Panji Milenial

Sarasehan Online, Memandang Indonesia Setelah Satu Abad Kemerdekaan

PANJI MASYARAKAT – Tahun 2045 Indonesia memasuki usia satu abad kemerdekaan. Banyak harapan diutarakan oleh beberapa tokoh untuk masa depan Indonesia.

Dalam sarasehan online yang diselenggarakan oleh Panji Masyarakat dan Islamic Studies Forum, Kamis (22/4/2021), beberapa tokoh mengungkapkan gagasan mengenai satu abad kemerdekaan Indonesia, salah satunya adalah Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D – Rektor Universitas Islam Indonesia – yang berkesempatan memaparkan pemikirannya.

“Dalam 20 sampai 30 tahun yang akan datang, kita dapat menentukannya mulai dari hari ini. Oleh karena itu saya memiliki pemikiran tentang imajinasi kolektif. Sebuah cara tentang bagaimana membayangkan Indonesia di masa yang akan datang,” kata Fathul.

Berpikir tentang imajinasi kolektif tidak bisa lepas dari beberapa PR besar yang dimiliki bangsa Indonesia. PR besar ini dinilai menjadi masalah yang cukup serius dan meningkat kejadiannya dalam beberapa tahun terakhir.

“PR besar bangsa Indonesia ada tiga yaitu belum terwujudnya keadilan sosial yang merata bagi masyarakat Indonesia, adanya budaya koruptif yang menyerang usia muda dan tua, dan bagaimana meningkatkan kedaulatan Indonesia,” ujar Fathul.

Keadilan sosial merupakan modal persatuan Indonesia. Namun pada realitanya masih banyak terjadi ketimpangan, baik dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan, dan bidang lainnya. Hal tersebut menjadi salah satu faktor meningkatnya kejadian konflik yang cukup mengkhawatirkan.

PR besar lainnya yaitu adanya budaya koruptif yang menyerang usia muda dan tua. Lebih lanjut dikatakan oleh Fathul bahwa saat ini regenerasi pelaku budaya koruptif terjadi lebih cepat.

Budaya koruptif berdampak besar tidak hanya dari sisi finansial, tapi juga dari sisi sosial. Sedangkan dalam meningkatkan kedaulatan Indonesia, masyarakat harus mampu belajar menjadi bangsa yang mandiri dan berdaya di tanah sendiri.

Fathul menutup penjelasannya dengan mengutarakan bahwa meskipun bangsa Indonesia memiliki banyak PR besar, masyarakat harus tetap optimis dalam memandang kemajuan Indonesia.

“Karena optimisme adalah bagian dari membangun imajinasi kolektif. Bahwa setiap orang memiliki perannya masing-masing, namun tetap memiliki imajinasi yang sama  tentang kemajuan Indonesia di masa yang akan datang,” tutupnya.

Editor: Yusnaeni

About the author

khalimatuz Zahro

Khalimatuz Zahro merupakan content writer atau jurnalis magang di Panji Masyarakat batch 3. Ia berkuliah di Universitas Airlangga jurusan Antropologi.

Tinggalkan Komentar Anda