Aktualita

Kebebasan Harus Arif dan Bertanggungjawab

Written by Arfendi Arif

Pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron memantik protes umat Islam dunia. Setelah terbunuhnya Samuel Paty, guru sekolah menengah yang membawa karikatur Nabi Muhammad ke ruang  kelas, berujung panen hujatan dan kritikan. Ada pembakaran foto Macron, boikot produk Perancis,  unjuk rasa dan kutukan.

Presiden Perancis mengatakan tidak akan melarang penerbitan karikatur Nabi Muhammad, sebab itu bagian dari kebebasan berekspresi. Kedua, ia menuduh dan mengkaitkan Islam dengan terorisme. Pandangannya yang membela dengan keras pendukung karikatur Nabi ini sangat menyinggung umat Islam.

Bagi Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, CBE, sikap presiden Perancis sangat tidak arif dan tidak sensitif. ” Pernyataan itu terlalu gegabah dan arogan Kebebasan itu harus disertai tanggungjawab dan kearifan,” ujar Direktur Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini pada Panjimasyarakat.com.

Karena itu berbagai reaksi umat Islam muncul di berbagai belahan dunia. Mulai dari unjuk rasa hingga anjuran untuk melakukan pemboikotan produk Perancis. Presiden Perancis Emmanuel Macron sempat kecewa dengan aksi pemboikotan ini.

Menurut Azyumardi , protes itu termasuk sudah keras dan wajar. Namun,ia mengingatkan  jangan sampai protes dan unjuk rasa itu tergelincir pada kekerasan .

Pelajaran yang bisa dipetik dari kasus karikatur Nabi Muhammad ini, menurut ahli sejarah dan alumni Columbia Univetsity,1990 ini adalah bahwa setiap orang harus menggunakan kebebasan secara arif ,sensitif serta bertanggungjawab.

Azyumardi mengingatkan, Indonesia harus mewaspadai munculnya kasus serupa di Perancis. Karena itu kewaspadaaan harus ditingkatkan, terutama lewat kebebasan dan ujaran di  media sosial. “Jadi semua itu harus diwaspadai,”pungkas Rektor UIN Ciputat 1998-2006 ini

About the author

Arfendi Arif

Penulis lepas, pernah bekerja sebagai redaktur Panji Masyarakat, tinggal di Tangerang Selatan, Banten

Tinggalkan Komentar Anda