Tafsir

Tafsir Tematik: Misi yang Mulia dan Sederhana (1)

Written by Panji Masyarakat

Amar Makruf Nahi Mungkar adalah nama bagi seluruh tugas sosial seorang muslim, atau nama untuk keseluruhan dimensi sosial Islam. Apa yang disebut ma’ruf dan munkar? Bagaimana pula wilayah operasinya?

Hendaklah ada dari  kalian suatu umat yang menyerukan kebaikan dan memerintahkan yang makruf serta mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang beruntung. (Q. 3: 104).

Ini ayat yang mewakili logos ketiga dari trilogi “Takwa, Persatuan,  dan Misi” (baca: Takwa yang Bagaimana). Takwa mewakili iman, sedangkan persatuan adalah persaudaraan – sebuah bingkai yang dituntut untuk selalu dipertahankan keutuhannya di tengah segala kecenderungan perseteruan. Sementara itu misi, seperti kemudian yang menjelas dalam ayat ini, adalah tugas “memerintahkan yang makruf dan mencegah (orang) dari dari yang mungkar”, alias Amar Makruf Nahi Mungkar (al-amr bil ma’ruuf wan-nahy ‘anil munkar).

Jadi, trilogi ini juga trilogi ‘Iman, Persaudaraan, dan Amar Makruf Nahi Mungkar’. Ma;ruf adalah semua perbuatan yang diakui oleh nurani, atau fitrah, atau syariah, sebagai baik. Munkar adalah istilah untuk semua yang diingkari oleh yang tersebut itu – termasuk semua kejahatan yang dalam Q. 16: 90 diterakan sebagai laku tak senonoh, alias al-fahsyaa’, dan kezaliman atau semua tindak agresif lain, alis al-baghy.

Bagi Muhammad Abduh, misi tersebut adalah “penjaga himpunan dan pagar bagi kesatuan” (Rasyid Ridha, IV: 26). Dengan kata lain, logos ketiga menjaga logos kedua, karena amar makruf nahi mungkar adalah kegiatan terus-menerus yang merupakan bentuk kepedulian orang Islam yang satu kepada yang lain, intraumat khususnya, dan umumnya dengan yang di luarnya. Tiap kali hubungan “nafsi-nafsi” tumbuh di suatu komunitas Islam, kesatuan itu melemah – dan musnah. Bagi Syaukani, sementara itu, misi tersebut adalah “salah satu kewajiban besar Syariat yang suci, salah satu dasarnya yang agung, salah satu soko gurunya yang teguh, yang kewajibannya ditetapkan dalam Quran dan Sunnah.” (Syaukani, I: 369).

Sedangkan bagi kita, Amar Makruf Nahi Mungkar adalah nama bagi seluruh tugas sosial seorang muslim, atau nama untuk keseluruhan dimensi sosial Islam. Ia berlandaskan Iman, alias Takwa, dan dalam bingkai umat merupakan perekat dan sekaligus buah kesadaran persaudaraan bersama, tapi wilayah operasinya tidak dibatasi dinding-dinding sektarian sebuah golongan atau dalam hal ini golongan besar. “Tidak kamiutus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (Q. 21: 107).

Bersambung

Penulis: Syu’bah Asa (1941-2011), pernah menjadi Wakil Pemimpin Redaksi dan Asisten Pemimpin Umum Panji Masyarakat; Sebelumnya bekerja di majalah Tempo dan  Editor. Sastrawan yang pernah menjadi anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok ini sempat menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Sumber: Majalah Panji Masyarakat, 28 Oktober  1998       

About the author

Panji Masyarakat

Platform Bersama Umat

Tinggalkan Komentar Anda

Inspirasi Hari Ini

Foto

  • Ali-Yafi1-1024x768
  • hamka
  • KH-Ali-Yafie-804x1024
  • tabloid-panjimasyarakat
  • Hamka
  • 23-april-19972-1024x566