Tasawuf

Zikir Penenteram Kalbu (Bagian 7)

Written by Panji Masyarakat

Khalwat atau kontemplasi  dimaksudkan agar kita mampu mengambil jarak dari lingkungan yang buruk, lalu bisa merefleksikan kembali hal-hal yang baik dan positif.

Karena itu, cobalah agenda-agenda tadi (langkah-langkah penenteraman batin, ed) dilakukan secara efektif dan efisien, baik waktunya maupun tempatnya. Paling tidak diusahakan bisa melakkan kontemplasi (khalwat) agar kita dapat mengambil pelajaran yang positif dari pengalaman itu.

Seperti halnya zikir, kontemplasi pada saat-saat tertentu menjadi solusi yang baik, apalagi ketika kita menghadapi banyak masalah. Jadi dengan khalwat itu dimaksudkan agar kita mampu mengambil jarak dari lingkungan yang buruk, lalu bisa merefleksikan kembali hal-hal yang baik dan positif. Seperti dikatakan dalam surah Al-Furqan, ada 12 poin penting yang harus kita lakukan. Salah satunya dalam ayat 63 dan 64: “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” Sedangkan maksud dari sujud pada malam hari itu adalah orang-orang yang salat tahajjud semata-mata karena Allah.

Langkah-langkah lain seperti itu dikatakan pulaoleh para ahli spiritual, misalnya seperti Said Hawwa dari Lebanon. Dalam teorinya ia mengatakan, “Cobalah Anda lakukan tiga hal bagi kaum bapak dan dua hal bagi kaum ibu untuk meraih ketenteraman jiwa  ini. Misalnya bisa dilakukan dengan berkunjung ke tempat-tempat tertentu (rihlah ta’aruf), yaitu mendekatkan diri kita dengan alam sekitar kita.

Saran berikutnya,coba Anda mengunjungi orang yang sakit di rumah sakit umum, sakit apa saja, dan mendoakan mereka agar lekas sembuh dan bisa melakukan aktivitas dan ibadah secara baik lagi. Karena itu, mengunjungi orang sakit itu adalah sebagian dari akhlak Islam, seperti dikatakan dalam hadis “Haqqul muslim ‘alalmuslim sittun”, artinya hak seorang muslm atas muslim yang lain ada enam perkara. Salah satu dari keenam perkara itu adalah apabila ada yang sakit maka kunjungilah mereka itu (jenguk), dan doakan agar lekas sembuh.

Dalam hal itu ada makna yang terkandung bagi kita, yaitu untuk mengingatkan agar kita bisa mensyukuri nikmat sehat yang kita miliki saat ini, dalam rangka mensyukuri segala nikmat Allah.


Penulis: Prof. Dr. Asep Usman Ismail, Guru Besar UIN Jakarta  (Sumber: Panjimas, Juli 2003).

About the author

Panji Masyarakat

Platform Bersama Umat

Tinggalkan Komentar Anda

Inspirasi Hari Ini

Foto

  • 23-april-19972-1024x566
  • Ali-Yafi1-1024x768
  • hamka
  • tabloid-panjimasyarakat
  • Hamka
  • KH-Ali-Yafie-804x1024