Halal Corner

7 Tips Mencari Makanan Halal Saat ke Luar Negeri

bahan makanan seperti sayuran segar menjadi bahan halal dan aman dikonsumsi (foto: alexandr podvalny/unsplash)
Ditulis oleh Ahmad Lukman A.

Makanan halal tak mudah tersaji di negara-negara non-muslim. Butuh usaha khusus memperoleh makanan halal .

Anda kerap pelesiran ke luar negeri? Salah satu pertanyaan terbesar bagi wisatawan muslim adalah mencari makanan halal. Kalau perginya ke negeri serumpun seperti Malaysia atau ke negara-negara Arab, makanan halal masih mudah dijumpai. Tapi kalau melancongnya ke negeri Eropa atau negeri-negeri di Benua Amerika, menemukan makanan halal tak seperti membalik telapak tangan.

Berikut 7 tips yang kami berikan agar tetap dapat mengkonsumsi makanan halal meski berada di luar negeri :

  • Riset

Lakukan penelitian kecil mengenai negara yang akan Anda kunjungi. Tidak hanya tentang keadaan cuaca, lingkungan masyarakatnya, tetapi juga makanan yang tersedia. Tentu Anda mengharapkan memperoleh makanan halal selama travelling sehingga mutlak Anda harus lakukan riset lewat internet ataupun panduan makanan halal. Negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan telah mengeluarkan panduan makanan halal pagi pelancong muslim yang berkunjung ke negara-negara tersebut. Jangan lupa untuk melakukan pemesanan makanan halal waktu di pesawat dalam perjalanan menuju tempat tujuan.

  • Belajar dari pengalaman teman atau saudara

Sebelum Anda berangkat travelling ada baiknya mencari informasi dari teman tentang makanan halal di negara yang akan dikunjungi. Mungkin mereka akan memberikan informasi komplet tentang apa saja makanan halal yang tersedia. Kebab dari keturunan Turki misalnya dapat menjadi alternatif pilihan memperoleh makanan halal.

  • Meneliti kandungan bahan

Ini harus dilakukan hati-hati dengan membaca bahan-bahan pembuat (ingredients). Ada beberapa bahan yang memiliki indikasi terbuat dari turunan bahan haram seperti gelatin,emulsifier,dan shortening yang bukan dari bahan halal. Untuk amannya pilih makanan untuk vegetarian seperti kacang-kacangan, buah-buahan kering dan batang sereal yang tidak memiliki kandungan garam yang tinggi atau bahan yang kurang sehat seperti monosodium glutamate (MSG). Hati-hati dengan klaim makanan di foodcourt yang tidak mengandung babi maupun lemak babi (pork and lard) karena bahan makanan seperti daging bisa saja tidak disembelih sesuai syariat Islam.

  • Cari masjid terdekat

Anda juga bisa melakukan pendekatan dengan mencari masjid terdekat. Selain dapat beribadah, Anda dapat menjalin komunikasi dengan komunitas muslim sekaligus mencari informasi tentang makanan halal di kota yang Anda kunjungi.

  • Memasak sendiri

Kalau Anda tinggal lama dan berencana memasak sendiri, ini yang paling aman karena Anda dapat memastikan bahan-bahan yang Anda gunakan untuk memasak adalah bahan makanan halal. Sayuran segar, buah-buahan,dan ikan dapat menjadi pilihan utama sebagai memasak.

Bumbu-bumbu bisa terjamin kehalalannya. Tapi kalau sudah melibatkan sayur kalengan harus dilihat dengan seksama bahan pembuatnya (ingridients). Kalau ada yang mencurigakan, tinggalkan saja.

  • Baca Panduan Halal

Sejumlah negara sudah merilis cara mencari makanan halal seperti Jepang, Korea Selatan, hingga India. Anda bisa menyimpan pelbagai informasi mengenai keberadaan restoran hingga produk-produk halal sembari mengingatkan bahan-bahan yang kerap digunakan untuk membuat makanan khas kadang terbuat dari bahan non-halal.

  • Instal sejumlah aplikasi Halal

Saat ini handphone sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Ada sejumlah pengembang yang menyediakan akses langsung ke makanan halal di mana Anda berada. Aplikasi seperti Zahibah.com atau Islamic Finder dapat dijadikan referensi untuk mencari makanan halal. PlayStore maupun AppStore menyediakan sejumlah aplikasi seperti Halal Food Finder maupun Halal Restoran. Jadi, informasi tentang makanan halal tersedia langsung di telapak tangan.

Tentang Penulis

Ahmad Lukman A.

Berpengalaman menjadi wartawan sejak tahun 2000 dimulai dengan bergabung di Majalah Panji Masyarakat. Lalu, melanjutkan karir di media berbasis teknologi mobile. Lulus dari S2 Ilmu Komunikasi UI dan memiliki antusiasme pada bidang teknologi dan komunikasi.

Tinggalkan Komentar Anda