Berbagi Cerita Corona

Berbagi Piring Makan

Serial tulisan testimonial di panjimasyarakat.com ini didedikasikan untuk mendokumentasikan dan membagikan pengalaman baik dari berbagai tempat dan latar belakang penulis untuk saling menguatkan dalam menghadapi wabah Virus CORONA COVID-19.
Kami tunggu partisipasi Anda, kirim tulisan via WA 
0895616638283 atau email panjimasyarakat.com@gmail.com
–Pemimpin Redaksi

JAKARTA – Sudah persis satu minggu ketika seruan untuk di rumah aja  dari pemerintah. Tetangga saya yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online mulai mengeluh karena pendapatan hariannya berkurang drastis. Saat biasanya dalam sehari dia membawa pulang uang sekitar Rp150 ribu, akhir-akhir ini malah untuk uang bensin saja tidak mencukupi.

Beliau mulai resah dengan nasib ‘periuk nasi’ keluarganya. Mendengar hal tersebut, saya dan istri mulai diskusi ringan soal bagaimana menyelesaikan masalah keluarga tetangga kami tersebut. Kami mulai berpikir untuk membagi apa yang kami makan setiap harinya untuk tetangga kami.

Andi Angger Sutawijaya

Kami pun memutuskan untuk meniadakan jatah uang jajan harian dan kemudian kami alihkan untuk membeli bahan makanan yang lebih banyak. Jadi, kami tak perlu menambahkan alokasi uang yang kami belanjakan harian, kami hanya perlu menahan nafsu makan kami untuk jajan yang tak perlu.

Kami perbincangkan ide ini ke tetangga kami, sembari berterima kasih mereka pun menawarkan diri memasakkan bahan makanan yang kami belikan. Alhasil, kini keluarga kami saling bertukar manfaat. Kami belikan bahan makanan, keluarga mereka yang kemudian memasaknya. Alhamdulillah, dengan begini keluarga saya dan keluarga tetangga saya bisa tenang untuk urusan makan di situasi serba tak menentu seperti sekarang.

Makan seadanya. Yang penting bisa berbagi. (foto: dok pribadi)

Sudah tiga minggu pandemi ini merebak, mereka yang berprofesi informal adalah kelompok yang paling merasakan dampak ekonominya. Work From Home (WFH) mungkin bisa menjadi pilihan bagi para pekerja formal yang digaji bulanan. Tetapi pilihan yang berat untuk para pekerja harian. Kalau tak keluar rumah, maka mereka tak bisa dapat uang. Di sinilah peran solidaritas dalam bertetangga dibutuhkan. Tak perlu menunggu pemerintah, kita bisa memulai inisiatifnya dari keluarga kita masing-masing.

Bayangkan, jika jutaan keluarga kelas menengah kemudian mengambil inisiatif untuk memastikan kebutuhan pokok keluarga rentan di sekitarnya, maka ada jutaan keluarga rentan yang bisa diselamatkan ‘periuk nasinya’ di masa-masa sulit seperti sekarang.

Semoga kita semua bisa terlewat dari masa-masa sulit ini. Dan mari tetap kita rawat sisi kemanusiaan kita untuk bisa membantu sesama.(*)

About the author

Andi Angger Sutawijaya

Andi Angger Sutawijaya

Pegiat Kerelawanan

Tinggalkan Komentar Anda