Panji Milenial

Ikhtiar Gubernur Anies dalam Hadapi Perubahan Iklim

Written by khalimatuz Zahro

PANJI MASYARAKAT – Perubahan iklim tak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh penjuru dunia. Akibatnya, ada perubahan-perubahan pada kehidupan umat manusia. Umat Islam yang ditugaskan menjadi khalifah di muka bumi ini, memiliki tanggung jawab untuk menjaga serta merawat bumi, termasuk dalam menahan laju perubahan iklim.

Begitu yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ph.D pada acara sarasehan online Panji Masyarakat  dan Islamic Studies Forum yang bertajuk Ngabuburit dan Dialog Menahan Laju Perubahan Iklim Bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ph.D”, Kamis (29/04/2021).

“Salah satu hal yang harus kita garis bawahi, biasanya percakapan-percakapan di umat adalah mengenai umat itu sendiri, dalam hal ini umat Islam. Pertanyaan besarnya adalah kontribusi apa yang bisa diberikan umat Islam pada umat manusia? Melihat tantangan yang hari ini sedang kita hadapi sama-sama, salah satunya adalah tentang lingkungan hidup. Sebagai khalifah, kita bertanggung jawab untuk merawat bumi dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Sebagai pemimpin DKI Jakarta yang merupakan kota terbesar di Indonesia, Anies menilai kota memiliki peran penting dalam menahan laju perubahan iklim. Sebab, sebanyak 68 persen penduduk Indonesia saat ini bertempat tinggal di kota.

Anies sendiri sangat konsen dengan laju perubahan iklim yang saat ini terjadi. Beberapa waktu lalu, ia menyampaikan tiga gagasan terkait perubahan iklim dalam dialog bersama Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Gutteres. Secara garis besar, usulannya itu berisi apa yang bisa dilakukan PBB untuk membantu kota-kota di dunia mengatasi dampak perubahan iklim. Sekjen PBB ternyata menyetujuinya.

 “Jakarta berkomitmen untuk menjadi kota berketahanan iklim. Jadi Jakarta berusaha semaksimal mungkin mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan sistem ketahanan kota, serta kemampuan masyarakat dalam beradaptasi menghadapi dampak perubahan iklim,” kata Anies.

Dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota berketahanan iklim diperlukan ikhtiar-ikhtiar yang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah saja, tetapi juga melibatkan masyarakat.

Anies menyebut adanya transformasi aksi perubahan iklim yang telah direncanakan dan sedang dalam proses pengerjaan oleh Pemda DKI Jakarta. Di antaranya adalah penurunan emisi gas rumah kaca, integrasi transportasi, pembangunan trotoar, dorongan untuk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi, penggunaan angkutan umum (bus) berenergi listrik, dan pembangunan taman.

“Transformasi aksi perubahan iklim tersebut diharapkan mampu menahan laju perubahan iklim,” ucapnya.

Untuk itu, Anies ingin Jakarta menjadi kota kolaborasi yang mampu untuk mengajak masyarakat sebagai mitra dan bekerjasama bersama pemerintah dalam menjalankan ikhtiar menahan laju perubahan iklim.

About the author

khalimatuz Zahro

Khalimatuz Zahro merupakan content writer atau jurnalis magang di Panji Masyarakat batch 3. Ia berkuliah di Universitas Airlangga jurusan Antropologi.

Tinggalkan Komentar Anda