Berbagi Cerita Corona

Pandemi Membuat Alat Olahraga di Rumah Tidak Mubazir Lagi

Serial tulisan testimonial di panjimasyarakat.com ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan membagikan pengalaman baik dari berbagai tempat dan latar belakang penulis untuk saling menguatkan dalam menghadapi wabah Virus CORONA COVID-19. Kami tunggu partisipasi Anda, kirim tulisan via WA 0895616638283 atau email panjimasyarakat.com@gmail.com –Pemimpin Redaksi

Jakarta – Pandemi Corona di Indonesia sudah menginjak satu tahun.  Namun, kasus positif Covid-19 semakin meningkat. Meski vaksin sudah ditemukan, kita tetap harus menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari virus ini.

Pemerintah sendiri tak pernah lelah mengingatkan kita untuk menerapkan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak). Bagi saya, ketiga anjuran tersebut masih kurang untuk terhindar dari Covid-19. Kita perlu berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh.

Sebelum pandemi, olahraga menjadi kegiatan yang jarang sekali saya lakukan. Rasa malas yang berlebih membuat saya enggan berolahraga. Tapi kini, olahraga menjadi suatu kegiatan yang sangat penting dan rutin yang saya lakukan. Peralatan olahraga yang sudah lama tidak terpakai di rumah, kini menjadi alat yang paling sering dipakai.

Dulu saya merupakan seorang mahasiswa yang banyak melakukan aktivitas di luar rumah. Menghabiskan waktu di kampus dan berkumpul bersama teman-teman.

Jika akhir pekan tiba, saya lebih memilih tidur dan bermalas-masalan di kamar. Sebab tidak ada kegiatan penting yang bisa dilakukan. Sesekali keluar rumah. Hangout bersama keluarga atau teman-teman.

Ketika awal pandemi, pemerintah menganjurkan untuk di rumah saja. Saya merasa bingung harus melakukan kegiatan apa, selain salat, membaca Al-Quran dan tidur.

Suatu hari, saya melihat tayangan di televisi yang memberikan informasi bahwa kita tetap harus menjaga kesehatan walau di rumah dengan melakukan olahraga. Katanya, olahraga penting dilakukan agar terhindar dari penyakit dan menurunnya imun tubuh akibat terlalu sering berada di rumah.

Olahraga yang dianjurkan seperti melakukan senam di dalam rumah. Bisa juga melakukan stretching atau peregangan otot. Dianjurkan untuk orang-orang yang memiliki alat olahraga di rumah untuk menggunakannya.

Saya sendiri memiliki beberapa alat olahraga di rumah seperti trademill, sepeda statis dan barbel. Namun alat tersebut sangat jarang saya gunakan, bahkan hampir sudah tidak pernah digunakan hingga ketiga barang tersebut berdebu.

Tayangan televisi tadi membuat saya teringat dengan alat-alat olahraga di rumah yang sudah jarang digunakan dan sangat mubazir. Sejak itu saya bertekad untuk menggunakannya kembali. Terlebih di masa pandemi ini, kita dituntutu untuk terus menjaga kesehatan.

Saya mulai membersihkan ketiga alat olahraga tersebut. Mulai mengeceknya, apakah masih berfungsi atau tidak, terutama trademill yang di dalamnya terdapat komponen mesin.

Ternyata trademill tersebut masih berfungsi dengan baik, namun butuh sedikit pelumas untuk bagian papan larinya karena sudah bergetar akibat tidak lama terpakai. Alat lainnya seperti sepeda statis dan barbel juga masih bisa digunakan dengan baik.

Keesokan harinya saya mulai menggunakannya untuk berolahraga. Pertama, saya menggunakan trademill. Saya melakukan jalan cepat dan jogging selama 15 menit. Hal yang saya rasakan saat jogging adalah tubuh cepat lelah. Mungkin karena jarang berolahraga.

Pada hari selanjutnya saya melakukan olahraga kembali dengan menggunakan sepeda statis sekitar 10 menit. Sama seperti ketika menggunakan trademill. Badan saya cepat lelah ketika menggunakan sepeda statis. Setelah menggunakan sepeda statis, saya istirahat selama 10 menit dan kembali berolahraga dengan menggunakan barbel.

Orang yang ahli di bidang kesehatan juga mengatakan bahwa seseorang yang berolahraga dan cepat lelah disebabkan oleh waktu olahraga yang kurang rutin. Itulah yang saya rasakan.

Namun rasa lelah itu perlahan hilang, ketika saya rutin berolahraga di rumah. Saya justru merasakan badan terasa bugar dan tak cepat lelah. Pola tidur saya juga membaik. Padahal sebelumnya saya sering begadang.

Ternyata banyak manfaat dari berolahraga. Namun yang terpenting kesehatan saya menjadi terjaga dan terhindar dari penyakit di masa pandemik Covid-19 ini.

Sekarang saya menjadwalkan waktu berolahraga sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. Seperti riset dari para pakar yang saya baca di google bahwa berolahraga 2-3 kali dalam seminggu sudah cukup. Tidak terlalu sedikit. Tidak terlalu banyak juga.

Dari pandemi, saya belajar jika kesehatan memang sangat mahal. Namun rasa mahal itu, bisa diatasi jika tidak bermalas-malasan. Saya berharap setelah pandemi ini tidak ada dan kehidupan kembali normal, saya masih tetap rutin dan semangat berolahraga.

Karena olahraga tidak hanya penting saat pandemi, tetapi penting saat saya sudah menginjak usia tua. Dan tentunya sangat penting untuk bijak dalam membeli barang. Apa yang sudah beli, maka harus dimanfaatkan agar tidak mubazir.

 

About the author

Firhan Aziz Hanafi

Firhan Aziz Hanafi adalah content writer magang Panji Masyarakat batch 2. Ia saat ini tengah berkuliah di Universitas Pertaminan jurusan Ilmu Komunikasi.

Tinggalkan Komentar Anda