Aktualita

Wakaf Untuk Umat dan Umum

Sebuah hadist menceritakan, Umar bin Khattab mendapat sebidang tanah di Khaibar. Lalu, ia bertanya kepada Rasulullah. ” Apakah perintahmu kepadaku yang berhubungan dengan tanah yang saya dapat ini,”. Nabi menjawab, ” Jika engkau suka, tahanlah tanah itu dan engkau sedekahkan manfaatnya,”.

Berdasarkan petunjuk Rasulullah  tersebut Umar lalu mensedekahkan manfaat tanahnya, dengan perjanjian tanah tersebut tidak boleh dijual dan tidak boleh pula diwariskan.

Menurut riwayat inilah cikal bakal yang masyhur lahirnya wakaf dalam Islam. Imam Syafi’i mengungkapkan, setelah penjelasan Nabi maka ada 80 orang sahabat di Madinah mengorbankan hartanya untuk wakaf.

Wakaf adalah sebuah amal yang sangat istimewa dalam Islam. Memiliki banyak kelebihan dibanding amal lainnya. Sebuah hadis yang sangat populer di kalangan Islam dan diriwayatkan banyak perawi hadis, bukan hanya oleh Bukhari dan Muslim, adalah,” Jika mati anak Adam maka putuslah amalnya, kecuali tiga perkara, sedekah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shaleh mendoakan ibu bapaknya”.

Terlihat dengan jelas wakaf berbeda dengan sedeqah atau derma biasa. Wakaf manfaatnga sangat besar. Ganjarannya terus menerus selama barang itu masih berguna. Demikian pula manfaat sosialnya sangat tinggi  buat orang banyak seperti membangun masjid, jalan umum, sekolah, dan fasilitas sosial lainnya. Dinasti atau  kerajaan Islam masa lalu yang meninggalkan banyak bangunan monumental berkat amal wakaf ini. Karena itulah al-Quran juga menekankan pentingnya amal wakaf ini. Firman Allah dalam surat al-Imran 92 ,” Tidak akan tercapai oleh kamu kebaikan sebelum kamu sanggup membelanjakan sebagian barang yang kamu sayangi”.

Saat ini pemerintah mencoba mengembangkan wakaf ini dengan skup yang lebih luas, baik pemanfaatannya maupun wakif atau yang akan berwakaf. Bahkan, wakaf merambah dalam upaya menjaga kelestarian hutan. Sedangkan amal wakaf dianjurkan bukan hanya dalam bentuk tanah dan orang mampu, tapi juga wakaf dalam bentuk uang dengan mobilisasi masyarakat luas.

Menurut Sekretaris Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Muhammad Fuad Nasar, wakaf jika dioptimalkan dapat bertransformasi menjadi sesuatu lembaga yang menaungi kepentingan seluruh umat manusia.

” Wakaf sebagai instrumen filantrofi yang bersumber dari syariat Islam membuktikan betapa perhatian agama kita terhadap kesejahteraan, keadilan, dan kebahagiaan umat manusia seluruhnya,” jelasnya, dalam diskusi di Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), 30/10/20.

Bahwa wakaf sekarang mulai merambah ke sektor lain, tidak terbatas di bidang keagamaan dibuktikan adanya yang disebut Hutan Wakaf. Menurut Fuad, konsep hutan wakaf menjadi instrumen dalam mendukung kelestarian lingkungan.

“Hutan wakaf merupakan inovasi di bidang pemberdayaan wakaf. Program ini berangkat dari keperdulian terhadap fenomena global warning,” ujarnya.

Fuad mengungkapkan, saat ini terdapat tiga hutan wakaf yang diinisiasi masyarakat. Pertama, hutan wakaf di Lantho, Aceh, yang diprakarsai anak muda pecinta alam sejak 2012. Kedua, hutan wakaf Leuweung Sabilulungan yang dikembangkan Pemkab Bandung pada tahun 2013. Ketiga, Hutan Wakaf Desa Cibunian,Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor yang dikembangkan Yayasan Yassiru pada tahun 2018. ” Ke depan, inovasi program seperti ini bisa disinergikan antara pemerintah,nazhir, wakif  dan stakeholder terkait,” terangnya.

Disamping pengembangan bentuk wakaf, upaya mengembangkan wakaf secara luas, tidak terbatas pada orang yang mampu, juga sedang dilirik pemerintah. Menurut Wakil Presiden Ma’ruf Amin, masyarakat Indonesia belum.memahami betul tentang wakaf. Menurutnya, selain tanah, wakaf bisa berupa uang dan surat berharga.

” Jenis wakaf ini masih belum dikenal di Indonesia, karena selama ini wakaf hanya dipahami sebatas wakaf tanah. Padahal, wakaf sebenarnya tidak harus berupa benda tidak bergerak seperti tanah, tetapi  bisa juga berupa uang  dan surat berharga,”kata Ma’ruf Amin dalam acara Badan Wakaf Indonesia secara virtual 14 September lalu.

Ma’ruf menjelaskan, berbeda dengan wakaf tanah, potensi wakaf  uang dapat diperoleh dari donasi masyarakat secara luas. Jika wakaf hanya bisa dilakukan orang yang mampu, maka dengan wakaf  uang hampir setiap orang bisa menjadi wakif atau orang yang berwakaf dan memperoleh Sertifikat Wakaf Uang.

Dalam rangka sosialisasi wakaf pemerintah telah mengisiniasi Gerakan Nasional Wakaf Tunai (GNWT). Langkah ini untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam rangka akselerasi pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid 19.

Pertanyaannya adalah apakah wakaf yang bersifat umum itu mendesak sekarang ini, bukankah interen umat Islam sendiri masih butuh bantuan. Umat Islam masih perlu diberdayakan terutama  di bidang pendidikan, meningkatkan kualitas kehidupan, termasuk ekonomi di mana umat masih banyak bergerak di sektor pinggiran, sektor informal atau kaki lima, kekurangan modal dan keahlian. Wakaf sejatinya harus memprioritaskan terlebih dahulu kebutahan umat dan kemajuan umat, bukan yang lainnya***

About the author

Arfendi Arif

Penulis lepas, pernah bekerja sebagai redaktur Panji Masyarakat, tinggal di Tangerang Selatan, Banten

Tinggalkan Komentar Anda