Mutiara

Santri Jim Bun

Written by A.Suryana Sudrajat

Murid Sunan Ampel berdarah campuran ini berhasil mengembangkan pesantren jadi kerajaan Islam pertama di Jawa. Majapahit pun takluk. Siapa ayah dan ibunya masih diperdebatkan.  

Raden Patah atau Jim Bun pendiri kerajaan Demak pertama yang memerintah sebagai raja  dari tahun 1475-1518. Nama lain dari Raden Patah adalah Jim Bun. JiM Bun artinya ‘orang kuat’. Senada dengan nama arabnya Al-Fatah yang memiliki arti ‘pembuka’, Raden Patah merupakan tokoh pertama pembuka kerajaan Islam di tanah Jawa.

Ia lahir di Palembang tahun 1455 M. Purwaka Caruban Nagari mengatakan bahwa Raden Patah adalah seorang keturunan raja Majapahit Kertabumi. Ia  putra raja Majapahit yang terakhir, yang dalam legenda bernama Brawijaya. Ibu Raden Patah adalah seorang Putri Cina dari keraton Majapahit. Sewaktu hamil, putri itu dihadiahkan kepada seorang anak emasnya yang menjadi gubernur di Palembang. Saat itulah Raden Patah lahir.Sumber lain mengatakan, Ibu Raden Patah atau Putri Cina adalah seorang Putri Triman. ‘Triman’ artinya istri raja yang diberikan kepada orang lain karena raja sudah tidak lagi menyukainya. Saat itu Putri Cina dalam keadaan mengandung. Ia kemudian diberikan kepada anak emas Raja Brawijaya, lalu melahirkan Raden Patah.

Para ahli sejarah memperdebatkan tiga penyebutan bagi ibu kandung Raden Patah, yaitu Putri Cina, Putri Cempa, dan Putri Jeumpa. Pertama, Putri Cina, atau seorang putri yang berasal dari Tionghoa yang masih ada keturunan Laksamana Ceng Ho yang pernah menyebarkan Islam di Nusantara. Kedua, Putri Cempa. Putri Cempa adalah seorang putri Jawa keturunan Majapahit. Dan ketiga, Putri Jeumpa. Kata Jeumpa adalah nama dari Aceh. Konon Putri Jeumpa yang asalnya dari Aceh diperoleh saat Majapahit menyerang Pasai.

Teka-teki mengenai siapa ayah Raden Patah juga diperdebatkan. Menurut  Slamet Mulyana, pada waktu Palembang berada di bawah kekuasaan Swan Liong atau dikenal sebagai Arya Damar, konon ia mengasuh dua anak pria yang kemudian diketahui sebagai Jim Bun atau Raden Patah dan Raden Kusen alias Raden Husein. Raden Kusen merupakan saudara kandung Raden Patah, satu ibu lain ayah. Saat Putri Cina diberikan kepada Arya Damar, ia sudah dalam keadaan mengandung dan lahirlah Raden Patah. Di kemudian hari Putri Cina mengandung lagi dari Arya Damar dan melahirkan Raden Kusen.

Konon, Swan Liong alias Arya Damar itu semula adalah seorang ahli mesiu yang kemudian diangkat sebagai kapten Cina di Palembang oleh Haji Gang Eng Cu (seorang muslim Cina yang berkuasa di Palembang). Tetapi, karena dia itu putra  Raja Majapahit, ia kemudian diangkat menjadi Adipati di Palembang.

Pada awalnya, Raden Patah adalah seorang santri di Ampel Denta. Ia diberi ijazah oleh gurunya, Sunan Ampel, untuk membuka pengajaran  di mana saja. Kemudian Raden Patah diambil mantu oleh Sunan Ampel. Atas petunjuk dari gurunya, Raden Patah menetap di hutan Bintara atau Glagah Wangi. Hutan Bintara pun dibuka.

Pada tahun 1475 M Raden Patah mendirikan pesantren di hutan Glagah Arum di sebelah selatan Jepara. Pesantren itu mendapatkan kemajuan yang sangat pesat, sehingga Glagah Arum kampung kecil itu pun turut maju. Lambat laun, pesantren itu berubah menjadi kabupaten yang bernama Bintara dan Raden Patah bertindak sebagai bupatinya. Bintara pun menjadi pusat untuk menyebarkan agama Islam ke seluruh Jawa yang kini dikenal dengan Demak.

Berdirinya kerajaan Islam Demak memang tidak lepas dari runtuhnya Kerajaan Majapahit. Pada akhir abad ke-15, Kerajaan Majapahit mengalami kemunduran setelah wafatnya Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada. Sementara itu, wilayah kekuasaan Majapahit di pesisir pantai utara pulau Jawa, seperti Jepara, Demak, Tuban, dan Gresik sudah dipengaruhi oleh agama Islam yang dibawa oleh para pedagang Islam akibat dari hubungan dagang di pelabuhan-pelabuhan yang ramai. Raden Patah kemudian mendirikan kerajaan sendiri yang bercorak Islam dengan memisahkan diri dari kekuasaan Majapahit.

Pengaruh Wali Sanga dalam kancah politik juga sangat kentara. Salah satu pengaruh dari keberadaan Wali Sanga dalam kancah politik, yaitu dinobatkannya Raden Patah menjadi raja Demak atas persetujuan para wali.

Raden Patah berkuasa dari tahun 1475 sampai 1518 yang kemudian digantikan Adipati Unus. Dalam suatu riwayat dikatakan, bahwa Raden Patah menyerang Majapahit dan menawan Raja Kertabumi yang juga ayahnya sendiri.

Meski demikian, dalam sumber lain ada pula yang berpendapat, bahwa ketika Demak melakukan penyerangan ke kerajaan Majapahit Raden Patah sengaja membiarkan Raja Kertabumi dan para pengawalnya lolos karena Raden Patah merasa tidak mungkin melawan ayah kandungnya sendiri. Atas tindakannya tersebut sunan Giri diangkat menjadi raja Majapahit selama empat puluh hari untuk menghilangkan segala pengaruh raja kafir.

Setelah empat puluh hari lampau, tahta kerajaan kemudian diserahkan kepada Raden Patah. Raden Patah pun dinobatkan oleh Sunan Ampel menjadi Sultan Demak dan menjadapat gelar Senopati Jimbun Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panata agama. Setelah penobatan tersebut, kemudian menyusullah pembangunan masjid Demak.

Setelah Raden Patah wafat tahun 1518, ia digantikan menantnya, Pati Unus, berkuasa dan berhasil mengadakan perluasan wilayah kerajaan. Ia  juga berhasil menghilangkan kerajaan Majapahit yang beragama Hindu, yang pada saat itu sebagian wilayahnya menjalin kerja sama dengan orang-orang Portugis.***

About the author

A.Suryana Sudrajat

Pemimpin Redaksi Panji Masyarakat, pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihsan Anyer, Serang, Banten. Ia juga penulis dan editor buku.

Tinggalkan Komentar Anda

Inspirasi Hari Ini

Foto

  • tabloid-panjimasyarakat
  • Ali-Yafi1-1024x768
  • Hamka
  • 23-april-19972-1024x566
  • KH-Ali-Yafie-804x1024
  • hamka