Aktualita

Wakaf Uang, Hanya Berharap Balasan Allah

Di tengah kesulitan ekonomi akibat tekanan berat pandemi Covid 19 pemerintah mencari alternatif pembiayaan pembangunan.  Lagi-lagi sumber keuangan Islam menjadi pilihan utama.

Tiga tokoh  penting pejabat negara yaitu presiden, wakil presiden dan menteri keuangan, Senin (25/1) lalu meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) di Istana Negara.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin, yang menjadi penggagas gerakan wakaf uang ini  meyakinkan masyarakat bahwa gerakan ini untuk mengembangkan investasi, mengembangkan ekonomi masyarakat dan mendorong kegiatan sosial yang lebih luas di masyarakat.  “Dengan menetapkan program strategis wakaf nasional, perlu didukung para tokoh, ulama dan masyarakat,” ujarnya.

Wakil Presiden menambahkan, dengan melakukan gerakan kampanye bersama dalam mengumpulkan wakaf uang , secara bersama-sama berwakaf dengan menyerahkan uangnya untuk dikelola dan hasilnya akan digunakan untuk mendanai program strategis wakaf nasional.

Sementara itu Presiden Jokowi melihat besarnya  potensi wakaf di Indonesia. Ini perlu dikelola secara profesional, transparan, produktif bagi kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.

”  Di negara kita, potensi aset wakaf per-tahun mencapai Rp 2000 triliun, dan potensi wakaf uang mencapai Rp 188 triliun,” ungkapnya .

Karena itu, menurut Presiden, peluncuran gerakan nasional wakaf uang pada hari ini menjadi bagian penting bukan hanya meningkatkan awereness, kepedulian dan  literasi masyarakat dalam hal ekonomi syariah, tetapi sebagai upaya memperkuat rasa kepedulian untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial di negara kita.

Ternyata, uang dari dana wakaf selama ini telah digunakan untuk pembiayaan pembangunan. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani hingga 20 Desember 2020 wakaf tunai yang dititipkan di perbankan sebesar Rp 328 miliar. “Wakaf tunai itu juga telah digunakan untuk berbagai proyek pembangunan,” jelas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, seraya menambahkan, proyek Based Wakaf mencapai Rp 597 miliar.

Upaya yang gencar untuk memobilisasi dana wakaf uang masyarakat muslim ini bukan tidak ada kritik. Ekonom senior Rizal Ramli memberikan sorotan yang cukup tajam. Menurutnya, pemerintah gencar mempromosi Islam-phobia. Namun ketika keuangan sulit, umat Islam dirayu dan dimanfaatkan dengan dalih wakaf umat. ” Islam-phobia digencarkan, tapi ketika kesulitan keuangan, merayu dan memanfaatkan dana umat, wakaf dan dana haji,” sentilnya.

Hal yang sama diungkapkan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Gerakan Nasional Wakaf Uang menjadi bukti pengakuan pemerintah atas partisipasi kontribusi material nyata dari umat Islam dalam.membantu pembiayaan negara  di tengah turunnya penerimaan pajak akibat Covid 19.

Ia menjelaskan, kontribusi material ini juga merupakan tradisi umat Islam Indonesia. “Melalui bantuan dan kontribusi ini, saya menghimbau agar pemerintah dapat berlaku adil terhadap umat Islam. Karenanya kalaupun tidak diterimakasihi, janganlah dizalimi, jangan diperlakukan secara tidak adil,misalnya, dengan tuduhan atau framing intoleran, radikalisme dan ekstrimisme” tegasnya.

Umat Islam dalam perjalanan sejarahnya telah banyak berkorban untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahkan di tengah beban berat pandemi Covid 19 ini, walaupun kita tidak mendengar ucapan simpatik pejabat terhadap kontribusi umat. Semoga Gerakan Nasional Wakaf Uang ini mendatangkan keberkahan dan rahmat. Hanya balasan pahala dari Allah yang diharapkan

About the author

Arfendi Arif

Penulis lepas, pernah bekerja sebagai redaktur Panji Masyarakat, tinggal di Tangerang Selatan, Banten

Tinggalkan Komentar Anda