Ramadan

Trendsetter Kemaslahatan

Written by Iqbal Setyarso

Bulan Berkah! Khalayak muslim saban tahun menyebutnya begitu, setiap Ramadan datang. Keriuhan muslimin seolah hendak memastikan keberkahan itu, secara massif mengisinya dengan segudang aktivitas, dari yang fun sampai yang serius seperti berbagai ritual formal keislaman. Seolah, meminjam sebutan seorang budayawan, “Televisi kita seolah-olah televisi Islam…,’’. Ucapan itu menyindir aktivitas artifisial, kesemaran semu Ramadan (suara tak ternyatakan, budayawan itu “naik pangkat” menjadi ustadz).  Terlepas dari suara-suara sumbang itu, Islam sendiri menganjurkan untuk mensyukuri Ramadan, antara lain ada anjuran untuk muslimin untuk berdoa: Allahumma bariklana fi rajab wa sya’ban, waballighna ramadhan Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami di bulan Ramadan. Doa lainnya, Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal Imani wassalamati wal Islami Rabbi wa Rabbukallahu Ya Allah mohon hadirkan awal Ramadan kepada kami dengan penuh ketentraman, dan dengan penuh kekuatan iman, sehat dan selaman, dengan kekuatan Islam Rabbi wa Rabbukallahu. Syarah doa ini, Naa pada kalimat ‘alainaa merupakan kependekan dari kata Nahnuu, berarti kami.

Kata nahnuu merupakan kata ganti jamak (banyak) yang mengisyaratkan kepada umat muslimin untuk menyertakan orang lain ketika melakukan kebaikan.  Sekalipun kebaikan itu melalui doa. Dalam doa di atas, ada kata Imani dan Islam,  yang syarah-nya menjalankan: yang disebutkan kekuatan Iman, kekuatan spirit atau semangat. Sedangkan kekuatan Islam merupakan ragam, jenis, banyak.  Rabbi wa Rabbukallahu merupakan kalimat yang menegaskan bahwa lakukan ibadah hanya karena Allah subhanahu wa ta’ala.

Ada banyak moment Ramadan menyediakan kemaslahatan. Sebagai starting, doa saat mengawalinya sudah sejak Rajab menjadi “titik berangkat” menuju “ikhtiar produktif” menjemput berkah. Suasana penyambutan itu, sudah sepatutnya dibangun semua pihak. Bukan hanya oleh muslimin yang memang secara mental dikondisikan untuk menyambut keberkahan Ramadan, bahkan seisi alam ciptaan-Nya menyambut keriangan Ramadan. Inilah pesta poranya hidangan langit. Diantara keriangan menyambut Ramadan, menarik mengetengahkan aktivitas yang terjadi Ramadan 1441 hijriyah yang lalu. Diceritakan, manajemen Youtube mengapresiasi youtuber Baim Wong karena unggahan yang dicapainya begitu massif. Pada hitungan hari  ke  17 di bulan Ramadanlah Wong mencapai angka fantastis,  yang membuat youtube terbetot untuk mengganjarnya dengan kategori Breakout Chanel of The Year (konten-konten yang dibuatnya bersama sang istri, Paula Verhoeven) dilihat 11 juta subscriber. Aktivitas nge-prank itu, kata Baim Wong, ternyata disukai publik, meskipun awalnya ada kekhawatiran takut riya, meski hal itu tidak membuatnya mengurungkan rencana. Capaian itu dimanfaatkannya sebagai momentum baik dengan membagikan cuma-cuma lewat kampanye GEMAS (Gerakan Memakai Masker). Baim dan istrinya melakukan inisiasi nasional untuk menyediakan 30 juta masker gratis bagi mereka yang kurang mampu di Indonesia.

Selain itu, salah satu, yang eksplisit – lewat publikasi twitter Baim Wong, tertuang kata-kata Susan Wojcicki, CEO Youtube Global. “Baim Wong, aktor terkenal di Indonesia dan istrinya Paula, bergabung dengan keluarga muslim lainnya di Youtube di Indonesia untuk berbagi konten harian seputar sahur, buka puasa, dan kegiatan lainnya saat mereka #StayHome,” tulis Susan Wojcicki.

Selain mendapat pujian dari CEO Youtube Global, kanal yang diawali pada Juni 2016 itu juga pernah mendapat penghargaan di ajang METUB WebTVAsia Award 2019. Pencapaian pasangan Baim-Paula ini, menjadikan momentum aktivitas keduanya menjadi konten di AQL-TV, Pimpinan AQL Bachtiar Nasir mengeksplor penghargaan Youtube Global itu bersama figur publik Arie Untung. Menukil pengalaman Baim Wong dalam hidup, terutama terkait dengan kematian, tiga kematian yang penting bagi Baim Wong: Ashraf Sinclair, Ibunda Baim Wong, dan Kobe Bryant. Ashraf, karena ia kenal; Kobe Bryant, Baim tahu dari media. Sepengetahuannya, mendiang Kobe Bryant sangat menghormati dan menghargai keluarga; sedangkan tentang Ibundanya, Baim mengenal ibunya semasa hayatnya, sosok yang dermawan. “Semua uang yang pernah ia terima dari saya, tidak ada yang diambilnya. Ia memberikannya untuk orang lain, untuk yang lebih membutuhkan,” itu yang ia kenang tentang ibunya, darimana ia mengambil keteladanan sebagai spirit social experiment yang ia lakukan (sehingga membuahkan apresiasi Youtube Global). Fenomena ini, menginspirasi banyak orang, bahwa eksperimen sosial bisa mendorong orang lain melakukannya. Dengan effort yang menyenangkan, memicu kemaslahatan. Yang dilakukan Baim Wong (dan Paula Verhoeven) menjadi kegiatan yang menarik. Publikasi tentang pencapaian keduanya (Baim Wong – Paula Verhoeven), menjadikan trendsetter, membalik kesan minor tentang prank. Apa yang kemudian disebut social experiment sebenarnya diistilahkan prank, ngerjain seseorang sambil memvideokannya, memviralkannya. Dalam waktu cukup lama, publik mengenal prank sebagai ulah iseng, sekadar demi rating tanpa embel-embel sosial. Kalau kemudian Youtube Global menyebut (mengkategorikan) karya kolektif Baim+Paula (dan tim) sebagai social experiment, “Aku sendiri asal aja melakukan, nggak tahu apa itu social experiment atau apa. Tapi kemudian disebut begitu, dan diapresiasi pula. Ya udah,” katanya rileks.

Duplikasi social experiment karena kesahajaan prosesnya  niscaya diramaikan publik. Kegiatan filantropi, sangat kaya, dan creativity of philanthrophy juga kaya, sebagaimana kompleksnya problem ketidakberpunyaan. Marhaban Rajab wa sya’ban, waballighna Ramadhan.

About the author

Iqbal Setyarso

Wartawan Panji Masyarakat (1997-2001). Ia antara lain pernah bekerja di Aksi Cepat Tanggap (ACT), Jakarta, dan kini aktif di Indonesia Care, yang juga bergerak di bidang kemanusiaan.

Tinggalkan Komentar Anda