Berbagi Cerita Corona

Tetap Bisa ‘Traveling’ Meski Ada Wabah Corona

Serial tulisan testimonial di panjimasyarakat.com ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan membagikan pengalaman baik dari berbagai tempat dan latar belakang penulis untuk saling menguatkan dalam menghadapi wabah Virus CORONA COVID-19.
Kami tunggu partisipasi Anda, kirim tulisan via WA 
0895616638283 atau email panjimasyarakat.com@gmail.com
–Pemimpin Redaksi

Pandemic Corona membuat pemerintah terpaksa memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskalala Besar). Sektor yang paling terdampak adalah transportasi dan pariwisata. Bukan hanya pekerja harian, buruh pabrik atau pedagang kecil tapi juga orang yang menyukai perjalanan atau populer disebut traveler.

Saya Siti Barokah Soedari, seorang travel writer. Sebelum ada Corona, saya dan teman-teman seprofesi biasanya melakukan perjalanan. Namun saat ada wabah, kami harus me-refund tiket perjalanan. Sedih sekali. Apalagi diam di rumah adalah hal paling sulit dan terpaksa kami lakukan.

Akhirnya, saya dan teman-teman yang tergabung dalam grup backpaker & quot; picnic dan cullinary & quot; berfikir bagaimana caranya agar dorongan untuk keluar rumah dapat dilakukan walaupun skalanya kecil, tapi tetap bermanfaat bagi orang banyak.

Berbagi nasi kotak ke Depok (foto: dok pribadi)

Rasanya sangat egois kalau kami keluar rumah hanya mementingkan kesenangan sendiri di tengah wabah corona, sementara orang lain mati-matian menahan bosan di rumah saja. Kami pun melakukan penggalangan dana di grup backpaker dan merogoh uang pribadi untuk melakukan bakti sosial.

Uang yang sudah terkumpul itu kami belanjakan kebutuhan pokok dan nasi kotak setiap minggu untuk disalurkan ke orang-orang yang membutuhkan. Kami menyebar di berbagai daerah seperti Jakarta , Tangerang , Depok dan Rumah Sakit.

Pemberian bantuan pun harus mengikuti protokol kesehatan tidak lebih 5 orang, memakai masker, tidak bergerombol, dilakukan secara cepat dan sistematis. Artinya kami mengantar satu persatu dengan mobil pribadi. Kegiatan ini sangat mengobati rindu kami untuk bepergian walaupun dalam lingkup yang kecil.

Memberi bantuan ke Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta Timur (foto: dok pribadi)

Jika tidak bisa melakukan bakti sosial, saya punya tips untuk para traveler agar tetap bisa traveling.

  1. Traveling virtual

Dengan internet kita bisa melakukan perjalanan yang akan membawa audiovisual kita melakukan perjalanan ke berbagai tempat wisata alam maupun buatan. Aplikasi virtual reality bisa membuat kita seolah – olah berada di sebuah objek wisata dan mengelilinginya. Dengan cara itu, kiranya dapat mengobat kerinduan kita dengan suatu perjalanan. Contoh salah satu aplikasi traveling visual adalah Google art and culture.

2. Menyusun wish list daerah atau negara yang hendak dikunjungi

Walaupun pandemik Corona belum diketahui dengan pasti kapan berakhirnya namun berpikirlah positif, bahwa semua akan usai. Tidak ada salahnya kita mencari tahu negara mana yang akan dikunjungi, membuat itinerary (rencana perjalanan), serta menyusun budget (anggaran) perjalanan. Bila wabah Covid-19 ini benar-benar telah selesai, kita tinggal mengangkat koper untuk merealisasikan wish list tersebut.

3. Merapikan dokumen perjalanan

Biasanya selama melakukan perjalanan kita mengabadikan dalam bentuk foto atau video. Kita dapat merapikan kembali dengan menyusunnya ke dalam cloud penyimpanan sesuai destinasi atau sesuai negara tujuan. Cara tersebut untuk memudahkan kita, saat hendak melihatnya kembali.

4. Membuat jurnal perjalanan

Jangan buat perjalanan kita terlewat sia-sia begitu saja. Kita dapat menyusunnya menjadi jurnal perjalanan yang bisa kita publikasikan melalui media sosial. Gunanya bisa untuk menjadi kenang-kenangan yang dapat dilihat di masa depan atau bahkan membantu menjadi panduan traveler lain.

5. Tulislah perjalanan dalam bentuk buku

Setiap perjalanan pasti meninggalkan pengalaman tersendiri bagi traveler. Pengalaman itu menjadi mahal jika diabadikan dalam bentuk buku. Menulis buku adalah salah satu cara membuang kejenuhan selama PSBB dan membunuh waktu selama di rumah saja secara positif.

Demikianlah berbagai hal yang dapat dilakukan traveler selama PSBB berlangsung, semoga pandemi corona ini sesegera mungkin berakhir, agar semua orang bisa keluar rumah dengan aman dan nyaman, tak terkecuali para traveler. (*)

About the author

Siti Barokah Soedari

Travel writer dan pemilik rumah belajar Ibu Siti. Mantan koordinator reportase majalah orientasi

Tinggalkan Komentar Anda