Cakrawala

Kiamat : Kekejian Mendominasi, Alquran Menghilang (2)

Bicara akhir zaman, umat manusia dibetot pada ‘sebatas tahu’ tanda-tandanya, terutama agar mewaspadainya. Ke-Maha-Kasih-an Allah lah sehingga kita tak dibocori informasi kapan waktunya. Hikmahnya, agar kita mengimaninya pasti terjadi, dan cukup mengimani dan senantiasa bersiaga saat itu terjadi. 

Di antara pertanda kiamat, salah satunya, dominasi kekejian berkelindan dengan putusnya kekerabatan serta buruknya hubungan dengan tetangga.  “Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji, memutuskan hubungan silaturahim dan sikap yang buruk dalam tetangga.” (Riwayat Ahmad dan Hakim).

Umat manusia secara kolektif, suka menghias masjid dan membanggakannya. “Di antara tanda-tanda telah dekatnya kiamat ialah manusia bermegah-megahan dalam mendirikan masjid” (Riwayat Nasa’i). Masjid menjadi tempat urusan dunia saja. Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Akan datang kepada manusia suatu masa, omongannya dalam masjid hanyalah tentang urusan dunia semata. Allah tidak membutuhkan mereka. Dan janganlah kamu duduk bersama mereka (pada waktu dalam masjid),” demikian Hakim meriwayatkan. Kebiasaan menyalahkan takdir, menjadi tanda kiamat berikutnya. Dari Jabir ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Kelak pada akhir zaman ada suatu golongan yang berbuat maksiat kalau ditanya mereka mengatakan ’Allahlah yang menakdirkan perbuatan itu kami lakukan.‘ Orang yang menentang pendapat mereka pada zaman itu bagaikan orang yang menghunus pedangnya dalam jihad fisabilillah”. Ilmu agama sudah tidak dianggap penting lagi. Ilmu agama sudah tidak lagi difahami dan tidak dipelajari para manusia. Naudzu billahi min dzaalik.

Pada saatnya, terjadi penaklukan Jerusalem. Dari Auf bin Malik r.a. katanya, Rasulullah saw telah bersabda: “Saya menghitung enam hal menjelang hari kiamat.” Beliau menyebutkan salah satu di antaranya, yaitu penaklukan Jerusalem.“ (Bukhari). 

Nubuwah yang dikatakan Rasulullah lainnya, penduduk Mekkah akan meninggalkan kota Mekkah. Umar ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Kelak penduduk Mekkah akan keluar meninggalkan Mekkah; kemudian yang meninggalkan itu tidak akan kembali lagi kecuali hanya sebagian kecil saja. Kemudian yang sedikit itu menjadikan kota itu penuh bangunan. Kemudian mereka keluar lagi dari kota itu dan tidak kembali selamanya,“ begitu Ahmad meriwayatkan. 

Pada masa menjelang kiamat, merajalela alat musik. “Pada akhir zaman akan terjadi tanah longsor, kerusuhan dan perubahan muka. “Ada yang bertanya kepada Rasulullah; “Wahai Rasulullah bila hal ini terjadi?” Baginda menjawab; “Apabila telah merajalela bunyian (musik) dan penyanyi-penyanyi wanita” (Ibnu Majah). Pertanda kiamat lainnya, keduapuluhdua: empat macam golongan mengerjakan ibadah haji. Dari Anas bin Malik ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Kelak ketika akhir zaman ada empat macam golongan mengerjakan ibadah haji yaitu: 1) Para pemimpin menunaikan haji hanya untuk ‘makan angin’, 2) Ada orang kaya pergi haji hanya untuk berdagang, 3) Banyak fakir miskin pergi haji dengan tujuan untuk mengemis, 4) Ahli qira’at (pembaca Al-Quran) menunaikan haji hanya untuk mencari nama dan kemegahan.” 

Berikutnya, keduapuluhtiga, merajalelanya zina. “Dan tinggallah manusia-manusia yang buruk, yang seenaknya melakukan persetubuhan seperti himar (keledai). Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang. “- Sahih Muslim. Selanjutnya, pertanda keduapuluh empat, menggadaikan agama karena dunia. Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: “Akan muncul di akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka menunjukkan kepada orang lain pakaian yang dibuat dari kulit kambing (berpura-pura zuhud dari dunia) untuk mendapatkan simpati masyarakat, dan percakapan mereka lebih manis dari gula. Padahal hati mereka adalah hati serigala (memiliki tujuan-tujuan yang jahat). Allah swt berfirman kepada mereka: “Apakah kamu tertipu dengan kelembutanKu? Ataukah kamu terlampau berani berbohong kepadaKu ? Demi kebesaranKu, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri, sehingga orang yang alim (cendekiawan) pun akan menjadi bingung (dengan sebab fitnah itu).“ (Riwayat Tirmidzi). 

Keduapuluhlima, orang mukmin lebih hina dari hewan. Dari Anas ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Akan datang pada manusia suatu masa, di mana kondisi orang mukmin pada masa itu lebih hina dari domba”; – (Riwayat Ibnu Asakir). Keduapuluhenam, serbuan musuh Islam terhadap kaum muslimin. Tsauban ra berkata, Rasulullah saw bersabda; “Hampir tiba suatu masa di mana bangsa-bangsa dan seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang hendak makan mengerumuni talam hidangan mereka”. Maka salah seorang sahabat bertanya “Apakah karena kami sedikit pada hari itu?” Nabi saw menjawab, “Bahkan kamu pada hari itu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa takut terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan mencampakkan ke dalam hati kamu penyakit ‘wahan’. ” Seorang sahabat bertanya, “Apakah wahan itu hai Rasulullah?” Nabi kita menjawab, “Cinta pada dunia dan takut pada mati”; – (Riwayat Abu Daud). 

Dan Alquran pun Menghilang

Akhir zaman, saat itulah Nabi Muhammad mengatakan, sebagai pertanda keduapuluhtujuh, al-Quran hanya tinggal tulisannya sahaja. Dari Ali ra bahwa Rasulullah saw bersabda: Hampir datang suatu zaman, di mana agama Islam hanya tinggal namanya saja, dan dari Al-Quran hanya tinggal huruf dan tulisannya saja. Masjid-masjid indah dan megah, tetapi sunyi dari petunjuk. Ulama mereka adalah yang paling jahat di antaranya yang ada di bawah langit. Dari mereka (ulama) itu akan muncul berbagai fitnah dan fitnah itu akan kembali ke lingkungan mereka sendiri (umat Islam); – (Riwayat Baihaqi). Selanjutnya, pertanda berikutnya keduapuluhdelapan, imam yang memperlambat waktu shalat. Dari Ibnu Ame ra bahwa Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya nanti setelah peninggalanku akan terjadi; para imam mengakhirkan shalat dari waktunya. Oleh karena itu hendaklah kamu mengerjakan shalat tepat pada waktunya. Jika kamu datang bersama mereka untuk mengerjakan shalat, maka bershalatlah kamu; – (Riwayat Thabrani). 

Berikutnya, pertanda keduapuluhsembilan, memamerkan ketika berdoa. Dari Saad ra bahwa Nabi saw bersabda: “Kelak akan ada kaum yang berlebih-lebih (pamer) dalam berdoa”; – (Riwayat Ahmad). Pertanda ketigapuluh, banyak orang muda menyebut dalil agama. Rasulullah saw telah bersabda: “Akan muncul di akhir zaman nanti, suatu kaum yang terdiri dari orang-orang muda yang masih mentah pikirannya (dangkal pemahaman agamanya). Mereka banyak mengucapkan kata Khairil Bariyah (firman Allah dan hadis Rasul), namun iman mereka masih lemah. Pada hakikatnya mereka telah keluar agama seperti anak panah yang lepas dari busurnya. Di mana saja kamu dapat menemukannya, maka noda mereka itu, siapa yang dapat menghapus mereka, kelak akan mendapat pahala di hari kiamat.“( Riwayat Bukhari dan Muslim).  

Pertanda ketigapuluhsatu, golongan yang membuat lidahnya sebagai alat untuk mencari makan. Dari Sa’ad bin Abi Waqash ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: Tidak akan terjadi kiamat, sebelum muncul suatu golongan yang mencari makan melalui lidah-lidah mereka, seperti sapi yang makan dengan lidah- lidahnya (Riwayat Ahmad). Pertanda ketigapuluhdua, melimpahnya harta benda dan luasnya bisnis serta banyak media massa. Dari Umar bin Tsa’lab ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: Sebagian dari tanda-tanda dekatnya Hari Kiamat, adalah tersebarnya (melimpahnya) harta benda dan luasnya bisnis. Dan pena-pena akan bermunculan yang menunjukkan banyaknya bacaan dan tulisan. (Riwayat An-Nasa’ie). 

Pertanda ketigapuluhtiga,  Alquran sebagai alat propaganda. Ali bin Thalib ra berkata bahwa ia mendengar Rasulullah saw bersabda: Kelak akan muncul di antara umatku suatu kaum yang membaca Quran bukan seperti lazimnya kamu membaca, dan sembahyangmu jauh berbeda dengan cara mereka bersembahyang. Mereka membaca Quran dengan menghitung bahwa Alquran  itu sebagai alat propaganda mereka, padahal Alquran itu berisi peringatan yang harus mereka junjung. Bacaan mereka itu tidak melebihi tenggorokannya (tidak sampai meresap ke dalam hati). Mereka itu sebenarnya keluar dari Islam, bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya (Riwayat Muslim).

About the author

Iqbal Setyarso

Wartawan Panji Masyarakat (1997-2001). Ia antara lain pernah bekerja di Aksi Cepat Tanggap (ACT), Jakarta, dan kini aktif di Indonesia Care, yang juga bergerak di bidang kemanusiaan.

Tinggalkan Komentar Anda