Aktualita

Khutbah Idul Fitri 1442 H (2) : Indahnya Menjalin Hubungan Sosial

Written by Hamid Ahmad

Sholat Idul Fitri sebentar lagi akan kita laksanan. Berikut contoh khutbah tersebut

Khutbah Pertama

Para jamaah salat Idul Fitri yang kami hormati. Selaku khatib pada salat Idul Fitri hari ini saya berwasiat kepada diri sendiri dan kepada para hadhirin sekalian, marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah. Takwa adalah sebaik-baik bekal kita di dunia dan untuk kehidupan kita kelak di akhirat.

Saya juga mengajak para hadhirin, marilah kita bersyukur ke hadhirat Allah SWT karena bersyukur adalah perintah Allah kepada kita. Hadirin sekalian, Idul Fitri adalah hari raya kita, kaum muslimin. Inilah hari penuh suka cita, hari penuh bahagia, hari penuh dengan senyum. Marilah kita berbahagia di hari ini. Marilah kita tersenyum di hari ini. Marilah kita tebar senyum. Kita sambung rasa, kita bahagiakan diri kita dan orang-orang sekeliling kita. Nabi Muhammad SAW telah memberi teladan kepada kita bagaimana kita berbagi kebahagiaan dengan sesama kita, terutama dengan keluarga kita dan orang-orang yang mungkin kurang beruntung di sekeliling kita.

Alhasil, di hari ini jangan sampai ada orang di sekeliling kita yang bersedih. Bermuram durja. Lihatlah, bagaimana junjungan kita membahagiakan seorang anak yatim yang nestapa karena di sampingnya tidak ada orang tua. Beliau mengentaskan anak yatim tersebut dari telaga kesedihannya dengan memberinya baju baru nan bagus serta bahkan mengangkatnya menjadi anak.

Hadirin sekalian, barangkali selama sebulan penuh syaraf dan pikiran kita telah digedor-gedor dan disibukkan dengan masalah ancaman virus corona. Di hari ini, di hari yang bahagia ini, marilah kita lupakan sejenak masalah tersebut, tentunya tanpa mengabaikan kewaspadaan. Di hari ini kita bahagiakan hati kita. kIta buat hati kita dan hati orang-orang sekeliling kita tersenyum bersama senyum yang menyungging di bibir kita.

Bagaimana tidak para hadirin. Kita dapat menjalani bulan Ramadan dengan segala ritualnya, hal itu merupakan anugerah yang luar biasa. Di bulan Ramadan kita seolah mencelupkan badan kita di dalam telaga nan bening dan menyejukkan. Air di telaga itu telah membersihkan diri kita dari noda-noda dosa. Ya, insyaallah di hari ini diri kita bersih dari dosa-dosa, sebagaimana dijanjikan oleh Nabi Muhammad SAW di dalam sabdanya, “Barangsiapa berpuasa (di) bulan Ramadan karena motivasi iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Tambah Takwa

Puasa adalah amal yang luar biasa, terutama puasa di bulan Ramadan. Di dalam Alquran Allah berfirman: “Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kalian untuk berpuasa, supaya kalian bertakwa.” (Al-Baqarah: 178) Artinya puasa dapat meningkatkan derajat ketakwaan kita. Puasa lebih mendekatkan diri dan hati kita dengan Allah SWT.

Pertambahan takwa ini harus kita sambut dengan segala implikasinya, Di dalam Alquran disebutkan, takwa itu memiliki dua dimensi: dimensi vertikal dan dimensi horizontal. Secara vertikal takwa berupa iman kepada Allah dan menjalankan amal ibadah yang diwajibkan dan dianjurkan kepada kita, terutama salat dan zakat. Ial-Baqah: 2-3) Karena itu, mulai hari ini, marilah kita tingkatkan iman kita. Marilah kita tingkatkan baik kualitas maupun kuantitas ibadah salat kita. Juga, jangan lupa, marilah kita salurkan zakat kita, baik itu zakat fitrah, zakat mal, zakat tijarah atau lainnya. Hadirin sekalian, salat dan zakat adalah dua ibadah penting yang saling berkelindan. Keduanya merupakan amal yang sangat penting. Begitu pentingnya, sehingga kedua amal ini di dalam kitab suci hampir selalu disebut secara bersamaan.

Secara horizontal takwa ialah indahnya jalinan hubungan sosial kita dengan sesama. Hubungan yang baik dengan Allah maupun hubungan yang baik dengan sesama kita merupakan dua hal yang tak boleh terpisahkan. Keduanya harus senantiasa hadir dalam keseharian kita.

Mengenai takwa dalam arti horizontal ini Allah berfirman, “(Sorga itu) disediakan untuk orang-orang bertakwa, yang menginfakkan harta mereka dalam keadaan senang maupun duka, yang mengendalikan amarah, dan memberi maaf pada orang-orang lain. Sungguh Allah suka kepada orang-orang yang berbuat ihsan, berbuat (baik pada orang lain).” IAli Imran: 133-134)

Hadirin sekalian, marilah kita berbagi dengan sesama kita. Marilah kita kendalikan diri kita. Hilangkan segala amarah, dengki dan benci di hari yang suci ini. Marilah kita tebar maaf untuk orang-orang sekeliling kita. Mari kita meminta maaf kepada mereka atas kesalahan yang mungkin telah kita perbuat, dan marilah pula kita maafkan kesalahan-kesalahan mereka. Perbaiki hubungan dengan mereka. Alhasil, tinggalkan segala permusuhan. Hapuskan segala dendam dan benci serta iri dan dengki dari hati kita.

About the author

Hamid Ahmad

Redaktur Panji Masyarakat (1997-2001). Sebelumnya wartawan Harian Pelita dan Harian Republika. Kini penulis lepas dan tinggal di Pasuruan, Jawa Timur.

Tinggalkan Komentar Anda