Tasawuf

Metode Penyembuhan Sufi (Bagian 3)

Written by Panji Masyarakat

Doa yang sesunguhnya itu lahir dari hati sanubari yang paling dalam. Doa biasanya melibatkan bahasa, dengan kata-kata berbahasa Arab. Tapi berdoa tidak harus memakai bahasa Arab, bisa juga dengan bahasa Indonesia, Inggris, dan bahasa kita sehari-hari.

Tahapan kedua penyembuhan sufi, setelah meditasi dan konsentasi, adalah doa. Setelah doa, tahapan selanjutnya adalah zikir, dan ada beberapa hal lain yang tidak akan dibahas satu per satu. Doa itu sebaiknya dilakukan, sebanyak-banyaknya, setiap waktu. Dianjurkan agama untuk berdoa terlebih dahulu sebelum tidur, sebelum makan, kemana saja kita akan pergi, sampai kita tidur lagi. Dalam sebuah hadist di sebutkan, ‘’Ad-du’a mukhkhul’ ibadah”,  artinya doa itu intinya ibadah. Doalah jangan terbaik untuk bertemu dengan Allah dan mengenal diri sendiri. Karena itu semua umat beragama mengenal doa.

Doa itu banyak sekali macam nya. Doa yang akan dibahas di sini adalah doa perenungan, karena yang akan dibicarakan adalah tentang mengenal diri kita sendiri. Ada satu ayat, Al-Baqarah ayat 186: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahawasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Ayat ini sangat istimewa, dan perlu bagi kita untuk disadari.  Dalam hubungan kita dengan Allah tidak ada rahasia apa pun: kita bisa langsung kepada Allah. Allah mengatakan, Dia Maha dekat, kalau kamu berdoa “ pasti Aku perkenankan.”Allah itu Maha dekat dan lebih dekat dari urat leher manusia sendiri.

Doa yang sesungguhnya adalah bersaksi atas kemuliaan cahaya Allah dan mengabdi penuh kepada Tuhan yang Maha Agung dalam cerminan hati yang murni dan dilakukan dengan keyakinan. Sehingga kata-kata dan tubuh akan terpadu dalam dunia kejernihan abadi dan mencapai realisasi dan arti penghambaan dalam pengabdian Tuhan.

Doa biasanya melibatkan bahasa, dengan kata-kata berbahasa Arab. Tapi berdoa tidak harus memakai bahasa Arab, bisa juga dengan bahasa Indonesia, Inggris, dan bahasa kita sehari-hari. Sesungguhnya doa yang murni itu doa dari hati yang terdalam. Jadi kalau kita berdoa, itu kita benar-benar mengerti apa yang kita ucapkan itu lahir dari hati yang ikhlas. Kita selama ini sering berdoa tapi tidak mngerti apa-apa yang kita minta. Karena itu dikatakan, doa yang sesunguhnya itu lahir dari hati sanubari yang paling dalam. Hal ini dikatakan juga merupakan kesaksian hati nurani kepada Allah SWT, seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa sesungguhnya jalan kita yang terbaik dalam berhubungan dengan Allah adalah jalan doa.

Dengan demikian doa adalah jalan dialog antara kita dan Tuhan. Mungkin ada pertanyaan yang unik: kenapa kalau Allah mau berdialog dengan manusia itu melalui hati. Karena wahyu itu diturunkan Allah kedalam hati para nabi. Dan kalau kita mau bicara dengan Allah, itu melalui hati. Disanalah akan ditemukan ketenangan jiwa. Jadi kalau kata-kata, emosi, dan pikiran kita terarah kepada satu sumber, disitulah kita akan menghilangkan beban yang ada pada diri kita. Sehingga berdoa akan mengembalikan kekuatan energi kita.

Begitulah para sufi mengatakan, yang bisa memberikan kesembuhan itu doa dari hati yang terdalam. Berdoa itu bukan hanya kata-kata yang harus dihafal sebelumnya, karena itu justru bisa menjadi beban disaat kita berdoa. Jadi saat kita berdoa, bukan kata-kata itu harus dihafal tapi harus mengerti maksud yang berasal dari hati kita, dan boleh dengan bahasa apapun juga, karena Allah maha mengetahui apa yang kita perbuat

Penulis: Prof. Dr. Zainun Kamal (Sumber: Panjimas, Agustus 2003)

About the author

Panji Masyarakat

Platform Bersama Umat

Tinggalkan Komentar Anda