yang dibaca.
8. Berusaha agar khusyu’ atau tersentuh dengan bacaan. Jika mampu menangis itu lebih baik.
9. Memperindah suara ketika membaca Alquran.  Rasulullah s.a.w. bersabda, “Tidaklah termasuk golongan kami orang yang tidak bersenandung dengan Alquran  (melantunkannya dengan bagus).” (HR Al-Bukhari)
10. Membaca dengan mushaf. Imam an-Nawawi mengatakan, bila membaca menggunakan mushaf dapat menambah kekhusyukan. Mushaf tidak diletakkan di tanah atau lantai. Tidak boleh menyentuhnya kecuali dalam keadaan suci.
11. Membaca di tempat suci seperti di masjid/mushalla dan rumah atau tempat yang dianggap bersih lainnya.

Level Membaca Alquran
Ada empat level atau bacaan Alquran dari segi cepat atau perlahan, yaitu:
1). At-Tahqiq: Bacaannya seperti tartil cuma lebih lambat dan perlahan, seperti membetulkan bacaan huruf dan makhraj-nya, menepatkan kadar bacaan mad dan dengung. Tingkatan ini biasanya bagi mereka yang baru belajar membaca Alquran supaya dapat melatih lidah menyebut huruf dan sifat huruf dengan tepat.
2). At-Tartil: Bacaan yang perlahan-lahan, tenang dan melafazkan setiap huruf daripada makhraj-nya yang tepat serta menurut hukum-hukum bacaan Tajwid dengan sempurna, merenungi maknanya, hukum dan pengajaran daripada ayat. Tingkatan ini biasanya bagi mereka yang sudah mengenal makhroj huruf, dan hukum-hukum tajwid.
3). At-Tadwir: Bacaan pertengahan antara tingkatan bacaan Tartil dan Hadar, serta memelihara hukum-hukum Tajwid. Tingkatan ini biasanya sering dibaca para imam-imam di Masjid seperti Al-Haram, Nabawi, atau Istiqlal.
4). Al-Hadar: Bacaan cepat namun tetap memelihara hukum-hukum bacaan Tajwid. Tingkatan ini biasanya bagi mereka yang telah menghafal Alquran, supaya dapat mengulang bacaannya dalam waktu yang singkat.

About the author

Iqbal Setyarso

Wartawan Panji Masyarakat (1997-2001). Ia antara lain pernah bekerja di Aksi Cepat Tanggap (ACT), Jakarta, dan kini aktif di Indonesia Care, yang juga bergerak di bidang kemanusiaan.

Tinggalkan Komentar Anda