Cakrawala

Kiamat di Era Kemewahan dan Kebohongan (1)

Ini soal sangat penting, sehingga tak elok menganggapnya dengan sebelah mata. Ini berkaitan dengan sendi-sendi keyakinan Islam. Tanda-tanda kiamat terbagi menjadi dua yaitu tanda kecil dan besar. Dikatakan adapun penisbahan pembagian dan susunan kejadian ini, itu bukanlah satu ketentuan dari al-Quran dan hadits, tetapi merupakan usaha ijtihad para ulama terdahulu dan kontemporer. Mereka membaginya ke pertanda kecil dan tanda besar kiamat. Para ulama juga berbeda pandangan dalam menentukan tanda kecil dan tanda besar kiamat. Ikhwal kiamat, tak kurang seorang al-Baihaqi, Ibnju Hajar al-‘Asqalani, hingga al-Qurtubi membincangkannya.

Pengingat: Kiamat Kecil

Menjadi penanda, atau pengingat, Allah menunjukkan sejumlah tanda kiamat kecil, pada akhir zaman. Pertama, munculnya gaya hidup mewah dan manja di kalangan umat Islam. “Apabila umatku berjalan dengan sombong dan yang memperlakukan mereka adalah putra-putri raja, putera-puteri Persia dan Romawi, maka orang yang paling buruk akan berkuasa terhadap orang yang paling baik (pilihannya).“Ini sebagaimana diriwayatkan Tirmizi, sahih Abdullah ibnu Umar ra. Kedua, berkurangnya jumlah orang yang baik,  bertambah orang jahat. Dari Aisyah ra berkata, beliau mendengar Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga anak seseorang menjadi penyebab kemarahan (bagi orangtuanya) dan hujan akan menjadi panas (hujan akan berkurang dan cuaca akan menjadi panas) dan akan bertambah banyak orang yang tercela dan akan berkurang orang yang baik dan anak-anak menjadi berani melawan orang-orang tua dan orang yang jahat berani melawan orang-orang baik“ (Riwayat Thabrani).

Ketiga, manusia mewarnai rambut di kepalanya dengan warna hitam supaya kelihatan muda.“Pada akhir zaman akan muncul suatu kaum yang mencelupi rambut mereka dengan warna hitam seperti ‘bulu merpati’ yang mereka itu tidak akan mencium bau surga.” (Sahih Abu Daud & Nasai). Keempat, negara Arab menjadi padang rumput dan sungai.  “Tidak akan datang hari kiamat sehingga negeri Arab kembali menjadi padang rumput dan sungai-sungai”. (Sahih Muslim).

Maraknya Kesaksian Palsu

Kita tidak memperkirakan, di ranah peradilan, juga ada tanda kiamat. Sebagai tanda kelima, banyaknya saksi palsu dan menyimpan kesaksian yang benar. “Sesungguhnya sebelum datang nya hari kiamat akan banyak kesaksian palsu dan disembunyikan kesaksian yang benar.” (Riwayat Ahmad). Selain itu, menjadi tanda kiamat berikutnya, keenam, pria menyerupai wanita dan wanita menyerupai pria. Rasulullah saw bersabda: Di antara tanda-tanda dekatnya Hari Kiamat adalah laki-laki menyerupai wanita dan wanita menyerupai laki-laki (Riwayat Abu Nu’aim). Soal gender yang kabur, sulit dibedakan jati diri pria dan wanita, dipersaksikan umat manusia jelang kiamat.

Di ranah publikasi, tersebut pula perilaku dusta dan tidak tepat dalam menyampaikan berita, menjadi tanda kiamat ketujuh. “Pada akhir zaman akan muncul pembohong-pembohong besar yang datang kepadamu dengan membawa berita-berita yang belum pernah kamu dengar dan belum pernah didengar oleh bapa-bapa kamu sebelumnya, karena itu jauhkanlah dirimu dari mereka agar mereka tidak menyesatkanmu dan memfitnahmu “(Demikian Sahih Muslim). Kedelapan. bulan sabit terlihat besar. “Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah menggelembung (membesarnya) bulan sabit.” – Riwayat Thabrani. Kesembilan, banyak wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya telanjang. Diriwayatkan dari Abu Hurairah lah.a. “Di antara tanda-tanda telah dekat hari kiamat akan muncul pakaian-pakaian wanita dan ketika mereka memakainya keadaannya seperti telanjang”.

Kesepuluh, tahun-tahun yang penuh tipu muslihat. Dari Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh muslihat, di mana akan diizinkan padanya orang yang berdusta, dan akan didustakan orang yang benar. Akan dipercaya orang yang berkhianat, dan akan dituduh berkhianat orang yang terpercaya. Serta akan berbicara padanya Ruwaibidhah. Maka ada yang menanyakan: Apa itu Ruwaibidhah? Dijawab baginda saw: Artinya, orang yang bodoh dan hina ditugaskan menangani kepentingan umum (Riwayat Ibnu Majah). Kesebelas, mengucapkan salam kepada orang yang dikenalnya saja. “Sesungguhnya di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah manusia tidak mau mengucapkan salam kepada orang lain kecuali yang dikenalnya saja.” – Riwayat Ahmad. Keduabelas, orang yang hina mendapat posisi terhormat.“Di antara tanda semakin dekatnya kiamat adalah dunia akan dikuasai oleh Luka ‘bin Luka’ (orang yang bodoh dan hina). Maka orang yang paling baik ketika itu adalah orang yang beriman yang diapit oleh 2 orang mulia.“ (Riwayat Thabrani).

Berseminya Penyakit Masyarakat

Kelak, yang kita tidak tahu persis kapan waktunya, pertanda kiamat lainnya, munculnya penyakit yang pernah menjangkiti umat-umat terdahulu. Sebagai pertanda  ke ketigabelas, tersebutlah, Abu Hurairah ra mengatakan, aku mendengar RasuIullah saw bersabda: “Umat ku akan ditimpa penyakit-penyakit yang pernah menimpa umat-umat dahulu”. Sahabat bertanya, “Apakah penyakit-penyakit umat-umat terdahulu itu?” Nabi saw menjawab, “Penyakit-penyakit itu adalah (1) terlalu banyak kesenangan, (2) terlalu mewah, (3) menghimpun harta sebanyak mungkin, (4) tipu menipu dalam merebut harta benda dunia, (5) saling memarahi, (6) hasut menghasut sehingga jadi zalim menzalimi“ (Riwayat Hakim).

Keempatbelas, banyak orang saleh meninggal. “Tidak akan datang hari kiamat sehingga Allah mengambil orang-orang yang baik dan ahli agama di muka bumi, maka tidak ada yang tinggal padanya kecuali orang-orang yang hina dan buruk yang tidak mengetahui yang ma’ruf dan tidak mengingkari kemungkaran” (Riwayat Ahmad). Kelimabelas, ilmu agama akan secara bertahap hilang. Daripada Abdullah bin Amr bin ‘Ash ra berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda; – “Sesungguhnya Allah swt tidak mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tapi Allah swt menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka ketika sudah ditiadakan alim ulama, masyarakat akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka ketika pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain. “ (Riwayat Muslim).

About the author

Iqbal Setyarso

Wartawan Panji Masyarakat (1997-2001). Ia antara lain pernah bekerja di Aksi Cepat Tanggap (ACT), Jakarta, dan kini aktif di Indonesia Care, yang juga bergerak di bidang kemanusiaan.

Tinggalkan Komentar Anda