Adab Rasul

Mengasihi Binatang Mencintai Kehidupan

Written by Ahmad Lukman A.

Ada kisah menarik di masa pandemi ini. Bagaimana masyarakat melepaskan diri dari tekanan Covid-19 dengan pelbagai aktivitas. Mereka banyak beraktivitas di sekitar lingkungan seperti menanam pelbagai tumbuhan di pekarangan rumah dengan beragam metode seperti tabulapot atau hidroponik. Ada juga distraksi dengan memelihara binatang.

Binatang seperti kucing, burung, hingga ikan hias menjadi buruan banyak orang untuk dikoleksi dan dijadikan klangenan baru. Lalu lalang ikan hias di akuarium, atau tingkah manja kucing menjadi pengobat di rumah ketika tempat kerja pun harus diakses lewat WFH (Work from home). Tentu, interaksi dengan memelihara binatang punya konsekuensi seperti harus rutin memberi makan, memandikan, atau bahkan memberi vitamin tambahan agar binatang tersebut tetap bugar dan sehat.

Terkait dengan binatang, kisah tentang seseorang yang menemukan sumur karena kehausan dan turun ke dalamnya untuk minum dapat menjadi pelajaran. Setelah naik ke atas sumur, tiba-tiba ada anjing menjulurkan lidah dan memakan tanah karena kehausan. Merasa anjing yang haus itu seperti dirinya yang kehausan sebelumnya, ia lalu menuruni sumur dan memenuhi sepatunya dengan air dan menggigitnya ke atas sumur. Lalu ia memberikan minum ke anjing tersebut. Maka Allah memuji perbuatannya dan memberikan ampunan kepadanya. Kisah yang diceritakan Rasulullah itu sontak membuat para sahabat bertanya, wahai Rasulullah apakah kami mendapatkan pahala dalam menolong binatang. Maka Rasulullah bersabda, menolong setiap makhluk hidup ada pahalanya.

Dalam riwayat lain dari Abdullah bin Umar, Rasulullah bersabda, “Seseorang wanita disiksa lantaran seekor kucing yang ia kurung hingga mati kelaparan. Maka ia pun masuk neraka karenanya. Dikatakan (kepadanya) dan Allah yang lebih tahu. Engkau tidak memberinya makan dan minum di saat engkau mengurungnya dan engkau tidak melepaskannya hingga ia dapat memakan serangga bumi” (Ensiklopedia Hadits Hadits Adab Imam Bukhari no. 379)

Dua hal tersebut tentu menjadi panduan bagaimana Islam mengatur dan mengasihi makhluk lain seperti binatang. Entah itu ikan, burung, kucing, atau binatang peliharaan lain, penghormatan kita terhadap makhluk hidup Allah tidak boleh luntur. Kalau memang sengaja memelihara, maka harus pastikan binatang-binatang tersebut sehat, selalu diberi makan, dibersihkan kandangnya, atau dirawat ketika mereka sakit. Kalau kita perhatikan lebih dalam, apabila kita mengasihi binatang-binatang itu dengan baik maka binatang itu juga kontan membalas menjadi hewan yang jinak dan memberi suasana baru di tengah kepenatan pandemi yang belum terlihat jelas kapan akan berakhirnya.

About the author

Ahmad Lukman A.

Berpengalaman menjadi wartawan sejak tahun 2000 dimulai dengan bergabung di Majalah Panji Masyarakat. Lalu, melanjutkan karir di media berbasis teknologi mobile. Lulus dari S2 Ilmu Komunikasi UI dan memiliki antusiasme pada bidang teknologi dan komunikasi.

Tinggalkan Komentar Anda