Panji Milenial

Setelah Satu Abad Kemerdekaan, Aspek Psikologi dan Kesehatan Mental di Indonesia Perlu Menjadi Perhatian

PANJI MASYARAKATIndonesia Raya, Merdeka, Merdeka, Tanahku, Negriku yang Kucinta. Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka, Hiduplah Indonesia Raya.

Lirik di atas merupakan penggalan dari  lagu kebangsaan negeri kita tercinta, Indonesia Raya.  Indonesia kini sudah menginjak usia ke 75 tahun sejak memproklamirkan merdeka pada 17 Agustus 1945. Ada berbagai perubahan dan perkembangan pada beragam aspek sejak Indonesia merdeka hingga kini. Salah satunya adalah mengenai  perkembangan psikologi dan praktik pelaksanaanya di Indonesia. Lalu bagaimana praktik dan perkembangan psikologi di Indonesia setelah satu abad merdeka kedepannya?

Ibu Hazhira Qudsyi, S.Psi., M.A., selaku Dosen Psikologi Universitas Islam Indonesia, memaparkan bahwa aspek psikologis atau kesehatan mental perlu mendapat perhatian khusus oleh negara. Hal ini karena kesehatan dan kesejahteraan termasuk kedalam salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan di dunia yang dicanangkan oleh PBB.

“Jadi tidak hanya kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental atau juga kesejahteraan psikologis menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan suatu bangsa,” ungkap Ibu Hazhira pada acara Sarasehan Online yang diselenggarakan oleh Panji Masyarakat dan Islamic Studies Forum, Kamis (22/04/2021).

Berdasarkan survei dalam Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 dan 2018, terjadi peningkatan jumlah penderita gangguan jiwa kategori berat sebesar 312 persen dalam kurun waktu 5 tahun. Ditemukan pula bahwa tujuh dari 1000 penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa kategori berat.

Ibu Hazhira memandang terdapat dua sudut pandang menarik dari kasus tersebut. Yang pertama menunjukkan adanya kenaikan masalah kesehatan mental di Indonesia. Dan yang kedua, menunjukkan adanya peningkatan kesadaran pada masyarakat Indonesia akan pentingnya isu kesehatan mental.

Adapun terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi dan diperhatikan bagi praktisi dan pelaksanaan psikologi di Indonesia ketika menginjak usia satu abad sejak kemerdekaan ke depannya. Pertama, bagaimana kesehatan mental tidak hanya terfokus pada aspek klinis saja. “Harapannya kita benar-benar punya awareness bahwa kesehatan mental itu (terjadi) pada semua aspek. Ada (aspek) pendidikan, organisasi, industri, sosial, ekonomi, politik, hukum, dan seterusnya,” ucap Ibu Hazhira.

Tantangan kedua adalah bagaimana keterbukaan untuk mencari dan mendapatkan layanan kesehatan mental. Salah satu upaya untuk menjawab tantangan ini adalah tersedianya layanan konseling psikologi pada puskesmas di Indonesia. Walaupun sayangnya, tidak semua puskesmas di Indonesia mampu menyediakan layanan konseling psikologi. 

Tantangan ketiga adalah bagaimana upaya layanan kesehatan mental tidak hanya terbatas pada upaya kuratif dan rehabilitatif saja, melainkan mencakup pula upaya promotifnya. Menurut Ibu Hazhira, pelaksanaan edukasi-edukasi mengenai pentingnya kesehatan mental pada masyarakat perlu ditingkatkan lagi. Karena masyarakat awam masih cukup asing terhadap mengenai pentingnya kesehatan mental dan kesejateraan psikologis.

Tantangan keempat  adalah bagaimana praktik psikologi bisa bekerjasama dengan berbagai lintas bidang keilmuan. Menurut Ibu Hazhira, psikologi itu berfokus pada manusia. Dan jika berbicara mengenai manusia, tidak hanya terpaku pada satu aspek atau bidang saja, melainkan terdapat banyak sekali aspek dan bidang. “Sehingga di sinilah tantangan bagi orang-orang psikologi (kedepannya),” ujar Ibu Hazhira.

Tantangan yang terakhir adalah mengenai isu RUU Profesi Psikologi di Indonesia. Hal ini karena isu mengenai RUU Profesi Psikologi masih cukup awam bagi masyarakat Indonesia.”Dan ini menjadi challenge bagi kita untuk mengkaji mengenai RUU Psikologi,” tutup Ibu Hazhira.


Editor: Yusnaeni

About the author

Syahrial Maulana Sudarto

Syharial Maulana Sudarto merupakan content writer sekaligus jurnalis magang Panji Masyarakat batch 3. Kini ia tengah berkuliah di Universitas Padjajaran jurusan Administrasi Bisnis PSDKU Pangandaran.

Tinggalkan Komentar Anda