Jejak Islam

Makam-makam Sultan Aceh dan Taman Sari Gunongan (3)

Taman Sari  Gunongan yang diciptakan buat Sultan Iskandar Muda untuk istrinya merupakan bukti kebesaran dari budaya Islam di masa lampau Kitab Bustanus Salatin mendeskripsikan keindahan taman ini dengan cukup rinci.

Taman Sari Gunongan terletak di pusat Kota Banda Aceh. Untuk sementara tempat ini dipergunakan sebagai kantor Suaka Purbakala Aceh. Taman Sari Gunongan berdasarkan catatan sejarah dibuat oleh Sultan Iskandar Muda untuk istrinya tercinta Putri Pahang.

Konon, Putri Pahang merasa tidak betah tinggal di Banda Aceh dan untuk menghiburnya oleh Sultan Iskandar Muda dibuatlah sebuah taman sari bernama Gunongan

Kitab Bustanus Salatin membuat deskripsi cukup rinci tentang keidahan Taman Sari Gunongan. Kita paparkan sedikit kutipan Gunongan yang ditulis pada kitab itu:

Pada zaman bagindalah berbuat suatu bustan yaitu kebun, terlalu indah-indah, kira-kira seribu depa luasnya. Maka ditanaminya pelbagai bunga-bungaan dan aneka-aneka buah-buahan. Digelar baginda bustan itu Taman Ghairah. Adalah dewal taman itu daripada batu dirapatnya, maka diturap dengan kapur yang amat bersih seperti perak rupanya dan pintunya menghadap ke istana dan perbuatan pintunya itu berkurap, diatas kup itu batu diperbuat seperti birham berkelopak dan berkemuncakkan daripada sangga pelinggam terlalu gemerlap sinarnya,bergelar Pintu Birham Indarabangsa.

Dan ada pada sama tengah taman itu sungai bernama sungai Darul-Isyiki, berturap dengan batu, terlalu jernih airnya, lagi amat sejuk; barang siapa meminum dia, sehatlah tubuhnya; dan adalah terbit mata air itu daripada pihak magrib di bawah Gunung Jabal ul-Ala, keluarnya daripada batu hitam.

Itulah deskripsi dari Taman Sari Gunongan seperti yang tersurat dalam Kitab Bustanus- Salatin yang memerlihatkan gaya bahasa Melayu abad 17 M

Apa yang kita saksikan tentang Gunongan merupakan bukti kebesaran dari budaya masa lalu. Gunongan yang diciptakan oleh Sultan Ikandar Muda kini telah dipugar oleh pemerintah. Kita masih mengenal nama-nama seperti yang disebutkan dalam Bustanus Salatin seperti nama Kreung Daroy sebagai penafsiran dari Darul Isqi, pintu kob, dsb.

Saya kira Taman Sari Gunongan merupakan bangunan purbakala yang mempunyai nilai penting sebagai warisan masa lampau Kerajaan Aceh Darussalam yang patut dipelihara dan dilestarikan keberadaannya.

Penulis: Prof. Dr. Hasan Muarif Ambary (1939-2006).  Semasa hidupnya dikenal sebagai arkeolog, pakar kepurbakalaan Islam. Guru besar UIN Syarif Hidayatullah ini pernah menjabat kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Sumber: Majalah Panjimas, 30 Oktober-12 Novemberr 2002.

About the author

Panji Masyarakat

Platform Bersama Umat

Tinggalkan Komentar Anda