Cakrawala

RUU HIP: Bukan Ideologi Tapi Sekumpulan Program (3)

Written by Panji Masyarakat

Sebagaimana dipahami bahwa ideologi dapat dirumuskan sebagai kompleks pengetahuan, keyakinan, cita-cita dan nilai, yang secara keseluruhan menjadi landasan bagi seseorang (atau masyarakat) untuk memahami realitas dunia serta menentukan sikap dasar untuk mengolahnya. Berdasarkan pemahaman yang dihayatinya itu seseorang meyakini apa yang dilihat benar dan tidak benar, serta apa yang dinilai baik dan tidak baik. Demikian pula ia akan menjalankan kegiatan-kegiatan sebagai perwujudan keseluruhan pengetahuan dan nilai yang dimilikinya.

Dengan demikian akan terciptalah baginya suatu dunia kehidupan masyarakat dengan sistem dan struktur sosial yang sesuai dengan orientasi ideologisnya. Namun demikian ini tidak berarti bahwa dunia kehidupan masyarakat semata-mata merupakan manifestasi ideologi, sebagaimana dapat dikemukakan menurut alam pikiran Hegel. Karena ideologi bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri lepas dari kenyataan hidup masyarakat. Ideologi adalah produk kebudayaan suatu masyarakat dan karena itu dalam arti tertentu merupakan manifestasi kenyataan sosial juga.

Pada hakikatnya ideologi tidak lain adalah hasil refleksi manusia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap dunia kehidupannya. Antara keduanya, yaitu ideologi dan kenyataan hidup masyarakat terjadi hubungan dialektis, sehingga berlangsung pengaruh timbal balik yang terwujud dalam interaksi yang di satu pihak memacu ideologi makin realistis dan di lain pihak mendorong masyarakat makin mendekati bentuk yang ideal. Ideologi mencerminkan cara berfikir masyarakat, namun juga membentuk masyarakat menuju cita-cita. Dengan demikian terlihatlah bahwa ideologi bukanlah sekedar pengetahuan teoritis belaka, melainkan merupakan sesuatu yang dihayati menjadi suatu keyakinan.

Ideologi adalah satu pilihan yang jelas membawa komitmen untuk mewujudkannya. Semakin mendalam kesadaran ideologis seseorang akan berarti semakin tinggi pula rasa komitmennya untuk me-laksanakannya. Komitmen itu tercermin dalam sikap seseorang yang meyakini ideologinya sebagai ketentuan-ketentuan normatif yang harus ditaati dalam hidup bermasyarakat.

Berdasarkan uraian di atas dapatlah dikemukakan bahwa ideologi mempunyai beberapa fungsi , yaitu memberikan: (1) Struktur kognitif, ialah keseluruhan pengetahuan yang dapat merupakan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian dalam alam dan lingkungan sekitarnya; (2) Orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kahidupan manusia; (3) Norma-norma yang menjadi pedoman dan pegangan bagi seseorang untuk melangkah dan bertindak; (4) Arah dan jalán bagi seseorang untuk menemukan identitasnya; (5) Kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong Seseo-rang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan; (6)  Pendidikan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami, menghayati serta memolakan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan norma-norma yang terkandung di dalamnya (Poespowardoyo, 1992).

Jikalau kita kembalikan pada pokok bahasan tentang RUU HIP lalu kita dapat menarik suatu kesimpulan sementara bahwa apakah RUU HIP relevan untuk disebut sebagai suatu kategori ideologi? Kongklusi ilmiah akan mengatakan bahwa hal itu bukanlah merupakan suatu ideologi, melainkan program-program dalam rangkan merealisasikan suatu ideologi. Selain itu suatu kerancuan kategori, mestinya berdasarkan kaidah ilmiah jikalau suatu topik utama telah disebutkan atau ditentukan mestinya, turunannya atau penjabarannya seharusnya tidak perlu disebutkan lagi apa lagi berulang-ulang, sehingga nampak bahwa ideologi itu merupakan suatu operasionalisasi dari suatu program. Bersambung

Penulis: Prof Dr. H. Kaelan, MS, Guru Besar Fakultas Fislsafat  Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta Sumber: makalah penulis yang disampaikan pada acara Webinar “RUU HIP dalam Berbagai Perspektif, Perlukah UU HIP?” pada 19 Juni 2020, yang diselenggarakan Gerakan Kebangkitan Indonesia (GKI) dan panjimasyarakat.com

About the author

Panji Masyarakat

Platform Bersama Umat

Tinggalkan Komentar Anda