Aktualita

Selamatkan Rakyat Berpegang pada Hadis

Written by eko satiya hushada

Kegundahan dunia terhadap perkembangan wabah virus Corona (covid-19) semakin membuncah. Organisasi kesehatan dunia (WHO), telah menyatakan virus corona COVID-19 sebagai pandemi pada Rabu (11/3/2020) lalu. Ini setelah wabah mirip SARS itu menjangkiti semakin banyak orang.

Tak hanya Cina, Corona  kini telah menyerang Eropa dan menjelma menjadi ‘pusat baru’ pandemi global virus Corona. Indonesia pun kena imbasnya . Bahkan, WHO minta agar Presiden Joko Widodo menyatakan keadaan darurat nasional, dan disikapi sebagai bencana nasional non-alam ketika penyebaran virus Corona mulai meningkat.

Menurut catatan WHO, pekan ini angka kasus Corona telah mencapai 126.063 kasus. Dengan total korban tewas 4.616 orang dan sembuh sebanyak 67.071 orang. Dalam dua minggu terakhir, jumlah kasus COVID-19 di luar Cina telah meningkat 13 kali lipat, dan jumlah negara yang terkena dampak telah meningkat tiga kali lipat. Begitu kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

Desakan untuk melakukan lockdown di sejumlah daerah yang berstatus merah semakin menguat. Jakarta dan Bali menjadi target utama. Jika lockdown dilakukan, maka warga Jakarta tak boleh keluar daerah. Begitu juga warga luar Jakarta, tak boleh masuk ke ibukota Negara ini. Namun, arah lockdown tampaknya belum akan dilakukan oleh Pemerintah.

Dalam sebuah hadis, Rasullah bersabda;

“Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada di daerah itu, janganlah kalian keluar untuk lari darinya (HR. Bukhari & Muslim).

ini kemudian menjadi pegangan sahabat Rasullah SAW, saat terjadinya wabah penyakit (tha’un) sekitar 639 M, di wilayah baru kekuasaan Umar bin Khatthab Radhiyallahu ‘anhu, khususnya di Syam (Palestina).

Wabah tha’un yang menyebar di Amwas merupakan penyakit kulit mematikan. Sejenis penyakit kusta atau lepra. Ia berasal dari virus yang awalnya menyerang hewan ternak. Orang yang terjangkit akan muncul borok pada kulitnya.

Wabah sangat cepat menyebar di seluruh negeri Syam. Banyak manusia terjangkit sehingga dalam tempo singkat puluhan ribu orang meninggal dunia. Di antara mereka yang menjadi korban adalah Abu Ubaidah dan Mu’adz bin Jabal, dua sahabat Nabi yang masyhur. Sesuai sabda Rasullah mereka tetap berada di dalam negeri, untuk menghindari terjangkitnya orang lain, dan tidak lari menghadapi situasi tersebut.

Dalam hadis-hadis Nabi SAW , banyak kita temui perintah yang mewajibkan untuk mengikuti Rasulullah dalam segala perkara. Dari Abu Hurairah , bahwasanya Rasulullah bersabda, “Setiap ummatku akan masuk Surga, kecuali yang enggan. Mereka (para Shahabat) bertanya: “Siapa yang enggan itu?” Jawab beliau: “Barangsiapa yang mentaatiku pasti masuk Surga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sungguh ia telah enggan.”

Sementara pada hadis lainnya, sebagaimana dikisahkan Abi Musa, dari Rasulullah, beliau bersabda, “Perumpamaanku dan perumpamaan apa-apa yang Allah utus aku dengannya seperti seorang yang mendatangi suatu kaum, lalu ia berkata, ‘Wahai kaumku, sesungguhnya aku melihat pasukan musuh dengan mata kepalaku dan sesungguhnya aku pengancam yang nyata. Maka, marilah menuju kepada keselamatan. Sebagian dari kaum itu mentaatinya, lalu mereka masuk pergi bersamanya, maka selamatlah mereka. Sebagian dari mereka mendustakan. Pagi-pagi mereka diserang oleh pasukan musuh lalu mereka dihancurkan dan diluluhlantakan. Demikianlah perumpamaan orang-orang yang taat kepadaku dan mengikuti apa yang aku bawa dan perumpamaan orang-orang yang durhaka kepadaku dan mendustakan kebenaran yang aku bawa.”

Begitu juga hadis yang dikisahkan Abu Hurairah, ia berkata: “Telah bersabda Rasulullah: ‘Aku tinggalkan dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku, serta keduanya tidak akan berpisah sampai keduanya mendatangiku di Telaga (di Surga).

Lantas, apa yang seharusnya kita lakukan dalam menghadapi virus Corona saat ini, jika kita berpegang pada hadis Rasulullah SAW?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencoba mengambil langkah social distancing measure. Taktiknya adalah dengan mengendalikan pergerakan masyarakat. Kumpulan orang banyak dikurangi dan menganjurkan masyarakat untuk tinggal di rumah. Tujuannya adalah mengurangi penyebaran antar-individu yang belum tentu merasakan gejala. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun, mulai Sabtu (14/3/2020) kemarin memutuskan untuk menutup sekolah-sekolah di lingkungan ibu kota selama dua pekan, serta menunda pelaksanaan  Ujian Nasional tingkat menengah atas (SMA/SMK) yang semula dilaksanakan pada Senin (16/3). Langkah serupa juga diterapkan oleh gubernur lain seperti Provinsi Aceh, Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat, hingga Kalimantan Barat. Mereka fokus mengurangi aktivitas kerumunan seperti meliburkan sekolah dan tempat-tempat wisata serta mengawasi ketat wilayah perbatasan negara.

Di lain sisi, ulama dalam setiap kesempatan selalu mengimbau agar umat banyak bersabar. Rasulullah bersabda: Maka, tidaklah seorang hamba yang dilanda wabah lalu ia menetap di kampungnya dengan penuh kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang Allah SWT tetapkan, baginya pahala orang yang mati syahid  (HR. Bukhari dan Ahmad)

Lalu, berbaik sangka dan berikhtiarlah. Rasulullah SAW bersabda:

Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit kecuali Dia juga yang menurunkan penawarnya (HR. Bukhari)

Terakhir, banyak berdoalah. Selama ini kita sudah melakukannya, doa pagi dan sore untuk keselamatan. Bismillahilladzi laa yadhurru maasmihi, say’un fil ardhi walafissamaai wahuwa samiul’alim. (Dengan nama Allah yang apabila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak berbahaya. Dialah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui).

Barang siapa  membaca zikir tersebut tiga kali di pagi dan petang. Maka tidak akan ada bahaya yang memudharatkannya  (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Penulis : Eko Satiya Hushada

About the author

eko satiya hushada

Menjadi wartawan sejak 1993. Lama menjadi bagian dari Jawa Pos Group. Terakhir sebagai Pemred Harian Indopos, Jakarta, tahun 2018. Banyak profesi selain wartawan; praktisi komunikasi pemasaran, barista hingga chef. Di panjimasyarakat.com, ia sebagai direktur bisnis.

Tinggalkan Komentar Anda

Inspirasi Hari Ini

Foto

  • Hamka
  • tabloid-panjimasyarakat
  • hamka
  • 23-april-19972-1024x566
  • KH-Ali-Yafie-804x1024
  • Ali-Yafi1-1024x768