Tasawuf

Nama Benda dan Binatang Kesayangan

Ditulis oleh B.Wiwoho

Mengenai faham yang menganggap alam raya dan segenap isinya adalah ciptaan Tuhan, ulama yang keras hati namun teduh lagi lembut dalam penampilan, Prof. K.H. Ali Yafie menjelaskan kepada saya, sesungguhnya sebagian dari hal itu sejalan dengan kaidah ilmu fiqih yang menyatakan bahwa alam raya itu berubah, dan semua yang berubah itu adalah makhluk. Beliau menambahkan dengan mengutip beberapa ayat Al Quran bahwa semua yang ada di langit dan di bumi bertasbih, bersujud dan memuji Allah Swt. Pohon, tumbuh-tumbuhan dan hewan tunduk kepada-Nya. Guruh bertasbih dan memuji Allah Sang Maha Kuasa. Semua itu memang diciptakan dengan berbagai tujuan dan fungsi masing-masing. Sedangkan semua urusan baik di dunia maupun akhirat dengan seizin Allah Swt, diatur oleh malaikat, dicatat baik-baik, sampai-sampai tidak ada selembar daun pun yang jatuh yang tidak diketahui oleh Allah Yang Maha Tahu.

Tentang pemberian nama kepada benda ataupun binatang, menurut Pak Kyai juga ada referensinya, ada contohnya di dalam Islam. Rasulullah Saw. dan para sahabat memberi nama beberapa benda dan binatang piaraannya. Dalam hadis Bukhari,  kuda Kanjeng Nabi di beri nama Luhaif atau Si Peringkik, mungkin karena suka meringkik. Keledainya diberi nama Ufair atau Si Cemerlang. Untanya diberi nama Adhba atau Si Lincah.

Demikian pula kuda sahabat Abu Thalhah yang pernah dinaiki Rasulullah diberi nama Mandub atau Si Pengarah, dan kuda sahabat Abu Qatadah bernama Jaradah atau Si Unggul.

Sementara itu, hadis Turmudzi meriwayatkan, Kanjeng Nabi Muhammad juga pernah memiliki 5 (lima) bilah pedang serta 7 (tujuh) baju zirah, semuanya diberi nama. Misalkan pedang warisan ayahandanya bernama Mathur atau Si Pembersih, dan pedang yang sangat terkenal yang dihadiahkan kepada saudara sepupu sekaligus menantunya Ali bin Abi Thalib, diberi nama pedang Zulfikar, Si Pengubur, Si Kuat yang mampu membedakan kebenaran dan kebathilan. Sedangkan baju zirah yang sering diriwayatkan dalam berbagai kisah digadaikan ke orang Yahudi diberi nama Dhaatul  Fadl atau Si Utama, serta satu lagi yang cukup terkenal karena dikenakan dalam Perang Uhud bernama Fiddah atau Si Perisai.

Dengan contoh dari Rasulullah Saw tersebut, maka, sekarang janganlah malu lagi memberi nama binatang dan benda-benda kesayangan bahkan pohon tanaman kita, membelainya penuh kasih sayang, namun janganlah sampai memberikan sesaji.

Subhaanallaah.

Tentang Penulis

B.Wiwoho

Tinggalkan Komentar Anda